[Hadits Sulthaniyah] Ke-1: Khalifah Adalah Pemimpin Kaum Muslim

MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ تَكْثُرُ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

“Dahulu Bani Israil selalu dipelihara urusannya oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, digantikan oleh Nabi yang lain. Dan sesungguhnya tidak akan ada Nabi lagi sesudahku. (Tetapi) akan ada banyak Khalifah.”

Para Sahabat bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?”

Beliau menjawab, “Penuhilah baiat yang pertama, dan yang pertama itu saja. Berikanlah kepada mereka haknya, karena Allah nanti akan menuntut pertanggungjawaban mereka terhadap rakyat yang dibebankan urusannya kepada mereka.” (HR Bukhari No. 3196)

Penjelasan:

a. Kata ‘’tasusuhum” – yaitu mengatur urusan mereka/selalu dipelihara urusannya, menunjukkan bahwa para Nabi sebelum Muhammad Saw. juga menerapkan hukum kepada para pengikut mereka. Dengan kata lain, mengatur urusan mereka dengan aturan yang diturunkan Allah SWT kepada
mereka.

b. Kata “Khulafa” adalah bentuk jamak dari kata “Khalifah”, dan kata kerja “yaktsurun” –akan ada banyak– menunjukkan bahwa akan ada banyak Khalifah setelah Rasulullah. Dengan demikian, hadis ini memberikan bantahan atas pendapat yang menyatakan Khilafah hanya ada pada masa (empat) Khulafa ar-Rasyidin saja.

Baca juga:  Hubungan Antara Imam Mahdi dan Khilafah

c. Memang ada sebuah riwayat (hadis) yang menjelaskan Khilafah berlangsung selama 30 tahun. Akan tetapi, menurut Syekh Ibnu Taimiyah, hadis tersebut hanya menunjukkan suatu masa (periode) Khilafah yang benar-benar mengikuti Sunah dan berjalan sesuai metode Nabi (yaitu masa Khulafa ar-Rasyidin).

Jadi, hadis tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi bahwa (periode) Khilafah hanya berusia
30 tahun.

Dengan cara (menggabungkan pemahaman) tersebut, maka kedua hadis tersebut dapat
dipahami secara utuh.

d. Sebagaimana penjelasan Imam Nawawi, frasa “Penuhilah baiat yang pertama dan yang pertama itu saja” menunjukkan dalam satu masa (periode), kaum muslim hanya diperbolehkan memiliki seorang Khalifah saja.

Dan baiat yang diberikan kepada orang lain (yang mengaku sebagai Khalifah tandingan), sementara telah ada seorang Khalifah, dianggap sebagai baiat yang tidak sah. [MNews/Gz]


Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010. Dengan penyesuaian redaksi.


 

Tinggalkan Balasan