Hal-hal yang Terjadi pada Masa Kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq (Bagian 2/2)

MuslimahNews.com, TARIKH KHILAFAH – Perang terhadap Musailamah al Kadzdzab | Dari Hanzhalah bin Ali al-Laitsi, berkata bahwa Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid dan memerintahkannya untuk memerangi manusia atas lima perkara. Barang siapa yang meninggalkan salah satunya maka dia harus diperangi karena dia ibarat meninggalkan empat yang lain.

Mereka harus diperangi jika mereka tidak mengucapkan syahadatain, meninggalkan salat, tidak membayar zakat, meninggalkan puasa dan tidak mau melaksanakan haji. Dan berangkatlah Khalid bin Walid serta pasukan yang bersamanya, pada bulan Jumadilakhir. Dia memerangi Bani Asad dan Bani Ghatafan. Ada yang terbunuh dan ditawan, sedangkan sisanya kembali dalam pangkuan Islam.

Pada peristiwa itu, dua orang sahabat yaitu Ukasyah bin Muhshin dan Tsabit bin Arqam mati syahid. Kemudian Khalid bin Walid melanjutkan ekspedisinya ke Yamamah untuk memerangi Musailamah al-Kadzdzab pada akhir tahun.

Kedua pasukan bertemu. Mereka dikepung dalam beberapa hari. Kemudian Musailamah terbunuh oleh Wahsyi, yang tidak lain adalah pembunuh Hamzah pada perang Uhud.

Pada tahun 12 Hijriyah Abu Bakar mengutus Al-Ala’ bin Al-Hadrami ke Bahrain. Orang-orang disana telah murtad. Kemudian mereka bertemu dengan kemenangan berada di tangan kaum  muslimin. Kemudian Abu Bakar mengutus Ikrimah bin Abu Jahal ke Amman yang penduduknya murtad.

Baca juga:  Fathimah Az-Zahra RA, Role Model Muslimah Produktif

Sementara itu al-Muhajir bin Umayyah diutus kepada kaum Najir yang murtad. Sedangkan Zaid bin Labib Al-Anshari diutus kepada suatu kelompok manusia yang telah murtad.

Setelah selesai memerangi kaum murtad, Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menuju wilayah Basrah dan memerangi Ublah. Beliau kemudian menaklukkannya. Dia juga menaklukkan wilayah Kaisar yang berada di Irak melalui perjanjian damai dan peperangan.

Pada tahun itu pula Abu Bakar mengirim Amr bin al-Ash dan pasukannya ke Syam. Pada saat itulah terjadinya perang Ajnadain, yaitu pada bulan Jumadil Ula tahun 13 Hijriyah. Lalu kaum muslimin pun mendapatkan kemenangan, sedangkan Abu Bakar mendapatkan kabar tersebut saat menjelang akhir hayatnya.

Disaat itu juga terjadi perang Marj ash-Shafr. Di mana kaum muslimin dapat memukul mundur kaum musyrikin.

Peristiwa Pengumpulan Al-Qur’an

Imam Bukhari meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit: Abu Bakar menceritakan kepada saya tentang para sahabat yang syahid dalam perang Yamamah dan pada saat itu Umar bersamanya.

Kemudian Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya Umar mendatangi saya, lalu dia berkata, “Bahwasanya peperangan telah mengakibatkan banyak para sahabat yang syahid dan saya khawatir kejadian serupa akan menimpa para al-Qurra’ (para penghafal Al-Qur’an) pada peperangan yang lain, maka karena kejadian itu akan menghilangkan sebagian besar Al-Quran kecuali jika mereka mengumpulkannya. Dan saya berpendapat supaya Al-Qur’an dikumpulkan.””

Baca juga:  Abdullah bin Amr, Ahli Ibadah yang Gemar Menulis Sabda Nabi

Abu Bakar berkata, “Lalu saya katakan kepada Umar, “Bagaimana mungkin saya melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah?” Umar menegaskan, “Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik.” Dan Umar berulang kali mengungkapkan maksud baik tersebut, sehingga Allah membulatkan hati saya dengan pendapat Umar itu.” Maka Abu Bakar pun sependapat dengan apa yang disampaikan Umar.

Zaid berkata, “Umar pada saat itu hanya duduk dan tidak berbicara sepatah kata pun.”

Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya engkau adalah anak muda yang cerdas dan kami percaya sepenuhnya kepadamu. Engkau adalah seorang penulis wahyu Rasulullah. Maka carilah olehmu Al-Qur’an itu lalu kumpulkanlah.

Zaid berkata, “Sungguh demi Allah, andai kata Abu Bakar memberiku beban untuk memindahkan salah satu gunung, maka itu jauh lebih ringan dari pada yang dia perintahkan untuk mengumpulkan Al-Quran.”

Kemudian saya berkata, “Mengapa kalian akan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah?”

Abu Bakar menjawab, “Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik. Maka saya pun meminta Abu Bakar untuk mempertimbangkan hal itu, hingga akhirnya Allah membukakan hati saya sebagaimana Allah membukakan hati Umar dan Abu Bakar. Maka saya pun mulai menyusunnya dan mengumpulkan Al-Qur’an yang tertulis pada daun, pelepah kurma, tulang belulang, dan dari para penghafal Al-Qur’an, hingga saya dapatkan dua ayat surat At-Taubah dari Khuzaimah bin Tsabit, yang tidak saya dapatkan dari orang lain selain dia, yaitu firman Allah,

Baca juga:  Bahkan Khalifah pun Minta Dikritik

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah, “Cukuplah bagiku Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadanyalah aku bertawakal, dan dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang Agung.” (At-Taubah : 128-129)

Adapun mushaf yang telah dikumpulkannya itu ada pada Abu Bakar hingga beliau meninggal, kemudian disimpan pada Umar hingga beliau wafat sampai akhirnya berada pada Hafshah.

Abu Ya’la meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, beliau berkata, “Orang yang paling besar pahalanya berkaitan dengan Al-Qur’an adalah Abu Bakar. Karena Abu Bakar adalah orang yang pertama kali menghimpun Al-Quran.”

Demikianlah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Khalifah Abu Bakar ra. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *