[Nafais Tsamarat] Antara Dua Kesabaran

MuslimahNews.com, NAFAIS TSAMARAT – Sabar melawan hawa nafsu lebih sulit daripada sabar menghadapi pertempuran dan lebih besar pahalanya.

Pemberani yang maju ke medan pertempuran, ia sedang mengunyah nikmatnya kemenangan dengan gerahamnya. Sehingga apabila telah ada pertempuran sengit, jiwanya bersemangat dan bergelora.

Sementara orang mukmin yang berperang melawan hawa nafsu, ia sedang menelan pahitnya larangan (meninggalkan perkara-perkara haram). Sehingga apabila ia bersih kokoh pada kesabaran, jiwanya berpaling dan menangis.

Pemberani yang berperang melawan musuh-musuhnya-maka itu dilakukan bisa saja-karena riya (hipokrit), sum’ah (gila hormat), fanatisme, dan berharap rida Allah.

Namun, orang mukmin itu tidak berperang melawan hawa nafsunya, kecuali karena ketaatan dan semata-mata berharap rida Allah.

[Mushtafa as-Siba’i, dalam kitabnya Hakadza Allamatni al-Hayah ‘Begitulah Kehidupan Mengajariku’] [MNews/Gz]

Baca juga:  Ibu, Sabar Pahalanya Tiada Batas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *