Andai Kita Berjumpa Rasulullah Saw.

Oleh Ragil Rahayu, S.E.

MuslimahNews.com, OPINI – Di bulan Rabiul Awal ini umat Islam memperingati maulid Nabi Muhammad Saw. Meski sedang di masa pandemi, kaum muslim tetap memperingati maulid Nabi dengan penuh syukur dan suka cita. Selawat Nabi dikumandangkan di berbagai pelosok negeri, sebagai wujud rindu pada Baginda Rasul Saw.

Seandainya…

Andai Rasulullah hadir di hadapan kita saat ini, apa yang akan kita lakukan? Selain menyampaikan salam dan kerinduan, kita mungkin akan mengadukan tentang kehidupan kita saat ini. Tentang umat Islam yang tercerai berai, kaum lemah yang terzalimi, beban hidup yang makin berat, dan aneka persoalan hidup lainnya.

Lalu kita bayangkan Rasulullah Saw. akan mendengarkan dengan sabar, menjawab dengan lembut dan menyelesaikan persoalan hingga tuntas. Persis seperti ketika beliau menyelesaikan persoalan para sahabat.

Mendamaikan sahabat Muhajirin dan Anshar yang berselisih tentang air untuk mengairi kebun. Menyelesaikan persoalan pembagian ghanimah setelah perang usai dan mengirim pasukan untuk melindungi kehormatan para muslimah. Juga membungkam para munafik dan kafir yang lalim.

Lalu kehidupan kita menjadi tenang dan penuh kebaikan sebagaimana di masa Rasulullah Saw. Keamanan meliputi negeri sampai-sampai serigala enggan memangsa domba. Kesejahteraan mewujud nyata, karena isi baitul mal selalu dihabiskan untuk kemaslahatan umat, sementara Sang Pemimpin hidup zuhud.

Sayangnya, apa yang kita idamkan tersebut hanyalah mimpi semata, yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Kezaliman, keserakahan, kediktatoran, kemiskinan, ketidakadian dan aneka keburukan merajalela. Ingin rasanya kembali hidup di masa Rasulullah, mencicipi keindahan kehidupan Islam.

Sungguh hati penuh rindu pada sosok yang mulia itu. Rasulullah yang tidak pernah keluar dari lisan beliau, kecuali kebaikan. Nabiyullah yang sangat mencintai anak yatim dan fakir miskin.

Baca juga:  Rabiul Awwal 1441 H: Wasiat Politik Rasulullah saw. dan Syekh Taqiyyuddin al-Nabhani

Kita juga rindu kehidupan seperti di masa beliau, rindu sekali. Karena sebenarnya kita sudah lelah dengan kerusakan yang merajai kehidupan kita. Penguasa yang zalim, aparat yang korup, sistem yang jahat, dan penjajah yang terus menindas.

Akankah berkah Allah SWT akan tercurah lagi bagi umat manusia sebagaimana di masa Rasulullah? Bisa, asalkan kita memenuhi syaratnya. Yaitu menjaga warisan Rasulullah Saw.

Islam, Ulama, dan Khilafah

Sesungguhnya Rasulullah Saw. telah meninggalkan 3 (tiga) warisan yang wajib kita jaga. Jika tiga warisan ini kita jaga, kebaikan akan meliputi umat. Sebaliknya, jika ketiganya kita abaikan, kerusakan akan menguasai dunia.

Ketiga warisan tersebut adalah:

(1) Islam, yakni Alquran dan Sunah.

(2) Ulama, yaitu pewaris para nabi (waratsatul anbiya`).

(3) Khilafah yang menerapkan Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan.

Mengenai warisan pertama, yaitu Islam, Rasulullah Saw. bersabda,

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه

Telah aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara yang kalian tak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunah Nabi-Nya.” (HR Malik, Al-Muwaththa`, no 1594)

Mengenai warisan kedua, yaitu ulama, Rasulullah Saw. bersabda,

إن العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما إنما ورثوا العلم فمن أخذ به أخذ بحظ وافر

Baca juga:  Mencintai Nabi

Sesungguhnya ulama adalah para pewaris dari para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar atau dirham melainkan mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya (ilmu), maka dia telah mengambil bagian yang cukup (banyak).” (HR Tirmidzi, no 2682)

Adapun warisan ketiga, yaitu Khilafah, Rasulullah Saw. telah bersabda,

كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء كلما هلك نبي خلفه نبي وإنه لا نبي بعدي وستكون خلفاء فتكثر

Dahulu Bani Israil diatur hidupnya oleh para nabi, setiap seorang nabi meninggal, dia digantikan oleh nabi lainnya, dan sesungguhnya tidak ada nabi setelahku. Dan akan ada para khalifah dan jumlah mereka akan banyak.” (HR Muslim, no 1842)

 Inilah tiga warisan Rasulullah Saw. yang harus kita jaga agar terwujud kehidupan yang Islami seperti di masa Rasul. Islam (Alquran dan Sunah) diterapkan sehingga persoalan umat terselesaikan. Ulama dimuliakan sehingga menjadi petunjuk dalam mengarungi kehidupan. Khilafah ditegakkan sehingga terwujudlah rahmat bagi seluruh alam.

Sebelumnya, kita harus hijrah dari kehidupan yang sekuler saat ini. Meninggalkan sistem hidup demokrasi liberal yang menolak agama dan melegalkan penjajahan. Meninggalkan penguasa zalim yang menjadi antek penjajah dan mewujudkan kepemimpinan yang Islami.

Mewujudkan Bisyarah Rasulullah Saw.

Wujud rindu kita pada Rasulullah Saw. bukan hanya tercurah melalui lantunan selawat nan syahdu. Juga bukan hanya sukacita karena aneka makanan dan minuman nikmat terhidang. Namun rindu kita pada Rasul adalah dengan mewujudkan Islam kaffah yang merupakan warisan dari beliau.

Baca juga:  [Sirah] Titik Awal Dakwah Rasulullah Saw.

Bukti cinta kasih kita pada Al Musthafa adalah dengan mewujudkan kepemimpinan dan sistem sesuai dengan yang beliau perintahkan. Yaitu Khilafah ar Rasyidah. Dengan menegakkan khilafah, kehidupan Islam akan kita rasakan, sekaligus mewujudkan janji Allah SWT dan kabar gembira (bisyarah) Rasulullah Saw.

Allah SWT berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam); dan akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa.” (QS an-Nur [24]: 55)

 Rasulullah Saw., sebagaimana dituturkan oleh Hudzaifah bin al-Yaman, telah bersabda,

ثُمَّ تَكُوْنُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ …

“…Kemudian akan ada kembali Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah.” (HR Ahmad)

Janji Allah SWT bahwa kaum muslim akan kembali berkuasa pasti benar. Demikian pula berita gembira dari Rasulullah saw. tentang akan kembalinya Khilafah.

Namun, janji Allah SWT tidak cukup sekadar diyakini, kita harus mewujudkannya. Kita tidak boleh berdiam diri. Mari bersama berjuang menegakkan syariah dan Khilafah sehingga kehidupan Islam bisa terwujud kembali. Aamiin. Wallahua’lam bishshawab. [MNews/Gz]

5 thoughts on “Andai Kita Berjumpa Rasulullah Saw.

  • 26 Oktober 2020 pada 23:38
    Permalink

    Perjuangan penegakan syari’ah terus dikobarkan dan begitu banyak kendala dan halangan menghadang, kesabaran alam memperjuangkan memang sangat sulit dan berat karena umat juga masih banyak belum sadar akan urgensi penerapan syari’ah dalam seluruh aspek kehidupan, di samping itu hegemoni tirani yang mencengkeram menyulitkan gerakan perjuangan, di sisi lain persatuan umat sedang dicabik – cabik bagaikan sebuah hidangan yang jadi rebutan ( oleh kaum munafik dan kafir), umat bagaikan buih di lautan, pendidikan sangat jauh dari kurikulum Islam, semoga kita tetap teguh dijalan-Nya, berjuang sesuai kapasitas dan kemampuan, semoga nashrullah segera turun. Kita dipilih oleh-Nya menjadi syahid dan syahidah, Aamiin

    Balas
  • 26 Oktober 2020 pada 20:55
    Permalink

    MasyaAllah…rindu banget….

    Balas
  • 26 Oktober 2020 pada 17:10
    Permalink

    Allahuma solli ala Sayidina Muhammad

    Balas
  • 26 Oktober 2020 pada 14:36
    Permalink

    kami rindu padaMu Yaa Rosul. kami rindu Islam diterapkan dalam kehidupan seperti masa2 Engkau dan masa para kholifah.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *