Ekonomi Tanpa Resesi? Pengamat: Gunakan Ayat Suci di Atas Ayat Konstitusi

MuslimahNews.com, EKONOMI – Mungkinkah perekonomian berjalan tanpa mengalami resesi? Pengamat ekonomi Islam, Nida Sa’adah, S.E., M.E.I. menyatakan bisa!

Menurutnya, tantangan saat ini adalah semangat keislaman sudah besar, tapi dimanipulasi korporasi financing (pembiayaan), sehingga penerapan syariatnya diarahkan ke financing.

“Hal ini diberi ruang, lalu dikawinkan antara sistem syariah dan konvensional. Karenanya bank konvensional rata-rata ada divisi syariahnya. Ada segmen pasar yang besar,” jelasnya.

Namun ia mengherankan, mengapa hal yang sama tidak dilakukan terhadap makro ekonomi syariah, yakni baitulmal, sistem keuangan negara, fiskal, moneter, emas dan perak, serta ekonomi nonribawi dan nonspekulatif.

“Jika dilihat, ada kepentingan politik di sini. Ironis, mobilisasi dana umat diterima hanya saja dengan payung makro ekonomi yang tidak sejalan (dengan syariat Islam). Terjadilah banyak modifikasi akad,” ujarnya prihatin.

Hal ini menurutnya tidak boleh dibiarkan terus-menerus. Keinginan umat yang ingin kembali kepada syariat secara kaffah harus dibimbing dan diberi gambaran. Agar bisa menerapkan sistem ekonomi Islam secara kaffah, makro dan mikro ekonominya harus dikawinkan.

“Di sinilah banyak kepentingan politik. Kenapa tidak diberi ruang? Untuk mencontoh apa yang diajarkan Rasulullah dalam menerapkan mikro dan makro ekonomi Islam secara kaffah, perlu wadah negara yaitu Khilafah Islam sebagai warisan Islam yang agung,” bebernya

Baca juga:  Raksasa Kapitalisme Tumbang Dihantam Corona, Pengamat: Hanya Sistem Islam yang Antikrisis

Perspektif Ayat Suci sebagai Solusi Hakiki

Ustazah Nida menyatakan ini tawaran solusi hakiki dari Islam yang mestinya disambut. Rasulullah memberi jalan dengan perjuangan politik, berjemaah, nonkekerasan, serta nonparlementer. Tidak bisa dicampur antara yang hak dan yang batil, yang hitam dan yang putih. Tidak bisa dicampur perjuangan yang mulia ini dalam wadah yang rusak, yaitu demokrasi.

“Satu-satunya harapan adalah menapaki jalan yang telah dicontohkan Rasulullah. Mempromosikan peradaban Islam, juga penerapan syariat dan Khilafah. Sehingga umat siap diatur dengan syariat Islam,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ustazah Nida menegaskan, perspektif yang harus digunakan adalah ayat suci di atas ayat konstitusi. Dengan kata lain, ayat suci justru menjadi konstitusi dalam mengatur sebuah negara.

“Sehingga akan terwujudlah situasi di mana pernah terjadi di peradaban manusia selama 13 abad. Islam membangun ekonomi tanpa berbuah resesi,” pungkasnya. [MNews/Ruh-Gz]

4 thoughts on “Ekonomi Tanpa Resesi? Pengamat: Gunakan Ayat Suci di Atas Ayat Konstitusi

  • 28 Oktober 2020 pada 11:50
    Permalink

    Kembali ke islam saja

    Balas
  • 27 Oktober 2020 pada 21:15
    Permalink

    back to Islam, just that, the only solution for all problems.

    Balas
  • 27 Oktober 2020 pada 20:51
    Permalink

    Ekonomi tanpa resesi?
    Why not?
    Sistem Ekonomi Islam dalam naungan khilafah, solusinya.

    Balas
  • 27 Oktober 2020 pada 18:07
    Permalink

    Ekonomi tanpa resesi? Why not?
    Sistem Ekonomi Islam dalam naungan khilafah Solusinya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *