Pelajaran Berharga dari Perang Uhud

Oleh: Nabila Ummu Anas

MuslimahNews.com, SIRAH NABAWIYAH – Perang Uhud adalah perang antara pasukan kaum muslimin yang berjumlah 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah yang berjumlah 3.000 orang. Dalam perang dahsyat itu pasukan muslimin sebenarnya sudah memperoleh kemenangan yang gemilang.

Namun, kemenangan tersebut berbalik menjadi kisah pilu, karena pasukan pemanah kaum muslimin yang tadinya ditempatkan di Bukit Uhud, tergiur barang-barang ghanimah kaum musyrikin yang sebelumnya sempat melarikan diri. Pasukan pemanah meninggalkan posnya dengan menuruni bukit.

Kaum musyrikin memanfaatkan kesempatan tersebut. Mereka menyerang balik pasukan kaum muslimin. Akhirnya pasukan Muslim terdesak mundur dan banyak yang gugur sebagai syahid.

Pelajaran bagi Kaum Muslimin

Perang Uhud menyisakan pelajaran dan hikmah yang luar biasa bagi perjalanan dakwah kaum muslimin hari ini.

Allah SWT berfirman, “Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman. (TQS Ali Imran: 137-139)

Imam Al-Qurthubi mengomentari ayat 137-139 dalam surah Ali Imran, “Ayat di atas mengandung ajakan untuk merenungkan nasib umat terdahulu yang telah mendustakan dakwah. Kehancuran dan kebinasaan yang dulu terjadi disebabkan kekufuran, kezaliman, dan kefasikan terhadap perintah-Nya.”

Begitu pun perang Uhud, perilaku menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya menjadi pertanda awal kekalahan kaum muslimin pada perang tersebut. Dan begitulah sunatullahnya sehingga Allah segera menghibur kaum muslimin untuk tidak bersedih dan bersikap pengecut karena sejatinya mereka adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya lantaran keimanan mereka.

Baca juga:  Kafir Quraisy Menginginkan Kehancuran Islam dan Kaum Muslimin

Perang Uhud Menjadi Pembeda antara Mukminin dan Munafikin

Ketika pasukan kaum muslimin sudah sampai di Asy-Syauth (sebuah kebun yang berada di antara kota Madinah dan bukit Uhud), Abdullah bin Ubay bin Salul—tokoh munafik—menarik diri dari rombongan pasukan perang beserta tiga ratus orang kaum musyrikin lainnya dengan alasan bahwa peperangan tidak akan terjadi.

Selain itu dia pun menyampaikan penolakan atas keputusan berperang di luar kota Madinah. Abdullah bin Amru bin Haram berusaha membujuk mereka namun tidak berhasil.

Ibnu Abbas berkata, “Allah menyebutkan empat hikmah atas peristiwa yang menimpa kaum muslimin di perang Uhud. Diketahuinya ilmu Allah dan ditampakkan kepada kaum muslimin. Memuliakan sebagian kaum muslimin dengan mati syahid yang mengantarkan mereka kepada derajat yang tinggi di sisi Allah. Membersihkan dan membebaskan kaum mukminin dari dosa dan dari kaum munafik. Membinasakan dan membasmi orang-orang kafir secara perlahan.

Menaati Pemimpin Sebagai Wasilah Meraih Kemenangan

Di babak pertama, kaum muslimin mendapatkan kemenangan dari perang Uhud. Namun kondisi berubah di saat instruksi pimpinan dalam hal ini Rasulullah Saw. sudah mulai dilanggar.

Petaka pun terjadi. Kaum muslimin diserang habis-habisan oleh pasukan musuh dan mengalami kekalahan dalam perang ini. Semua terjadi disebabkan sebagian pasukan tidak mengikuti arahan Nabi Muhammad Saw. dan tidak bersabar atas apa yang terjadi.

Baca juga:  Perang Uhud

Pemimpin wajib kita taati selama tidak keluar dari syariat. Patuh dan taat kepada pemimpin menjadi salah satu wasilah Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin. Sebaliknya di saat instruksi dilanggar, tentu kita menyaksikan sendiri bagaimana Allah menegur kaum muslimin akan sikap mereka seperti itu.

Rasulullah Saw. Memaafkan Pasukan Memanah

Allah SWT memerintahkan Rasulullah Saw. untuk memaafkan pasukan memanah. Dengan lapang dada dan penuh kasih sayang, maaf itu disampaikan oleh Rasulullah Saw. kepada para pasukan memanah. Allah SWT mengampuni mereka dan menyucikan mereka.

Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.(TQS Ali Imran: 152)

Hakikat Kemenangan

Kemenangan mutlak ada di tangan Allah, bukan milik seorang hamba atau siapa pun. Dalam Surat Al-Anfal ayat 10 disebutkan, “Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Baca juga:  Kafir Quraisy Menginginkan Kehancuran Islam dan Kaum Muslimin

Ketika Allah mendatangkan kemenangan, maka semua kekuatan di muka bumi ini tidak ada yang sanggup mencegah kemenangan tersebut. Begitu pun sebaliknya.

Allah SWT berfirman, “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.(TQS Ali Imran : 160)

Menaati Allah dan Rasul-Nya serta tidak keluar dari ketaatan itu merupakan fondasi utama meraih kemenangan.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (TQS Al Anfal : 45)

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.(TQS Al Anfal: 46) [MNews/Rgl] Disarikan dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan