Dr Nazreen Nawaz: Membela Rasulullah Kewajiban Kaum Muslimin

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL – Aktivis muslimah asal Inggris, Dr. Nazreen membantah keras kaum muslimin yang menyatakan agar jangan bertindak terhadap penghinaan Rasulullah.

“Bagaimana mungkin kita tidak membela Rasulullah? Allah saja membela Rasulullah sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Qalam,” tegasnya dalam sebuah talk show daring, Sabtu (31/10/2020),

Dalam Surah Al-Qalam ayat 1-15, Allah berfirman,

“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan. Dengan karunia Tuhanmu, engkau (Muhammad) bukanlah orang gila. Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat. Siapa di antara kamu yang gila? Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk. Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula). Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah, yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya, karena dia kaya dan banyak anak.”

Dr. Nazreen menyatakan, ayat-ayat ini menegaskan bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin, yaitu tidak boleh lunak terhadap orang-orang yang suka mencela dan menebar fitnah.

Baca juga:  Kasus Macron Membuat Dunia "Terbelah". Pengamat: Ini Soal Agama!

Selain itu, Allah menyatakan bahwa Nabi itu lebih utama, sesuai firman-Nya,

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).: (QS Al Ahzab: 6)

Oleh karena itu, Dr. Nazreen menggugah kaum muslimin untuk tidak diam, karena diam bukanlah pilihan. Ia mempertanyakan sikap kaum muslimin yang tidak membela dan malah mengabaikan penghinaan terhadap Rasulullah.

“Bagaimana mungkin kita (kaum muslimin –red.) tidak membela dan mengabaikan penghinaan terhadap Rasulullah? Manusia pembawa risalah agung, sebaik-baik makhluk, sehebat-hebat manusia, dan membebaskan manusia dari jurang kegelapan dan kenistaan. Bagaimana mungkin kita diam saja sedangkan Rasulullah siang malam berjuang menyampaikan risalah-Nya sepanjang hidupnya untuk kebaikan umat manusia? Menyebarkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin,” ujarnya heran

Dr. Nazreen kemudian mengisahkan bagaimana para Sahabat berkorban membela Rasulullah. Ummu Imarah saat perang Uhud menjadikan dirinya tameng agar Rasulullah tidak terluka. Hubaib ibnu ‘Adi ketika ditawan Quraisy terjadi dialog, lantas Hubaib lebih memilih bersama Rasulullah dibandingkan bersantai menikmati dunia bersama keluarganya.

Baca juga:  Ummu Aiman ra., Ibu Asuh Rasulullah ﷺ yang Pemberani

“Karena itu diam bukan pilihan bagi kaum muslimin, terlebih di negeri-negeri kaum muslimin, karena dalil-dalilnya begitu kuat, baik dari Al-Qur’an maupun sikap para Sahabat,” tegasnya.

Narasi mengenai Rasulullah pemaaf dan berakhlak mulia yang dikemukakan beberapa kalangan, dinilai Dr. Nazreen sekadar dalih tidak bertindak terhadap penghinaan Rasulullah.

Menurutnya, persoalannya bukan pengakuan atas kemuliaan karakter dan keluhuran budi Rasulullah. Sebagaimana sudah banyak yang mengakui hal tersebut, bahkan nonmuslim sekalipun. Seperti aktivis dan penulis Inggris yang cukup terkenal, George Bernard Shaw, yang telah mempelajari sosok Nabi Muhammad, menyebut Muhammad sebagai laki-laki luar biasa.

Maka, Dr. Nazreen menekankan, persoalannya adalah sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, memiliki kewajiban untuk membela kehormatan. Dan Rasulullah adalah kehormatan kaum muslimin.

“Rasulullah adalah pembawa risalah ini. Beliau pembawa agama Islam, utusan Allah, peletak dasar akidah Islam hingga menjelma menjadi peradaban manusia yang besar. Dan membela Rasulullah ini diwajibkan oleh Islam,” ujarnya.

Ia menekankan, ketika kaum muslimin memiliki kelemahan sikap, justru itu yang diinginkan orang-orang kafir. Yaitu kaum muslimin mengakui kebebasan berekspresi dengan sikap diam dan menerima gagasan sekuler.

“Ini menjadi target mereka, ketika kaum muslimin diam dan tidak bersikap untuk menunjukkan kepalsuan narasi kebebasan berekspresi, sekularisme, dan apa pun dagangan Prancis dan negara-negara sekuler lain,” bebernya.

Baca juga:  Dr. Nazreen Nawaz Ungkap Agenda Busuk yang Tersembunyi ala Macron

Tampaklah persoalannya bukan Rasulullah itu pemaaf dan berakhlak mulia, melainkan tentang kewajiban kaum muslimin sebagai orang-orang yang telah menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya untuk membela Rasulullah. “Di sinilah keimanan itu diuji,” ujarnya. [MNews/Ruh-Gz]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *