Syaithan Akhras (Setan Bisu) dan Jubir Setan, Berbahaya bagi Islam

MuslimahNews.com, NAFSIYAH – Abu Ali Ad-Daqqooq An-Naisaburi Asy-Syafi’i berkata, “Barang siapa yang berdiam diri dari (menyampaikan) kebenaran, maka ia adalah Syaithan Akhraos (yakni setan yang bisu dari jenis manusia).” (Disebutkan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim).

Setiap mukmin berkewajiban untuk mengingkari yang batil dan menyeru kepada yang makruf sesuai kemampuannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa di antara kamu sekalian melihat kemungkaran hendaklah mengubahnya dengan tangan (atau kekuasaannya). Bila tidak mampu, hendaklah mengubahnya dengan lisannya (nasihat), dan bila tidak kuasa, hendaklah mengingkari dengan hatinya, yang terakhir ini adalah selemah-lemah iman.” (HR Imam Muslim).

Bila seorang muslim tidak melakukan nahi mungkar padahal mampu dan tidak ada penghalang, dia adalah setan bisu. Lebih parah lagi bila ada orang yang menyuarakan kebatilan, dia dijuluki sebagai jubir setan.

Kita sering menyaksikan muslim yang komitmen menegakkan amar makruf dan nahi mungkar, tetapi tidak mau menyuarakan yang hak ketika melihat pelanggaran yang sudah merata di masyarakat.

Di antara sebabnya, rasa takut dimusuhi ahlul bathil, khawatir dicopot dari jabatannya, takut diisolir dari masyarakatnya, dan lain sebagainya.

Kebaikan apa yang bisa diharapkan dari seorang yang tidak menyuarakan yang hak ketika melihat larangan Allah ditabrak, batas-batas ajaran agama dilanggar dan ketentuan agama ditinggalkan?

Baca juga:  [Editorial] Taat Itu Wajib Sepanjang Masa

Bukankah musibah agama terbesar datang dari mereka yang merasa enak hidupnya dan memiliki jabatan mapan tapi tidak peduli dengan musibah yang menimpa agamanya?

Umat Islam masih menjadi umat terbaik bila amar makruf dan nahi mungkar ditegakkan. Firman Allah SWT,

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan  untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf  dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS Ali ‘Imran: 110).

Ketika maksiat berkeliaran di tengah-tengah umat manusia, penyelewengan merata di mana-mana, sedangkan setan bisu  dan jubir setan semakin banyak, maka Allah akan menimpakan kepada umat ini beberapa malapetaka yang mengerikan.

Pertama, diberi musibah merata. Kedua, umat akan dikuasai preman. Ketiga, manusia akan saling bunuh. Dan keempat, doa ulama tidak dikabulkan.

Oleh karenanya, siapa saja yang mengatakan kebatilan dan menyeru kepada kebatilan, maka ia termasuk golongan Syaithan Naathiq (setan dari manusia yang berbicara).

Mengutip perkataan ulama pejuang Islam, Ustaz Ismail Yusanto, “Kalau Anda bersikap netral dalam situasi penuh dengan penindasan, berarti Anda telah memilih berada di sisi penindas, maka jangan jadi setan bisu.”

Kalimat yang sangat menohok bagi kita. Bahkan Abu Nu’aim meriwayatkan dalam Kitab Al-Hilyah, dari Abur Riqaad, ia berkata, “Hendaknya kamu memerintahkan yang makruf, melarang yang mungkar, dan menyuruh kebaikan atau kamu sekalian akan disiksa bersama atau kamu diperintah oleh orang-orang jahat di antara kamu kemudian bila para tokohnya berdoa tidak lagi akan dikabulkan.”

Semoga kita bukan bagian dari Syaithan Akhras (setan bisu dari jenis manusia), atau orang yang berbicara dengan kebatilan (Syaithan Naathiq).

Baca juga:  Cara Membela Agama Islam Sesuai Kehendak Allah dan Rasul-Nya

Mendiamkan kemungkaran akan dinilai sama seperti orang yang melakukan maksiat walau tidak melakukannya secara langsung, karena sebagaimana wajib menjauhi maksiat, wajib pula bagi muslim mengingkari pelaku maksiat dan kemaksiatan itu sendiri. [MNews/Rnd-Gz]

4 thoughts on “Syaithan Akhras (Setan Bisu) dan Jubir Setan, Berbahaya bagi Islam

Tinggalkan Balasan