[Kumpulan Tanya-jawab] Demokrasi, Halalkan Hina Nabi Muhammad Saw.

Hanya Boikot Produk tapi Tidak Pemikirannya

Saya mau bertanya Ustazah, bagaimana dengan pendapat orang yang hanya memboikot produk-produk makanan minuman dari Prancis saja. Padahal ide-ide pemikirannya yang lebih berbahaya. Bagaimana menurut Ustazah? Jazakillah khairan. (Rinda, Tangerang Selatan)

Assalamu’alaykum Ustazah, seperti beberapa tahun ke belakang, pemboikotan juga dilakukan masih karena hal yang sama yaitu penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw. Tetapi setelah hal itu terjadi, selang beberapa tahun kemudian, penghinaan tersebut terulang. Seharusnya kita berkaca dari pengalaman itu agar tidak terulang lagi di masa datang. Bagaimana menurut Ustazah? (Imas Royani, Sumedang)

Assalamualaikum saya mau bertanya. Apakah memboikot produk Prancis itu, bisa menimbulkan efek jera? (Irna Ali, Ternate, Maluku Utara)

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Wa’alaykumussalam wr.wb. Boikot produk dari negara yang melakukan penistaan terhadap Islam atau Rasulullah Saw memang sudah berkali-kali terjadi. Apakah menimbulkan efek jera? Ternyata tidak. Mengapa? Boikot produk dilakukan hanya sebagian negeri Muslim seperti Turki, Kuwait, Qatar dsb, sementara negeri-negeri muslim lainnya seperti Indonesia tidak melakukan pemboikotan secara resmi melainkan hanya secara individual saja.

Dengan demikian, boikot produk ini tidak bisa dijalankan secara efektif. Biasanya boikot ini juga tidak berlangsung lama, saat masalahnya sudah mendingin, boikot juga melonggar. Sekalipun demikian, boikot produk ini silakan untuk dilaksanakan, untuk menunjukkan sikap perlawanan kita kepada negara yang memusuhi Islam.

Namun, boikot produk ini harus kita sertai dengan langkah-langkah lain. Benar apa yang ditanyakan Rinda dari Tangerang, produk pemikiran Prancis sebenarnya lebih krusial untuk diboikot. Kita ingat Prancis adalah negara pertama yang membangun konsep negara demokrasi berdasarkan kedaulatan rakyat.

Pemikiran-pemikiran nasionalisme, sekularisme, liberalisme, pemisahan kekuasaan, HAM, dan sebagainya adalah produk-produk pemikiran yang lahir di Prancis lantas diekspor ke seluruh dunia, termasuk negeri-negeri kaum muslimin. Bahkan ide ini diajarkan secara resmi di negeri-negeri muslim melalui kurikulum sekolah. Maka, pemikiran-pemikiran beracun ini lebih layak untuk diboikot.

Boikot bisa menjadi cara yang efektif untuk memberi sanksi bila boikot ini dilakukan suatu negara yang besar; Negara yang memiliki sumber daya dan produk yang banyak dibutuhkan negara-negara lain; Negara yang memiliki daya tawar dan daya saing tinggi dalam konstelasi perekonomian dan perpolitikan dunia. Bila negara ini melakukan boikot kepada negara lain dengan tidak menjual bahan baku dan produknya, maka negara lain akan bertekuk lutut padanya sehingga tidak akan berani menentangnya.

Gambaran negara yang kuat ini hanya bisa direalisasikan Negara Islam Khilafah Islamiyah. Untuk menghentikan penghinaan yang terus menerus kepada Islam atau Nabi Muhammad Saw., atau kepada umatnya, satu-satunya jalan adalah menyatukan langkah umat untuk bersama-sama menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah. [MNews]

Demokrasi Hipokrit?

Apakah terulangnya penghinaan terhadap Rasulullah atau Syariat Islam itu menunjukkan demokrasi yang hipokrit? Mohon penjelasannya ustazah. (Ratu, Balikpapan)

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Betul Ukhti Ratu, demokrasi sering kali memang berwajah ganda. Di satu sisi ia memastikan perlunya kebebasan untuk seluruh individu, namun di sisi lain ia sering mengkhianati kebebasan yang dipropagandakannya, ketika kebebasan tersebut ia anggap merugikan.

Prancis adalah salah satu contoh wajah hipokrit demokrasi. Di Prancis, kebebasan beragama dijamin, namun kebebasan menjalankan agama dibatasi. Muslimah dilarang menggunakan niqab, bahkan di parlemen tidak boleh mengenakan kerudung. Agama juga boleh dihina dan dilecehkan, bukan dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan harus dimuliakan.

Begitu pun dikatakan kedaulatan di tangan rakyat, namun faktanya kedaulatan ada di tangan “wakil rakyat” yang mayoritas pengusaha. Jadilah kedaulatan dipegang segelintir orang yang memelintir hukum dan perundang-undangan agar sesuai dengan kepentingannya. [MNews]

Sebagian Muslim Menolak Sistem Islam

Sekarang ini sebenarnya sudah banyak kaum muslim yang merasakan dampak buruk dari sistem demokrasi, tetapi kenapa ketika ada kaum muslim yang mengajak kembali ke sistem Islam, sebagian dari mereka menolaknya? (Gatik Widayati, SewonJogja)

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Kebanyakan dari masyarakat sudah dicekoki bahwa demokrasi adalah sistem yang terbaik dari semenjak di sekolah. Begitupun media massa dan media sosial, opini yang berkembang demokrasi adalah sistem terbaik. Yang belum baik adalah oknum-oknumnya sehingga aspek inilah yang harus diperbaiki.

Umat tidak menyadari bahwa demokrasi bertentangan secara diametral dengan Islam. Dalam demokrasi, kedaulatan di tangan rakyat, yang berarti aturan-aturan negara dibuat oleh manusia. Sedangkan dalam Islam, pemilik kedaulatan adalah Allah, sehingga aturan adalah aturan-aturan Allah yang dijalankan oleh negara. [MNews]

Menyikapi para Penista

Seperti yang kita tahu kalau penistaan terhadap Nabi Saw. dan agama Islam bukan hanya terjadi di luar negeri tetapi di dalam negeri sendiri juga ada, bagaimana kita harus menyikapi para penista ini sementara mereka sudah kebal terhadap hukum. Tidak mungkin kita memboikot produk buatan negeri sendiri. Sedangkan untuk menerapkan hukuman mati atau memerangi mereka kita butuh Khilafah untuk bisa melaksanakannya? Terima kasih Ustazah. (Della Rina, Jambi)

Ustazah saat ini umat bisa menghukum/memboikot produk Prancis yang menghina Nabi, tapi bagaimana penista agama penghina Nabi di negeri sendiri Indonesia karena mereka selalu lolos dalam hukuman? (Nunung Taslimah, Bogor)

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Inilah gambaran buruknya sistem hukum di negeri kita. Menghina Rasulullah Saw dibiarkan, menista agama tidak ditindak, tapi begitu menghina Presiden langsung ditangkap dan diproses hukum.

Yang perlu kita yakini, saat ini, para penghina agama bisa melenggang bebas, namun kelak di akhirat mereka tidak akan lepas dari jerat hukuman Allah.

Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengedukasi umat agar tetap fokus pada perjuangan meneladani dakwah Rasulullah Saw untuk bisa mengembalikan kehidupan Islam dan mengemban dakwah. [MNews]

Hukum Membunuh Penghina Nabi

Apakah memang dibenarkan untuk langsung membunuh penghina Nabi? Kita hidup di era hukum yang tidak adil. Akan tetapi jika ada orang kafir yang menggambar karikatur Nabi/menghina Nabi, ini “wajar” karena mereka kafir. Mohon petunjuk bagaimana cara kita menghadapi jika ada orang yang mengolok-olok Nabi? Jika dia orang kafir bagaimana? Jika dia muslim bagaimana? Jazakumullah khoiron katsiron. (Pitri, Mataram)

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Ada kondisi yang kita dibenarkan membunuh langsung penghina Nabi, baik ia dari kalangan kafir atau muslim. Bila ia melakukan penghinaan terhadap Nabi secara terang-terangan, tidak ada keraguan dan tidak dipahami adanya makna lain dari penghinaannya, maka ia boleh dibunuh.

Pada masa Rasulullah Saw, seorang laki-laki buta membunuh budak perempuannya yang menghina beliau Saw, maka beliau membebaskannya dari tuntutan (HR Abu Daud 4363, ad-Daruquthni 3242). Inilah hukum yang disepakati para ulama seperti Imam Syaukani, Abu Bakr Al Farisi, Muhammmad bin Syahnun dan sebagainya.

Sedangkan bila ada kesamaran dalam penghinaan, maka harus diserahkan kepada pengadilan untuk memutuskan, sehingga bisa diketahui apakah itu suatu penghinaan atau tidak. Dengan demikian tidak ada perbedaan antara pelaku penghinaan kafir atau muslim. [MNews]

Terlihat Mendukung, padahal Menghancurkan

Bagaimana kita sebagai seorang muslim memilah tindakan yang tujuannya memperkukuh Islam dan tindakan yang tujuannya menghancurkan Islam, karena tindakan terlihat mendukung Islam padahal tindakan tersebut tujuannya menghancurkan Islam? (Endah, Kandangan)

Jawaban dari Ustazah Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Dengan memahami Islam secara utuh, dari sisi pemikiran maupun thariqah (metode penerapan)-nya, dari akidah maupun syariatnya. Juga memahami Islam dari sisi politisnya. Dari pemahaman yang utuh inilah kita bisa memilah dengan benar in syaa Allah. [MNews]

Sikap Riil Pengemban Dakwah

Ustazah mohon penjelasannya apa yang bisa kita lakukan sebagai kaum muslim pada orang-orang yang melakukan penghinaan pada Rasulullah saat ini? Karena yang kita tahu mereka kebal hukum. Apa dengan kita boikot produk mereka akan memberikan efek jera atau menyelesaikan masalah? Apa yang harus kita lakukan sebagai pengemban dakwah secara riil supaya kejadian seperti Ini tidak terulang lagi karena yang kita tahu Ini bukan orang pertama yang melakukan penghinaan terhadap Rasulullah? (Munah, Mataram (NTB))

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Kita harus menampakkan penolakan kita akan penghinaan itu, bisa melalui media massa atau sosial, melalui aksi atau uslub (teknis) lain. Bila perlu sertai aksi boikot baik produk maupun pemikiran mereka dan kita sampaikan ke umat kerusakan pemikiran mereka.

Sebagai pengemban dakwah perlu kita sampaikan ke umat hukum-hukum terkait dengan penghina Rasul dalam pandangan Islam, mengajak umat untuk berjuang bersama menegakkan perisai yang akan memastikan tidak akan ada lagi penghinaan kepada Beliau Saw, yaitu Khilafah Islamiyah.

Penguasa yang Mendiamkan Penghinaan Nabi

Bagaimana pandangan Islam melihat sikap penguasa kita yang saat ini diam saja melihat nabi Muhammad SAW di hina? (Erlina, Medan)

Saat ini penguasa negara mayoritas Muslim pun hanya bisa mengecam dan memboikot produk dari negara Prancis. Ketiadaan khalifah yg tegas saat ini, tidak membuat orang kafir serta munafik takut dan berhenti mengolok Rasulullah ﷺ, Al Qur’an, dan intoleransi terhadap Islam. Lalu, bagaimana cara kita menyampaikan penguasa agar bertindak tegas terhadap aksi tersebut? Dan mengapa penguasa Muslim tidak segera bertindak tegas, padahal mereka sendiri pun beragama Islam? Jazaakillah khayr Ustazah. (Tika, Klaten)

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Saat ini kita tidak bisa berharap banyak pada penguasa karena mereka tidak mewakili kaum muslimin melainkan mewakili para pemilik kepentingan. Memang kita bisa melakukan aksi untuk menekan penguasa agar bersikap, namun sikap ini hanya untuk mengambil hati kaum muslimin saja, yang merupakan konstituen pemilihnya.

Hal ini juga membuktikan bahwa para penguasa bekerja dalam arahan asing sesuai kepentingan mereka sehingga tidak lagi berpihak kepada umat.

Maka penguasa seperti ini tidak layak untuk diikuti dan perlu dilakukan muhasabah untuk mereka sebagai bagian dari kewajiban kita untuk melakukan mar ma’ruf dan nahi munkar. [MNews]

Menggambar Wajah para Wali

Ustazah, menggambar wajah Rasulullah sangat dilarang beserta orang-orang saleh, saya lihat khususnya di Jawa di kuburan para wali dibangun bagus-bagus dan gambar para wali pun digambar dengan jelas. Bagaimana dengan yang demikian ustazah? (Bu Parmi, Pundong)

Jawaban dari Ustazah Arini Retnaningsih:

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB –  Menggambar wajah merupakan bagian dari menggambar makhluk hidup yag dalam Islam dilarang melalui berbagai dalil dari hadis Rasulullah Saw.

Di antaranya hadis Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إنَّ الَّذينَ يصنَعونَ هذِه الصُّوَرَ يعذَّبونَ يومَ القيامةِ ، يقالُ لَهم: أحيوا ما خلقتُمْ

“Orang yang menggambar gambar-gambar ini (gambar makhluk bernyawa), akan diazab di hari kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: ‘hidupkanlah apa yang kalian buat ini’.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dan hadis Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Orang yang paling keras azabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar”.(HR Bukhari dan Muslim)

Dan hadis ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata,

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم من سفر وقد سترت سهوة لي بقرام فيه تماثيل، فلما رآه رسول الله صلى الله عليه وسلم تلون وجهه، وقال: “يا عائشة، أشد الناس عذاباً عند الله يوم القيامة الذين يضاه

“Orang yang paling keras azabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar”.(HR Bukhari dan Muslim)

Dan hadis ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata,

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم من سفر وقد سترت سهوة لي بقرام فيه تماثيل، فلما رآه رسول الله صلى الله عليه وسلم تلون وجهه، وقال: “يا عائشة، أشد الناس عذاباً عند الله يوم القيامة الذين يضاهئون بخلق الله”، فقطعناه فجعلنا منه وسادة أو وسادتين

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pulang dari safar. Ketika itu aku menutup jendela rumah dengan gorden yang bergambar (makhluk bernyawa). Ketika melihatnya, wajah Rasulullah berubah. Beliau bersabda, “Wahai ‘Aisyah orang yang paling keras azabnya di hari kiamat adalah yang menandingi ciptaan Allah“. Lalu aku memotong-motongnya dan menjadikannya satu atau dua bantal”. (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan nas-nas ini, menggambar wajah saja, karena tetap menampakkan sebagai makhluk hidup hukumnya adalah terlarang, apalagi gambar tokoh-tokoh karena dikhawatirkan akan menjadi awal dari pengultusan tokoh-tokoh tersebut.ئون بخلق الله”، فقطعناه فجعلنا منه وسادة أو وسادتين [MNews]

One thought on “[Kumpulan Tanya-jawab] Demokrasi, Halalkan Hina Nabi Muhammad Saw.

  • 14 November 2020 pada 23:12
    Permalink

    Masya alloh menambah wawasan kita .smg bs istiqomah dlm mmperjuangkan tegaknya aturan alloh .takbir

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *