KeluargaPendidikan Anak

“Halqoh Kids” Bersama Ayah

Oleh: Ummu Fairuzah

MuslimahNews.com, OPINI – Keluarga adalah unit kehidupan terkecil dalam kehidupan masyarakat. Meski demikian bukan berarti masyarakat terbentuk dari susunan keluarga-keluarga.

Masyarakat terbentuk melalui interaksi yang terus menerus antar manusia karena adanya kesamaan pemikiran, perasaan dan peraturan kehidupan yang diterima semua pihak dengan qana’ah.

Sebagaimana Islam telah membentuk kekhasan masyarakat Islam, maka Islam juga akan memberikan corak tertentu dalam kehidupan keluarga Muslim.

 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (TQS at-Tahrim: 6)

Ayat ini berisi perintah untuk menjaga ketaatan dalam kehidupan keluarga, dengan menjadikan syariat berupa perintah dan larangan sebagai guide dalam kehidupan keluarga. Dan pihak yang menjadi penanggung jawab dalam menjaga ketaatan keluarga adalah ayah.

Keutamaan Keluarga Ibrahim as.

Nama Nabi dan Rasul yang disandingkan langsung bersama nama Rasulullah Saw. adalah Nabi Ibrahim As. Setidaknya setiap hari dalam setiap shalat fardu dipanjatkan selawat.

Karena keteladanan dalam membangun keluarga yang baik (khair al-usra). Teladan dalam perjuangan Nabi Ibrahim as. menjadi ayah yang dihormati anak keturunannya. Allah SWT memuji keluarganya sebagaimana keluarga Imran yang “dinobatkan” Al-Qur’an dalam surah Ali Imran ayat 33,

Baca juga:  Percaya Diri, Segalanyakah bagi Anak?

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (pada masa mereka masing-masing).”

Nabi Ibrahim bergelar Khalilullah (Kesayangan Allah). Beliau as. melahirkan keturunan para Nabi dan Rasul, beberapa di antaranya Ismail, Ishak, Yakub.

Di antara keturunan Nabi Ibrahim yang terkemuka adalah keluarga Ismail, dan keluarga Imran, yaitu Isa dan Ibunya, Maryam binti Imran keturunan Yakub. Dan kenabian ditutup dengan seorang putra dari keturunan Nabi Ismail yaitu Muhammad Saw.

Membangun Kepemimpinan Seorang Ayah

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…” (QS an-Nisa: 34)

Seorang ayah adalah imam dan qawwam menurut konsep pendidikan anak dalam Islam. Sebagai imam, seorang ayah diteladani, diikuti, ditiru anggota keluarganya.

Adapun sebagai qawwam, seorang ayah membimbing istri dan anaknya dalam menegakkan syariat. Ada keterlibatan ayah dalam mendidik, memotivasi, menjadi coach sekaligus trainer. Sebab yang memegang desain pendidikan anak dan istri haruslah seorang ayah.

Ayah berkewajiban mengenali anak-anaknya dan mampu membersamai tumbuh berkembangnya menjadi manusia dewasa yang siap menjalani hidup di masa depan sesuai jalan hidup yang Allah berikan bagi masing-masing anaknya.

Baca juga:  Melatih Anak Taat Syariat

Seorang ayah akan membawa anak untuk terlibat dalam kebenaran dan menjaga dari segala keburukan. Membawa ilmu yang benar dan mencontohkan amal yang benar dan konsisten dalam kehidupan keluarga. Di bawah bimbingan ayah, anak mampu memilah dan memilih antara yang hak dan batil.

Ayahku, Musyrifku

Bentuk pendidikan yang langsung dicontohkan Rasulullah Saw. sejak mula pertama kedatangan Islam adalah halqoh. Di rumah Arqam ( sehingga dikenal Daarul Arqam) para sahabat dan shahabiyah ditempa dalam halqoh langsung di bawah bimbingan Rasulullah.

Setiap ayat-ayat turun Rasulullah menyampaikan lafaznya dan menjelaskan maknanya serta bagaimana mengamalkannya. Maka lahirlah generasi pertama Islam yang memiliki kepribadian Islam yang kokoh.

Demikianlah seharusnya para ayah meneladani Rasulullah Saw. dalam kehidupan keluarga. Di rumah ayah membangun pembiasaan baik berupa halqoh bagi ananda sejak dini.

Ayah yang langsung menjadi musyrifnya, sementara ibu dan anak-anak menjadi anggota halqoh-nya. Ayah memiliki silabus pembelajaran yang didesain khusus sesuai kebutuhan anak-anak. Ya, halqoh kids bersama ayah sangat penting.

Selain untuk membentuk pembiasaan bagi anggota keluarga agar mencintai syariat menuntut ilmu, belajar disiplin dan adab dalam bermajelis, halqoh kids akan menguatkan figur kepemimpinan ayah.

Baca juga:  Agar Anak Cinta Bahasa Arab

Betapa banyak ayah berdakwah di masyarakat pagi sampai malam, namun melupakan tanggung jawab membimbing keluarga dengan pemikiran Islam? Halqoh bersama ibu itu sudah biasa. Halqoh bersama ayah itu baru luar biasa. Wallaahu a’lam. [MNews/Juan]

3 komentar pada ““Halqoh Kids” Bersama Ayah

  • Siti Khairani

    Masya Allah Abi yg tangguh dan cerdas

    Balas
  • Hamidah

    Semoga Allah mudah kan kita dalam mendidik anak2 kita mnjdi anak yg soleh. Aamiin

    Balas
  • Yani Suryani

    Semoga kelak akan berkumpul di surga… Aamiin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *