Penaklukan-Penaklukan di Masa Kekhilafahan Umar bin Khaththab

MuslimahNews.com, TARIKH KHILAFAH – Selama kurang lebih 10 tahun masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab, Islam berhasil memperluas pengaruhnya ke wilayah-wilayah di luar Jazirah Arab melalui berbagai penaklukan yang dilakukan oleh pasukan-pasukan Muslim di bawah komando Khalifah Umar.

Menurut berbagai catatan sejarah, Umar bin Khaththab berhasil membebaskan banyak wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Imperium Romawi dan Persia.

Az-Zuhri berkata, “Umar diangkat menjadi khalifah pada hari meninggalnya Abu Bakar. Yaitu pada hari Selasa tanggal 22 Jumadil Akhir.”1

Umar pun menjalankan tugas kekhalifahannya dengan sebaik-baiknya. Pada masa kekhilafahannya terjadi banyak penaklukan wilayah.

Pada tahun 14 H, Damaskus ditaklukkan dengan jalan damai dan peperangan. Penaklukan kota Himsh dan Baklabakka dilakukan dengan cara damai, sedangkan Bashrah dan Aballah2 melalui peperangan.

Pada tahun 15 H, Yordania ditaklukkan melalui peperangan kecuali wilayah Thabariyyah yang dikuasai dengan jalan damai. Pada tahun ini pula terjadi perang Yarmuk dan Qadisiyah.

Ibnu Jarir berkata, “Pada tahun itu Sa’ad membangun kota Kufah. Kemudian Umar mewajibkan beberapa hal: Membangun perkantoran dan memberikan gaji khusus kepada orang-orang yang masuk Islam lebih dahulu.”

Pada tahun 16 H, kota Al-Ahwaz3 dan Al-Madain ditaklukkan. Pada saat itu Sa’ad melakukan salat Jumat di istana kaisar Iran (Iwan Kisra). Hari Jum’at tersebut adalah salat Jumat pertama yang dilakukan di Iraq. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Safar.

Di tahun itu juga terjadi perang Jalula’. Yazdajir III anak Kisra melarikan diri ke Ray di wilayah utara Iran. Pada tahun itu pula ditaklukkan kota Tikrit.4

Pada tahun 16 H, Umar mengadakan perjalanan keluar dan menaklukkan kota Baitul Maqdis. Pada saat itulah Umar menyampaikan pidatonya yang sangat terkenal di al-Jabiyah (sebuah desa di sebelah Barat Damaskus).

Pada tahun ini pula dibuka kota Qinnasrin dan Saruj dengan peperangan. Sedangkan kota Halb, Anthakiyah dan Manbaj serta Qarqaisya’ dengan cara damai. Pada Rabiulawal di tahun enam belas Hijriah inilah mulai ditulis penanggalan tahun Hijriah atas usulan Ali bin Abi Thalib.

Pada tahun 17 H, Umar memperluas masjid Nabawi. Pada tahun ini terjadi paceklik panjang sehingga sering kali di sebut tahun paceklik. Umar meminta Abbas untuk memimpin salat Istisqa’ dan memohon kepada Allah untuk menurunkan hujan.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Nayyar al-Aslami, Bahwa tatkala Umar hendak melaksanakan salat Istisqa’ di musim paceklik, dia keluar dengan menggunakan selendang Rasulullah.

Ibnu Sa’ad juga meriwayatkan dari Ibnu ‘Aun, dia berkata, “Umar memegang tangan Abbas kemudian dia mengangkatnya, seraya berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami bertawasul kepadamu dengan paman Nabi-Mu agar masa paceklik ini lepas dari kami, dan turunkanlah hujan kepada kami.’.”

Tak lama kemudian hujan pun turun dengan deras. Dan langit pun mendung beberapa hari. Pada tahun ini Ahwaz ditaklukkan dengan cara damai.

Pada tahun 18 H, Jundisabur ditaklukkan dengan cara damai dan Haiwan melalui peperangan. Pada tahun ini terjadi wabah penyakit pes, serta ditaklukkannya Raha, Simsath, Haran Nashibin dan sebagian Jazirah Arab melalui peperangan. Namun dikatakan juga bahwa kota-kota tersebut ditaklukkan dengan cara damai, Sedangkan Maosul dan daerah sekitarnya ditaklukkan dengan peperangan.

Pada tahun 20 H, Mesir ditaklukkan melalui peperangan, namun disebutkan bahwa Mesir ditaklukkan dengan cara damai kecuali Iskandariyah.

Ibnu Rabah berkata, “Wilayah Maghrib semuanya ditaklukkan melalui peperangan. Pada tahun ini Tustar dapat ditaklukkan dan Kaisar Romawi yang agung tewas. Di tahun ini pula Umar mengusir orang-orang Yahudi dari Khaibar dan Najran, kemudian membagikan Khaibar dan Wadi al-Qura kepada kaum Muslimin.

Pada tahun 21 H, Iskandariyah, Nahawand, dan Barqah ditaklukkan lewat peperangan. Pada tahun 22 H, Azerbaizan ditaklukkan dengan kekerasan, namun ada pula pendapat yang menyatakan bahwa Azerbaizan ditaklukkan dengan cara damai.

Kota-kota seperti Daynawar, Masibdzan, Hamdzan, Tripoli, Ray, Askar, dan Qaumas ditaklukkan lewat peperangan. Pada 23 H, ditaklukkanlah kota Karman, Sajistan, Makran yang merupakan daerah-daerah pegunungan. Juga Asfahan dan wilayah-wilayah sekitarnya. [MNews/Rgl]

Catatan kaki:

1 H.R.Al-Hakim.

2 Uballah/Aballah : Suatu daerah di pinggir Bashrah dekat pesisir kawasan teluk yang masuk ke dalam

wilayah Bashrah.

3 Al-Ahwaz adalah sebuah daerah yang mempunyai tujuh perkampungan antara Bashrah dan Persia, dan pada setiap kampung ada namanya yang terkumpul dalam Al-Ahwaz.

4 Tikrit adalah nama sebuah daerah yang terletak antara Baghdad dan Musil, tetapi lebih dekat ke Baghdad.

Sumber: Tarikh Al Khulafa’, Imam As Suyuthi

 

Tinggalkan Balasan