Pakar Hukum: Demokrasi akan Ditinggalkan Umat dan Mati Selamanya

MuslimahNews.com, NASIONAL – “Apakah demokrasi akan mati? Ataukah sejatinya demokrasi telah sejak lama mati? Yang dihidupkan hanyalah “Mitos Kedaulatan Rakyat” agar publik tetap terkesima dan mengerubuti demokrasi, membanggakan dan mengadopsinya untuk mengatur pemerintahan dengan asas sekularisme.”

Demikian disampaikan pengamat hukum, Ahmad Khozinudin, mengomentari hangatnya perbincangan publik mengenai buku How Democracies Die karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt. Hal ini sebagaimana ia tulis di akun media sosialnya pada Senin (23/11/2020) lalu.

Ia menjelaskan, demokrasi telah meletakkan kekuasaan untuk memerintah, melarang, dan memberi sanksi bagi yang tidak melaksanakan perintah atau melanggar larangan berdasarkan kedaulatan rakyat, hukum rakyat. Dalam demokrasi, DPR dianggap sumber kedaulatan yang mewakili kedaulatan rakyat.

“Pada praktiknya, apakah DPR mewakili rakyat? Apakah UU yang dikeluarkan keinginan rakyat? Apakah, produk peraturan perundangan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat?” tanyanya lebih lanjut.

“Atau kalaupun kewenangan legislatif itu diterobos Presiden dengan Perppu, apakah Perppu itu benar-benar mencerminkan kehendak rakyat?” ungkapnya retoris.

Menurut Khozinudin, faktanya sistem demokrasi meletakkan kedaulatan di tangan kapitalis yang dilaksanakan oligarki. UU yang dibentuk bukan mencerminkan kehendak rakyat, tetapi kehendak kapitalis dan oligarki politik, baik pengusaha, partai politik, para kapitalis asing dan aseng, maupun organ kekuasaan eksekutif dan legislatif.

Baca juga:  [Editorial] Biang Kerok Ketidakadilan itu bernama "Sistem Kapitalisme NeoLiberal"

“Mereka ini yang menentukan corak perundang-undangan bukan rakyat. Dan ini terjadi sejak dahulu, baik di negeri ini maupun di Amerika sebagai negara kampiun demokrasi. Praktiknya sama,” kritiknya.

Di era ini, lanjutnya, oligarki tersebut kian rakus hingga tak menyisakan sedikit pun bagi kepentingan rakyat. Semua ide kekuasaan dan pembentukan peraturan perundang-undangan hanya untuk mengabdi kepada kaum kapitalis, bukan kepada rakyat.

“Jika sebelumnya ada sharing kepentingan antara oligarki dan rakyat, pada era ini semua dikooptasi oligarki. Demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya yakni kedaulatan rakyat, tak pernah wujud sempurna. Yang berdaulat adalah kapitalis, kaum oligarki,” tegasnya.

Khozinudin menjelaskan berbeda dengan Islam. Islam meletakkan kedaulatan di tangan syara’. Halal haram, perintah dan larangan, semua wajib bersumber dari dalil yakni Al-Qur’an dan Sunah serta apa yang ditunjuk oleh keduanya berupa ijmak sahabat dan qiyas syar’i.

“Dalam Islam, baik kedaulatan rakyat maupun kedaulatan kapitalis, keduanya haram. Sebab, hanya Allah SWT yang berhak membuat hukum, memerintah, dan melarang manusia,” tegasnya.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-A’raf ayat 54 dan Al maidah ayat 50.

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Baca juga:  Ranah Politik Perempuan Ala Demokrasi

“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.”
(QS al-A’râf: 54)

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS al-Mâ’idah: 50)

Khozinudin menyatakan demokrasi secara materiil (materiel) telah mati, secara formil (formal) sebentar lagi akan mati. Sebab, umat Islam tak menginginkan demokrasi.

“Umat Islam tak mau diperintah dengan kedaulatan rakyat apalagi kedaulatan kapitalis. Umat Islam hanya rida diperintah dengan hukum Allah SWT,” tegasnya.

Oleh sebab itu, kini umat Islam sedang fokus memperjuangkan syariat Islam, kedaulatan Allah SWT, dengan berjuang mengembalikan sistem pemerintahan yang sesuai dengan aturan Allah SWT, yakni Khilafah.

“Saat Khilafah tegak, secara formil dan materiil demokrasi akan ditinggalkan oleh umat Islam dan mati untuk selama-lamanya,” tandasnya. [MNews/Gz]

2 thoughts on “Pakar Hukum: Demokrasi akan Ditinggalkan Umat dan Mati Selamanya

Tinggalkan Balasan