Abad Khilafah Dinanti untuk Akhiri Pandemi

Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi., M.Si. (Koordinator LENTERA)

MuslimahNews.com, OPINI — Jelang tahun baru 2021 kemarin, dunia dikejutkan adanya temuan varian baru virus Corona. Varian baru ini pertama kali dilaporkan di Inggris dan disebut 70 persen lebih mudah menular. Bahkan telah menyebar dengan cepat ke berbagai negara.

Hingga saat ini, 22 negara telah mendeteksi adanya varian baru Corona di wilayah mereka. Jenis varian baru Corona ini dinamakan VUI-202012/01 karena varian pertama yang diselidiki pada bulan Desember (detik.com, 31/12/2020).

Di samping itu, seorang ahli Covid-19 dari WHO, telah memperingatkan bahwa varian baru virus yang muncul di Inggris itu, tampaknya mudah ditularkan di antara anak muda. Peringatan ini muncul disertai kekhawatiran pembukaan kembali sekolah-sekolah pada Januari. Yang karenanya, penyebaran varian baru ini mungkin dapat dicegah mulai dari aspek ini (sindonews.com, 23/12/2020).

Sementara itu WHO juga mengatakan, pandemi Covid-19 tidak akan menjadi pandemi terakhir. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, sudah waktunya untuk belajar dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, sejarah telah memberitahu manusia bahwa Covid-19 bukan pandemi terakhir dan epidemi adalah fakta kehidupan. Pandemi telah menyoroti hubungan erat antara kesehatan manusia, hewan dan planet (sindonews.com, 27/12/2020).

Perihal ini, terdapat laporan tahunan pertama Dewan Pengawasan Kesiapsiagaan Global September 2019 tentang kesiapan dunia untuk keadaan darurat kesehatan, yang diterbitkan beberapa bulan sebelum pandemi Covid-19 muncul, mengatakan bahwa planet ini sangat tidak siap untuk pandemi yang berpotensi menghancurkan.

Mencermati hal ini, sejatinya telah menegaskan bahwa dunia dalam naungan sistem demokrasi, tak siap menangani Covid-19. Meski masih tampak congkak bagai tameng pandemi, realita menunjukkan bahwa sebagian besar negara-negara di dunia yang memang penganut sistem demokrasi ini, telah gagal melawan pandemi.

Namun demikian untuk Indonesia sendiri, melalui Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, masih dengan percaya diri menegaskan di hadapan para ketua delegasi asing saat pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 di Nusa Dua, Bali, bahwa kebijakan penanggulangan pandemi Covid-19 tidak melemahkan nilai-nilai demokrasi (antaranews.com, 10/12/2020).

Masih dalam forum yang sama, Retno juga menyatakan, pandemi menjadi kesempatan bagi peserta forum dan negara-negara lain di dunia untuk memikirkan kembali bagaimana penerapan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, pandemi tidak boleh melunturkan nilai demokrasi dan di saat yang sama demokrasi tidak boleh menjadi penghalang untuk mengalahkan pandemi. Justru kita yakin, kata Retno, bahwa demokrasi merupakan tools (alat) yang paling tepat bagi setiap negara untuk melawan pandemi.

Secara logis, pernyataan ini sungguh tidak realistis. Betapa dunia boleh dikata hancur lebur oleh serangan Covid-19. Dikutip dari Worldometers, hingga 20/12/2020, sebanyak 76 juta kasus lebih Covid-19 dilaporkan sudah terjadi di seluruh dunia sejak 10 bulan lalu.

Angka kematian yang disebabkan oleh pandemi mematikan ini pun bisa dibilang cukup menyeramkan. Sejak Februari 2020, nyaris 1,7 juta penduduk di seluruh dunia dikabarkan meninggal akibat wabah mematikan ini.

Jumlah tersebut kemungkinan besar masih akan terus bertambah karena setiap harinya sebanyak 700 ribu kasus baru Covid-19 masih terjadi di seluruh dunia. Dan diketahui, Amerika Serikat adalah salah satu negara terparah yang terkena efek wabah mematikan ini.

Tidakkah ini sudah lebih dari nyata? Bukankah AS adalah negara kampiun demokrasi? Lantas mengapa pelaksanaan demokrasi di sana toh tak cukup menyelamatkan negeri Paman Sam itu?

Berpijak dari sini, tidakkah dunia sedikit saja hendak mencari metode sistemis lain untuk mengatasi pandemi Covid-19? Masihkah dunia ini berani congkak, dengan mengabaikan bahwa pandemi adalah peringatan dari Sang Khalik. Dunia yang telah karut-marut terzalimi oleh demokrasi, telah mencapai titik nadir. Hingga tak bisa tidak, demokrasi harus diganti.

Hendaklah kita ingat kisah Nabi Ibrahim as, yang dibakar oleh Raja Namrudz, simbol kesewang-wenangan dunia saat itu. Allah SWT memerintahkan api agar mendingin, sehingga Nabi Ibrahim as tidak merasakan panasnya. Sungguh Allah SWT menolong hamba-Nya yang teguh menolong dan mendakwahkan ajaran agama-Nya.

Ini pula yang semestinya menjadi cerminan, tak ada jalan lain untuk mengatasi pandemi, kecuali mengembalikan segala solusinya kepada Sang Pemilik, yakni Allah SWT. Karena virus penyebab Covid-19, segala variannya, beserta pandemi ini, semuanya berasal dari-Nya.

Sangat mudah bagi Allah untuk memerintahkan pandemi ini mereda. Tapi, kapankah masa itu terjadi? Tentu ketika seluruh dunia telah bertobat dan berbondong-bondong menyambut tegaknya tata aturan kehidupan yang juga diperintahkan oleh Allah. Tugas kita adalah mengemban amanah tersebut agar tunai dengan sebaik-baiknya.

Jika lockdown telah dikenal sebagai solusi tepat penanganan pandemi, maka ketahuilah bahwa itu adalah salah satu perintah Rasulullah saw.

Beliau saw bersabda, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).

Ini sejatinya jawaban, di mana sudah tiba masa syariat Allah disambut untuk diterapkan. Yang tentu saja, syariat Islam hanya bisa diformalkan melalui tegak Khilafah Islamiah. Bukan dengan sistem yang lain, alih-alih demokrasi.

Inilah abad Khilafah, yang sudah dijanjikan Allah dan sudah dinantikan penegakannya pada akhir zaman. Sebagaimana bisyarah Rasulullah saw., “… akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” (HR Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796)).

5 thoughts on “Abad Khilafah Dinanti untuk Akhiri Pandemi

  • 6 Januari 2021 pada 19:30
    Permalink

    Kedatangan abad Khilafah sangat dinanti.
    Semoga kita bisa menyaksikan perubahan dunia yg dahsyat ini..

  • 1 Januari 2021 pada 19:08
    Permalink

    ALLOHU AKBAR….hanya dengan kuasa dan kehendak-MU semuanya akan terjadi tiada daya upaya kami selaku makhluk ciptaan-MU hanya berusaha dan berdoa memohon pertolongan-MU.….segera ya Alloh tegakkan khilafah mu dibumiMU ini .. AAMIIN 🤲

Tinggalkan Balasan