Islam Moderat Mengukuhkan Demokrasi, Menghalangi Kebangkitan Islam

Oleh: Najmah Saiidah

MuslimahNews.com, FOKUS – Arus penyebaran opini Islam moderat semakin masif. Opini Islam yang digambarkan sebagai agama yang santun, terbuka, damai, toleran, dan tidak radikal ini tidak hanya disebarkan dan ditanamkan ke tengah-tengah umat melalui lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat, tapi sudah merambah ke berbagai lembaga pemerintahan dan ormas Islam.

Bahkan, saat ini media sosial menjadi sarana yang sangat masif menyuarakan Islam moderat. Pemerintah pun dengan terang-terangan membungkam rakyatnya yang menampakkan indikasi dukungan terhadap perjuangan Islam ideologis, dengan memersekusi mereka dengan dalih deradikalisasi.

Sepintas gagasan “Islam Moderat” merupakan gagasan yang seolah-olah positif dan elegan. Akan tetapi, setelah ditelusuri, kampanye “Islam moderat” tidak lepas dari peristiwa WTC 11 September 2001, di mana kelompok Muslim dituduh bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Akhirnya umat Islam menjadi tertuduh, dan diciptakanlah istilah “Islam Radikal” untuk menggiring kaum Muslim agar menerima istilah “Islam moderat”.

Islam Moderat Mengukuhkan Demokrasi

Islam moderat adalah bentukan Barat yang dijadikan alat untuk menjajah negeri-negeri Islam, terutama negeri-negeri yang kental perjuangan dakwah ideologisnya.

Karakter muslim moderat yang dibentuk Barat adalah seseorang yang menerima budaya Barat, yakni mendukung demokrasi, mengakui HAM (termasuk kesetaraan gender dan kebebasan beragama), menghormati sumber hukum nonagama, dan/atau menentang terorisme dan kekerasan (sesuai tafsiran Barat).

Sehingga, seseorang yang menyebut dirinya sebagai muslim moderat akan menolak pemberlakuan hukum Islam kaffah, toleran terhadap penyimpangan akidah, tidak mau menghakimi pelaku maksiat, serta menganggap Islam tak berbeda dengan aturan lain.

Sebagai negara pertama, AS memang merancang pendekatan yang amat halus dalam upaya ini, dengan menyebutnya sebagai pertarungan ideologi antara Islam dan Kapitalisme. Cheryl Benard –peneliti RAND Corporation– menyebutkan dunia Islam harus dilibatkan dalam pertarungan tersebut dengan menggunakan nilai-nilai (Islam) yang dimilikinya.

AS harus menyiapkan mitra, sarana, dan strategi demi memenangkan pertarungan. Tujuannya adalah mencegah penyebaran Islam politik, menghindari kesan bahwa AS “menentang Islam,” dan mencegah agar masalah ekonomi, sosial, dan politik tidak akan menyuburkan radikalisme Islam.

Tragisnya, rancangan Rand Corporation menjadikan Indonesia sebagai poros Islam moderat dan sebagai penjaganya. Itulah mengapa Islam moderat terus dipropagandakan secara masif di negeri ini.

Tidak dimungkiri terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS baru-baru ini, menjadikan sebagian pihak menyambut baik, karena seperti ada secercah harapan untuk memberi dukungan pada Islam.

Pernyataannya di masa kampanye menyiratkan hal demikian, sampai-sampai mengutip salah satu hadis Rasulullah Saw. yang sepintas lalu menunjukkan adanya simpati kepada kaum muslimin, berbeda dengan Trump.

Akan tetapi jika kita dalami lebih rinci, sesungguhnya tidak demikian. Karena sebenarnya sikap Amerika terhadap dunia Islam itu sama saja baik partai Demokrat maupun Republik, karena mereka memiliki cetak biru yang harus diikuti, memiliki khiththah politik yang dijadikan pakem sebagai negara kapitalisme global dengan strategi imperialismenya. Yang membedakan hanya gaya kepemimpinannya saja.

Sebagaimana sebelumnya, bisa diperkirakan bahwa Amerika akan tetap berada di balik Israel dan tidak akan pernah berpaling dari Israel, demikian halnya sikap Amerika terhadap dunia Islam. Bagaimanapun Amerika sebagai negara kapitalis, akan tetap menganggap dunia Islam sebagai batu sandungan dan ancaman baginya dalam menyebarkan ideologi kapitalisme.

Dunia Islam tetap menjadi semacam lawan tanding Amerika pascaruntuhnya komunisme. Karenanya dalam upaya untuk memperkuat hegemoni Amerika di dunia, ia harus bermain cantik agar dunia Islam bersimpati padanya. Untuk itu pendekatan kepada dunia Islam saat ini, tidak akan lepas dari rekomendasi dari Rand Corporation.

Karenanya, kalaupun Biden menyatakan akan lebih lunak terhadap Islam, maka yang dimaksud adalah Islam moderat, ia tetap akan memusuhi perjuangan Islam kaffah. Mengapa? Karena perjuangan Islam Kaffah adalah ancaman bagi negara pertama, ancaman bagi Amerika! Sesungguhnya, dengan Islam Moderat inilah, Amerika akan menjegal perjuangan umat Islam yang ikhlas.

Islam Moderat Bertentangan dengan Islam

Ide Islam Moderat pada dasarnya adalah bagian dari rangkaian proses sekularisasi pemikiran Islam ke tengah-tengah umat, yang diberi warna baru. Ide ini menyerukan untuk membangun Islam inklusif yang bersifat terbuka, toleran terhadap ajaran agama lain, menyusupkan paham pluralisme yang memandang semua agama benar.

Hal ini karena Islam moderat bersumber pada kaidah “qabulul akhar”, menerima yang lain secara terbuka dan tidak mengklaim kebenaran diri sendiri, menganggap perbedaan adalah hal lumrah.

Padahal, sudah sangat jelas bahwa Al-Qur’an QS Ali ‘Imran: 19 menegaskan Innaddiina ‘indallaahi Al-Islam (agama yang mulia di sisi Allah hanyalah Islam). Maka, sangat jelas pluralisme haram bagi kaum muslimin.

Dari sinilah kita mendapati penganut Islam moderat memberlakukan toleransi melampaui batas yang telah digariskan oleh Islam. Bahkan murtadnya seseorang ataupun menjadi ateis dianggap sebagai hak seseorang.

Di samping itu, tampak jelas gagasan Islam moderat ini mengabaikan sebagian dari ajaran Islam yang bersifat qath’i. Baik dari sisi redaksi (dalâlah) maupun sumbernya (tsubût), seperti: superioritas Islam atas agama dan ideologi lain (QS Ali Imran: 85); kewajiban berhukum dengan hukum syariat (QS al-Maidah: 48); keharaman wanita muslimah menikah dengan orang kafir (QS al-Mumtahanah 10); dan kewajiban negara memerangi negara-negara kufur hingga mereka masuk Islam atau membayar jizyah (QS at-Taubah: 29).

Islam memerintahkan kita untuk masuk ke dalam Islam secara syariat. Artinya, wajib bagi kita untuk menerapkan seluruh aturan Islam, tanpa kecuali.

Islam Moderat, Menghalangi Kebangkitan Islam

Umat Islam wajib menyadari, pemilahan Islam menjadi moderat, fundamentalis radikal dan sebagainya adalah demi kepentingan Barat, yakni untuk memunculkan satu kelompok Islam dan menekan kelompok Islam yang lain. Dengan begitu, Barat berambisi hanya ada satu Islam, yakni Islam yang mau menerima ideologi, nilai-nilai, dan peradaban Barat serta berbagai kepentingan mereka.

Pengotak-ngotakan seperti ini sebenarnya murni merupakan bagian dari strategi Barat untuk menghancurkan Islam, sebagaimana dituangkan dalam dokumen Rand Corporation. Strategi penghancuran ini dibangun dengan dasar falsafah “devide et impera” atau politik pecah belah. Dengan demikian, penjajahan atas kaum muslim dapat tetap langgeng.

Dari sini, tampak nyata betapa bahayanya pemikiran Islam moderat, karena gagasan ini, pelan tapi pasti, tidak hanya mengebiri Islam yang sejatinya merupakan ideologi (mabda) — yakni agama yang memiliki pemikiran (fikrah) dan bagaimana cara mewujudkan pemikiran-pemikirannya (thariqah), menjadi sekadar kumpulan pemikiran saja. Sehingga Islam pun berubah menjadi sekadar agama ruhiyah yang dihilangkan sisi politisnya sebagai solusi seluruh aspek kehidupan.

Lebih dari itu, ide Islam moderat ini telah berhasil memolarisasi umat Islam dalam berbagai faksi pemikiran hingga tataran keyakinan, yang menjadikan umat Islam berpecah belah dan makin jauh dari Islam. Inilah yang akan menjadi penghalang perjuangan penegakan sistem Islam dan justru melanggengkan kekufuran.

Islam moderat telah digunakan untuk menghalangi upaya penegakan syariat dan Khilafah. Hal ini sama saja dengan menghalangi terjadinya kebangkitan Islam.

Musuh-musuh Islam sangat menyadari bahwa tegaknya Khilafah akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia, melindungi dan membebaskan umat dari ketertindasan, dan menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia. Tentu hal ini akan mengancam dominasi dan eksistentsi mereka.

Oleh sebab itu, tegaknya kembali Khilafah harus mereka cegah. Salah satunya dengan menggunakan politik belah bambu tadi. Mereka berupaya keras agar umat Islam dijauhkan dari aturan Islam dengan menerapkan sistem demokrasi kapitalis, sistem yang diterapkan hari ini yang jelas-jelas membawa umat Islam pada kehancuran, penjajahan, dan kehinaan. Sekaligus menjauhkan kaum Muslimin dari karakternya sebagai sebaik-baik umat (khairu ummah) dan pionir peradaban, sebagaimana pernah tersemat di pundak mereka selama belasan abad.

Khatimah

Telah sangat jelas ide Islam moderat bukan dari Islam, terlebih lagi bahaya ide ini sangat nyata. Penyebaran paham ini akan melanggengkan demokrasi dan penjajahan Barat, selanjutnya akan memecah belah persatuan umat, memalingkan perjuangan kaum muslimin, dan menjauhkan penerapan Islam kaffah, serta semakin melanggengkan penjajahan Barat.

Alih-alih bisa membawa umat kepada kebangkitan, justru yang terjadi adalah akan semakin menjauhkan umat dari kebangkitan. Umat Islam harus membendung pemikiran Islam moderat dari akarnya dan membuangnya jauh-jauh.

Allah SWT memerintahkan kita untuk mengamalkan Islam secara kaffah, ajaran Islam yang dicontohkan dan dibawa Rasulullah Muhammad Saw.. Bukan Islam moderat apalagi demokrasi, baik menyangkut kehidupan pribadi, keluarga, maupun ketika bermasyarakat dan bernegara.

Dengan kata lain, kita diminta untuk mengatur seluruh urusan kehidupan dengan Islam. Sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.(TQS Al-Baqarah [2]: 208). Wallahu a’lam bishawwab. [MNews/Gz]

2 thoughts on “Islam Moderat Mengukuhkan Demokrasi, Menghalangi Kebangkitan Islam

  • 21 November 2020 pada 05:34
    Permalink

    Ide Islam moderat justru akan menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam itu sendiri.
    Toleransi yang Kebablasan pada akhirnya akan mengikuti milah” mereka (kaum kafirun). Astaghfirullahalazim…

    Balas
  • 20 November 2020 pada 21:46
    Permalink

    #WeNeedKhilafah
    #IslamKaffahSolution

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *