Hal-hal yang Terjadi pada Masa Kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq (Bagian 1/2)

MuslimahNews.com, TARIKH KHILAFAH – Hal-hal penting yang terjadi di masa kekhalifahan Abu Bakar ra. adalah diteruskannya pengiriman tentara Usamah yang pernah disiapkan Rasulullah sebelum meninggalnya, perang melawan orang-orang murtad dan para pembangkang yang tidak mau membayar zakat, perang terhadap Musailamah al-Kadzdzab, serta pengumpulan Al-Qur’an.

Perang Melawan Orang-orang Murtad dan Para Pembangkang

Al-Ismaili meriwayatkan dari Umar bin Khaththab, ra. Tatkala Rasulullah wafat, banyak orang yang murtad dan mereka berkata , “Kami akan tetap melakukan salat namun kami tidak akan pernah membayar zakat.”

Saya (Umar bin Khaththab) datang menemui Abu Bakar ra. dan saya katakan kepadanya, “Satukanlah manusia dan bersikap dengan penuh kasih kepada mereka karena keadaan mereka itu adalah laksana orang-orang yang buas.”

Abu Bakar berkata, “Saya mengharapkan bantuanmu, namun yang saya dapatkan adalah pengkhianatanmu. Apakah kamu demikian garang di masa jahiliah dan menjadi penakut di dalam Islam, wahai Umar? Lalu dengan apa harus saya satukan mereka, dengan syair yang dibikin-bikin dan sihir yang dibuat-buat? Tidak! Tidak! Rasulullah telah meninggal dan wahyu telah terputus. Demi Allah saya akan perangi mereka selama pedang masih bisa bertahan di tanganku, walaupun mereka hanya menolak untuk memberikan seutas tali binatang yang pernah diberikan kepada Rasulullah.”

Abu Al-Qasim Al-Baghawi dan Abu Bakar Asy-Syafi‟i dalam kitabnya fawaid juga Ibnu Asakir meriwayatkan dari Aisyah, dia berkata,

“Tatkala Rasulullah meninggal, kemunafikan muncul di mana-mana, sedangkan orang-orang Arab murtad dari Islam. Adapun orang-orang Anshar melarikan diri (tidak memihak), andai kata hal-hal yang menimpa ayahku menimpa gunung-gunung niscaya ia akan menghancurkannya. Dan tidak satu masalah pun di mana orang-orang berbeda pendapat kecuali ayah saya akan datang untuk memecahkan persoalan itu.”

Baca juga:  Amanah Jabatan dan Kekuasaan

Mereka berkata, “Di mana seharusnya Nabi dikebumikan?” Kami tidak mendapatkan seorang pun yang mengetahui masalah ini. Lalu Abu Bakar berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tidak ada seorang Nabi pun yang meninggal kecuali dia harus disemayamkan di tempat pembaringan dimana dia meninggal.’”

Orang-orang juga berbeda pendapat tentang warisannya. Ternyata tak seorang pun yang mengetahui tentang masalah ini, maka berkatalah Abu Bakar, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kami para nabi tidak mewariskan (harta), dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”

Demikianlah yang terjadi, Abu Bakar ra memberitahukan kepada mereka tentang apa yang dia dengar dari Rasulullah Saw. Hadis ini adalah hadis yang hanya diriwayatkan oleh Abu Bakar, sedangkan kaum Muhajirin dan Anshar semuanya merujuk kepadanya.

Diteruskannya Pengiriman Tentara Usamah

Imam Al-Baihaqi dan Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain Allah, andai kata Abu Bakar tidak menjadi khalifah, maka Allah tidak akan disembah di muka bumi ini.”

Dia mengulangi perkataannya itu dua kali hingga tiga kali. Maka seseorang berkata kepadanya, “Apa yang kau maksudkan wahai Abu Hurairah?”

Beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah telah mempersiapkan tentara Usamah bin Zaid dengan jumlah tujuh ratus tentara ke negeri Syam. Maka tatkala dia sampai didaerah Dzi Khasyab, Rasulullah dipanggil Allah menghadap ke hadirat-Nya. Orang-orang di sekitar Madinah serentak murtad. Para sahabat Rasulullah berkumpul. Tampak kebimbangan dalam diri mereka, apakah akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Romawi, sedangkan orang-orang di sekitar Madinah murtad?”

Baca juga:  [Tarikh Khilafah] Ketika Amerika pun Tunduk dan Bayar Pajak kepada Turki

Abu Bakar berkata, “Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, andai kata anjing-anjing menarik kaki istri-istri Rasulullah, saya tidak akan pernah menarik pasukan yang telah dipersiapkan oleh Rasulullah, dan saya tidak akan pernah membuka ikatan bendera yang telah diikat oleh Rasulullah.”

Kemudian dia mengirim tentara Usamah. Setiap kali pasukan tersebut melewati kabilah yang hendak murtad, mereka selalu berkata, “Jika saja mereka tidak mempunyai kekuatan yang demikian besar, niscaya orang-orang ini tidak akan keluar dari Madinah.”

Mereka dibiarkan pergi hingga mereka bertemu dengan pasukan Romawi, sampai akhirnya mereka memenangkan pertempuran dan mereka pulang dengan selamat. Akhirnya orang-orang yang hendak murtad pun tetap dalam keislamannya.

Al-Baihaqi juga meriwayatkan dari Urwah, beliau berkata, Rasulullah pada saat beliau sedang sakit, bersabda, “Teruskan perjuangan pasukan Usamah.”

Pada saat itu pasukan Usamah telah sampai ke daerah al-Jurf. Istrinya, Fatimah bin Qais mengutus seseorang untuk menemuinya dan berkata, “Janganlah kamu terburu-buru berangkat, sebab saat ini Rasulullah sedang dalam keadaan sakit keras.”

Tidak lama kemudian Rasulullah meninggal. Tatkala Rasulullah meninggal, dia kembali dan menemui Abu Bakar dan berkata, “Sesungguhnya Rasulullah mengutusku, sedangkan saya waktu itu tidak berada seperti keadaanmu saat ini. Saya khawatir kalau sekiranya orang-orang Arab kafir kembali. Dan jika mereka kafir, maka merekalah yang pertama kali harus diperangi. Apabila mereka tidak kafir, maka saya akan melanjutkan perjalanan perang, karena masih banyak orang-orang yang kuat dan baik.”

Baca juga:  Na’ilah binti Al-Farafishah, Potret Wanita Salihah nan Setia, Istri Khalifah Utsman bin Affan

Abu Bakar kemudian berkhotbah di hadapan kaum Muhajirin dan Anshar, “Demi Allah, diterkam burung yang ganas lebih baik bagi saya daripada saya harus memulai sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah.” Kemudian dia mengutusnya kembali sesuai dengan pesan Rasulullah.

Adz-Dzahabi berkata, “Tatkala kabar wafatnya Rasulullah tersebar luas ke semua wilayah, banyak orang-orang Arab yang murtad dari Islam, mereka tidak mau membayar zakat. Kemudian Abu Bakar bangkit untuk memerangi mereka. Sedangkan Umar dan para sahabat lainnya menyarankan kepada Abu Bakar agar tidak memerangi mereka.

Maka Abu Bakar berkata, “Demi Allah, sekiranya mereka tidak mau memberikan seutas tali yang pernah mereka berikan kepada Rasulullah, pastilah saya akan saya perangi mereka akan tindakannya itu.”

Kemudian Umar berkata, “Bagaimana kau akan perangi mereka, sementara Rasulullah telah bersabda, ‘Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengatakan [Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah.] Maka siapa pun yang mengatakannya dia akan terjaga harta dan darahnya kecuali dengan haknya, adapun hisabnya ada pada Allah.”

Abu Bakar berkata, “Demi Allah, sungguh akan saya perangi siapa saja yang memisahkan antara salat dan zakat. Sebab zakat adalah hak hartanya, dan Rasulullah bersabda, ‘Kecuali dengan haknya.’.”

Umar berkata, “Demi Allah, saya melihat bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk berperang. Maka saya mengetahui bahwa apa yang dilakukannya itu adalah benar.”

Lalu Abu Bakar pun memerintahkan Khalid bin Walid untuk memimpin pasukan. [MNews/Rgl]

Bersambung ke bagian 2/2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *