Dampak dari Pemilihan Presiden AS (Bagian 3/3): Antara Demokrasi yang Cacat dan Islam Sistem Sahih

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL – Sambungan dari “Dampak dari Pemilihan Presiden AS (Bagian 2/3): Pemilu AS dan Kondisinya Kini”

Kelima:

Ringkasnya adalah bahwa apa yang terjadi di Amerika Serikat pantas untuk diperhatikan dan dicermati jalannya perkara dan kejadiannya:

1- Demokrasi yang selalu didendangkan Amerika, sedang dihancurkan hari ini secara eksplisit di bawah dalih yudisial dan hukum, untuk mengurangi keburukan dari apa yang dilakukan Presiden Trump untuk mempertahankan kekuasaan.

Amerika terbuka terhadap semua kemungkinan dan tindakan pembalasan. Jadi, presiden berikutnya adalah kandidat pemenang (Joe Biden). Dan kandidat yang kalah mungkin saja Presiden Trump saat ini, yang akan mempertahankan masa jabatan kedua.

Siapa pun presiden berikutnya, dia akan membalas dendam kepada pihak kedua, lebih dekat ke arah “mematahkan tulang daripada menekuk lengan”. Dengan begitu, Amerika berada di ambang kekacauan dan terjun ke dalam keprihatinan dan masalah-masalah internal.

Tidak terkecuali skenario menempatkan Amerika di jalan menuju disintegrasi, yang mana di situ ada Texas sebagai pusat bagi Trump, Partai Republik, dan perusahaan-perusahaan pendukungnya.

Dan di dalamnya, ada California sebagai pusat untuk Biden dan Demokrat, serta perusahaan-perusahaan pendukungnya. Dan ini tidak hanya terbatas pada dua bulan tersisa masa jabatan Trump ini, melainkan akan berlanjut setelah itu.

2- Cacat sistem kapitalis demokratis melekat inheren di dalamnya. Orang yang memeriksanya dengan mata yang tajam dan telinga yang sadar, baginya hal itu akan tampak jelas.

Tampak nilai-nilai yang paling menonjol dalam sistem kapitalis demokratis adalah utilitarianisme (asas manfaat), yakni kepentingan-kepentingan material. Dan ini diputuskan–langsung atau tidak langsung– oleh presiden sesuai wewenangnya dan pengaruh partainya di dewan perwakilan.

Baca juga:  Amerika Datang, Demi Apa?

Oleh karena itu, keputusan yang ditentukan berbeda sesuai derajat manfaat dan kualitasnya, antara satu presiden dengan presiden lainnya.

Bagi seorang presiden, dia merealisasi manfaat sesuai keinginannya. Sehingga [tatkala] dia mengeluarkan keputusan positif, dan oleh presiden lain (presiden sebelum atau sesudahnya) tidak sesuai dengan keinginannya bahkan merugikan, [maka akan] dicegah atau dibatalkan pada masing-masing. Menegaskan dia menerapkan sistem kapitalis demokratis dan mematuhi konstitusi buatan manusia.

Masing-masing berjalan berdasarkan hawa nafsunya sendiri! Misalnya, begitu dia menerima tampuk kekuasaan pada 20/1/2017, Ppresiden baru saat itu yakni Trump, menghancurkan apa yang telah dibangun pemerintahan Obama secara tajam. Dia membatalkan asuransi kesehatan “Obama Care”.

Dia menarik diri dari perjanjian Paris untuk iklim, dan ini demi kepentingan perusahaan minyak dan energi Amerika. Dia menolak seruan-seruan apa pun untuk membatasi kepemilikan senjata di Amerika.

Dia mencoba untuk memberlakukan banyak pembatasan pada perusahaan teknologi Amerika, seperti sensor elektronik, dan dia mencoba untuk membawanya meninggalkan Cina dan lain-lain.

Semua ini tidak seperti Presiden Obama sebelumnya. Juga tidak seperti saingan elektoralnya Joe Biden yang menyatakan kebalikan dari ini sepenuhnya.

Biden mendukung asuransi (jaminan) kesehatan, berusaha untuk membatasi kepemilikan senjata. Dan Biden mengumumkan kebijakan ideologis untuk partainya dan negaranya jika dia menerima tampuk kekuasaan dengan kembali kepada politik perubahan iklim, yaitu menentang kepentingan perusahaan minyak.

Bahkan [Biden] mengenakan lebih banyak pajak terhadap mereka, pajak yang telah dikurangi Trump, sesuatu yang menempatkan dia dan perusahaan-perusahaan teknologi di belakangnya berada dalam konflik tajam dengan perusahaan minyak dan energi.

Baca juga:  Lonceng Kematian Rezim Demokrasi di Berbagai Belahan Dunia

Demikian juga perusahaan senjata yang Biden berencana untuk mengumpulkan sebagian besar anggaran negara darinya, dll.

Perlu diketahui, perusahaan minyak utama Amerika terkonsentrasi di Texas, sedangkan perusahaan teknologi besar terkonsentrasi di Lembah Silikon California. Ini tercermin dalam pandangan masing-masing, baik dari Partai Republik maupun Demokrat di Texas dan California.

Begitulah, kepentingan-kepentingan kapitalis bertabrakan antara pemilik perusahaan teknologi yang ingin terbuka dan “global”; dengan perusahaan minyak, industri, dan pertanian yang ingin perlindungan dari persaingan Cina untuk menghentikan kerugian mereka.

Presiden dan para pembantunya mendukung perusahaan-perusahaan tersebut, dan ini sesuai dengan standar kemanfaatan yang mereka lihat bisa merealisasi kepentingan mereka, bahkan meskipun pesaing mereka melihatnya sebagai bahaya.

Semua yang diuntungkan dan dirugikan mengatakan, mereka menerapkan sistem kapitalis. Sudah cukup sistem ini sebagai sistem yang buruk, bahwa kedua ekstrem “untung dan rugi”. Setara, sesuai keinginan para pelaksananya.

3- Adapun mengapa kerugian ini belum terlihat mencolok di Amerika Serikat kecuali dalam situasi kedua lawan ini, Trump dan Biden, hal itu karena tiga alasan:

Pertama: Masing-masing pihak, baik yang menang dan yang kalah, memiliki pendukung khalayak yang luas dari orang-orang yang mendapat manfaat dari keuntungan mereka.

Jadi, kemanfaatan adalah nilai terbesar dalam kapitalisme. Pada saat yang sama, jika lawan menjadi presiden, kemunduran akan menggantikan keuntungan itu, dan inilah yang ada di dalamnya.

Kedua: Rezim yang berlaku di dunia adalah rezim kapitalis dan mereka lebih buruk daripada rezim Amerika.

Oleh karena itu, setiap perbandingan yang dibuat warga negara Amerika dengan rezim-rezim lain, ditemukan keburukan rezim Amerika lebih sedikit daripada keburukan rezim lain, sehingga dia menerima apa yang ada padanya dan melihatnya sebagai yang lebih ringan dharar-nya di antara dua dharar!

Ketiga: Tidak ada sistem sahih yang menghadang Amerika dan sistem kapitalis, sehingga menjadi jelas bagi mereka bagaimana sistem yang haq itu, lawan dari sistem mereka yang batil.

Baca juga:  Lagi, Trump Menunjukkan Wajah Asli Amerika

Seandainya sistem Islam diterapkan di bumi, niscaya sistem Islam akan memenuhinya dengan kebaikan dan keberkahan, keadilan, dan ketenteraman.

Niscaya kepercayaan manusia terhadap sistem kapitalis akan terguncang dan mereka mencari kebaikan di Daulah Khilafah, Daulah Islam, negara yang tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Saw. utusan Allah SWT.


Akhirnya kami katakan, jika kebatilan memiliki satu putaran, maka kebenaran memiliki putaran dan putaran, terutama karena di tengah umat ada partai Hizb ut-Tahrir yang menyambung malam dengan siangnya hingga fajar al-Khilafah bersinar kembali, sehingga singgasana thaghut di Timur dan Barat akan runtuh.

Mahabenar Allah yang Mahaagung yang berfirman,

﴿وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ * وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ﴾

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.” (TQS Ali Imran [3]: 141). [MNews/Rgl]

Sumber: https://mediaumat.news/dampak-dari-pemilihan-presiden-asran, terutama karena di tengah umat ada partai

2 thoughts on “Dampak dari Pemilihan Presiden AS (Bagian 3/3): Antara Demokrasi yang Cacat dan Islam Sistem Sahih

  • 1 Desember 2020 pada 03:44
    Permalink

    Semakin trbongkar kebobrokan kapitalisme dan smakin trlihat kebenaran islm.smg kita bs istiqomah mmperjuangkn tegaknya aturan alloh di muka bumi ini.allohu akbar

Tinggalkan Balasan