Pengkhianatan para Ulama Pro Israel

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Seorang ulama yang juga tokoh politik Pakistan terang-terangan mendukung negaranya untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Dia bahkan mengatakan Al-Qur’an dan sejarah membuktikan tanah Israel hanya milik orang Yahudi.

Ulama ini bernama Maulana Muhammad Khan Sherani. Dia juga merupakan politisi dari JUI-F. Muhammad Khan menyuarakan dukungan normalisasi hubungan dengan Israel itu pada akhir pekan lalu ketika pemerintah Pakistan dilaporkan melakukan pembicaraan rahasia dengan rezim Zionis.

“Ini masalah internasional, saya mendukung pengakuan Israel,” kata Sherani.

“Muslim terpelajar perlu memahami bahwa Al-Qur’an dan sejarah membuktikan kepada kita tanah Israel hanya milik orang Yahudi. Raja Daud membangun rumah G-d di Yerusalem untuk Israel dan bukan untuk Palestina,” katanya lagi.

Pakistan secara formal menolak berdamai dengan Israel. Partai yang berkuasa di Pakistan pada Ahad (29/11) juga mengatakan bahwa negara itu tidak akan mengakui Israel.

“Pakistan tidak akan mengakui Israel sampai kita mendapatkan penyelesaian yang adil sesuai dengan keinginan rakyat Palestina dan resolusi PBB,” kata Partai Tehreek-e-Insaf (PTI) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Imran Khan.

Namun kunjungan Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi ke UEA dianggap oleh banyak orang sebagai lawatan penting di tengah rumor bahwa Islamabad diam-diam telah mengirim utusan ke Tel Aviv. Islamabad telah membantah laporan tersebut, terutama laporan dari media Israel.

Baca juga:  Resmi Akui "Israel", Negara Muslim Tikam Palestina dari Belakang

Perdana Menteri Imran Khan telah menjadi berita utama bulan lalu ketika dia mengungkapkan bahwa Islamabad telah di bawah tekanan dari beberapa negara “sahabat” untuk mengakui negara Israel. Meskipun dia berhenti menyebutkan nama negara yang menekan, banyak yang percaya Imran Khan merujuk ke Arab Saudi dan UEA.

UEA, Bahrain, dan Maroko baru-baru ini menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel. Beberapa negara Teluk lainnya, termasuk Arab Saudi, juga mempertimbangkan opsi untuk menormalkan hubungan.

Ulama UEA

Muhammad Khan bukan satu-satunya ulama yang mendukung normalisasi hubungan dengan Israel. Arus moderasi di dunia Islam telah menyebabkan munculnya beberapa ulama yang pro Israel.

Seorang ulama di Emirat juga mendukung normalisasi dengan Israel. Dia membagikan serangkaian twitnya mengenai Palestina sejak UEA memutuskan normalisasi dengan Israel. Tweet yang kontroversial itu kemudian memicu kemarahan netizen.

Salah satu tweet Wassem Yousef yang dikirimnya pada 15 Agustus lalu berisi gambar video tentang orang-orang Palestina yang menginjak bendera Emirat yang secara simbolis menolak keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Dalam kiriman videonya itu, Wassem Yousef menggambarkan moral warga Palestina.

“Anda tidak benar-benar berhak atas Yerusalem -kebanyakan dari Anda bekerja di Israel dan Anda meminta orang Arab untuk memboikot Israel,” twit Yousef.

Baca juga:  Bendera Israel Berkibar di Papua, Netizen: Saat Semua Mengecam, di Negara Kita Masih Ada yang Mengibarkan Bendera Israel

Ulama itu melanjutkan dengan komentarnya untuk menyebut Palestina tidak bermoral.

“Sebenarnya Anda tidak memiliki moral. Orang Yahudi lebih terhormat dari Anda.”

Dalam tweet lain, Wassem Yousef mengatakan bahwa ketika dia melihat orang Palestina membakar bendera negaranya karena kesepakatan damai Israel-UEA, dia memutuskan untuk meminta maaf kepada setiap ‘pria Israel’ yang dia sakiti di masa lalu.

Ulama itu membela keputusan negaranya untuk menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Menurutnya, kesepakatan itu akan bermanfaat bagi semua.

“Perdamaian selalu menguntungkan orang, tetapi perang hanya menghasilkan  kehancuran,” tweet Yousef.

Pendukung perjuangan Palestina mengecam Yousef atas isi twitnya itu. Yousef seperti menunjukkan dua wajah. Banyak netizen yang kemudian membagikan video Yousef sebelumnya, di mana dia menyerang Israel dan zionis.

Pengkhianatan dari Mimbar Suci

Khotbah Jumat yang dibacakan Imam Masjid Agung Makkah, Abdulrahman al-Sudais, di Arab Saudi September lalu sempat menghebohkan beberapa bagian dunia Arab dan Islam. Dalam khotbahnya, imam tersebut mengampanyekan toleransi terhadap non-Muslim, ia juga secara positif menceritakan hubungan Nabi Muhammad dengan kaum Yahudi.

Namun, oleh banyak orang, khotbah tersebut dianggap membawa pesan politik tersembunyi. Pasalnya, negara tetangga mereka yaitu Uni Emirat Arab baru saja mengumumkan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Sebuah langkah yang dipandang kontroversial.

Baca juga:  Gaza dan Ukhuwah Sejati

Jejaring media sosial di jazirah Arab lantas dipenuhi oleh kritik. Kata-kata yang datang dari khotbah tersebut dituduh memiliki agenda untuk mempersiapkan landasan bagi Arab Saudi dalam rangka ikut menormalisasi hubungannya dengan Israel. Ini adalah “normalisasi dan pengkhianatan dari mimbar suci,” kritik cendekiawan Islam asal Mesir, Mohammed al-Sagheer, di Twitter.

Al Quds Milik Umat Islam

Jauh sebelumnya, Dewan Ulama Palestina dalam pertemuan rutinnya di tahun 2019 menegaskan bahwa Al Quds akan tetap menjadi milik umat Islam dan ibukota Palestina. Dewan meminta Otoritas Ramallah untuk mengumumkan intifada baru dan melawan pendudukan rezim Zionis Israel.

Dewan Ulama Palestina menganggap perlawanan sebagai satu-satunya cara untuk membebaskan Al Quds dan bumi Palestina. Mereka mendesak para ulama negara-negara Muslim untuk mengeluarkan fatwa haram menormalisasi hubungan dengan Israel dan menyetujui Kesepakatan Abad. [MNews/Rgl]

*) Disarikan dari berbagai sumber.

2 thoughts on “Pengkhianatan para Ulama Pro Israel

Tinggalkan Balasan