Cukup Allah sebagai Tempat Mengadu, Bukan Makhluk

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Nabi Saw. bersabda, “Di antara gudang perbendaharaan ‘Arsy adalah menyembunyikan beberapa musibah.”

Dari sabda Rasul tersebut hendaknya kita memahami untuk tidak suka mengadukan musibah kepada manusia. Tidak ada gunanya mengadukan musibah kepada makhluk yang tidak bisa memberi manfaat atau bahaya. Seorang hamba harusnya memprioritaskan Allah dalam segala urusan, karena Allah adalah Rabnya yang telah menciptakan dan memberikan segalanya.

Ketika mendapatkan masalah dan musibah, hendaknya ia langsung mengadu kepada Allah pertama kali. Sebagaimana teladan dari para Nabi dan orang saleh. Nabi Ya’qub as. ketika mendengar berita sangat menyedihkan, yaitu anak kesayangannya Nabi Yusuf diberitakan telah dimakan oleh serigala, langsung mengadu kepada Allah dan berkata,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

Ya’qub menjawab, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS Yusuf: 86)

Demikian juga Nabi Ayyub as., kita ketahui mendapatkan cobaan yang sangat berat menimpa beliau bertubi-tubi, ia sangat sabar dan mengadu kepada Allah SWT. Allah berfirman,

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-sebaik hamba, Sesungguhnya dia amat taat kepada Tuhannya.” (QS Sad: 44)

Baca juga:  Pentingnya Muhasabah di Tengah Ragam Musibah

Orang yang sabar dan tidak menceritakan masalah atau musibah pada orang lain akan mendapatkan keutamaan yang besar. Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi,

“Jika Aku (Allah) memberikan cobaan (musibah) kepada hamba-Ku yang beriman sedang ia tidak mengeluh kepada orang yang mengunjunginya, Aku akan melepaskannya dari tahanan-Ku (penyakit) kemudian Aku gantikan dengan daging yang lebih baik dari dagingnya juga dengan darah yang lebih baik dari darahnya. Kemudian dia memulai amalnya (bagaikan bayi yang baru lahir).” (HR Al Hakim)

Jika ingin meminta nasihat dari orang-orang salih atas musibah yang menimpa tak mengapa. Namun, jika kita merasa kesulitan dalam membedakan antara orang saleh dengan orang munafik, hendaknya kita mengerjakan salat malam dua rakaat kemudian berdoa,

“Tunjukkanlah kepadaku orang-orang salih, wahai Tuhanku. Pertemukanlah aku dengan orang yang menunjukkanku ke jalan-Mu dan memberi makanan dan minuman kepadaku dari-Mu. Dan hiasilah mataku dengan cahaya kedekatan dengan-Mu, dan ia bisa menceritakan kepadaku apa yang nyata-nyata ia lihat bukan hanya cerita.”

Semoga Allah angkat segala ujian, cobaan, dan musibah yang menimpa kita. Apalagi musibah pandemi yang belum juga berakhir dari negeri ini. Allah berikan segera pertolongan-Nya dengan berakhirnya wabah dan kita semakin bertakwa pada-Nya. Aamiin. [MNews/Rnd]

2 thoughts on “Cukup Allah sebagai Tempat Mengadu, Bukan Makhluk

Tinggalkan Balasan