Cara Khilafah Menghentikan Dominasi Kapitalisme Global (Bagian 2/2)

Sambungan dari Bagian 1/2. 

Kita dapat memahami betapa proses penjajahan yang sangat canggih dapat berlangsung dengan sangat masif tanpa adanya perlawanan sama sekali.


MuslimahNews.com, TSAQAFAH – Lalu bagaimana kita dapat keluar dari cengkeraman kapitalisme global tersebut? Jawabannya tentu sangat mudah. Jika hegemoni kapitalis telah dilakukan dengan menggunakan negara adikuasa dunia (yaitu Amerika Serikat), maka untuk dapat melawan itu kita harus menggunakan kekuatan negara adikuasa juga.

Apa itu? Tidak lain adalah Khilafah.

Lalu apa langkah-langkah penting yang harus dilakukan Khilafah untuk menghentikan hegemoni ekonomi kapitalis dunia ini? Langkah-langkah penting tersebut adalah:

1. Menggunakan Emas dan Perak Sebagai Mata Uangnya

Untuk dapat melepaskan diri dari dominasi Dolar AS tidak hanya dengan menggunakan mata uang lokal manapun. Mengapa? Sebab, jika sandaran pencetakan mata uang lokal adalah Dolar AS, maka jika mata uang lokal mau melawan Dolar AS, itu sama dengan bunuh diri.

Oleh karena itu, mata uang yang dapat melawan dominansi Dolar AS hanyalah emas dan perak atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dinar dan Dirham.

Mengapa? Sebab, emas dan perak merupakan mata uang mandiri. Emas dan perak memiliki nilai intrinsik. Dapat dicetak tanpa harus disandarkan pada mata uang apapun.

Emas dan perak nilainya stabil. Tidak akan pernah mengalami inflasi. Dengan demikian, jika negara Khilafah mau menggunakan emas dan perak sebagai mata uangnya, maka negara ini secara ekonomi tidak akan dapat dikendalikan dan didikte oleh negara kapitalis dunia.

Baca juga:  Lonceng Kematian Rezim Demokrasi di Berbagai Belahan Dunia

Emas dan perak ini harus menjadi mata uang untuk keperluan perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian proses ekspor dan impor akan dapat berlangsung dengan sangat adil (fair).

Mengapa? Jika negara harus mengekspor komoditasnya, harus ditukar dengan mata uang emas atau perak dan tidak boleh ditukar dengan lembaran-lembaran kertas Dolar AS, yang sebenarnya tidak memiliki nilai sama sekali. Demikian juga sebaliknya.

2. Mewujudkan Perekonomian yang Mandiri

Untuk mewujudkan pembangunan ekonominya, Khilafah tidak boleh dengan menggunakan utang luar negeri. Seluruh proses pembangunan yang dilakukan harus menggunakan kekuatan ekonominya sendiri.

Seluruh rakyat harus didorong untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan program pembangunan ini, khususnya peran sertanya dalam menginfakkan harta kekayaannya untuk membantu negara dalam membiayai pembangunan ekonominya.

Dengan terwujudnya pembangunan ekonomi yang mandiri ini diharapkan Khilafah tidak bergantung lagi pada negara adidaya kapitalis dunia, serta tidak akan menjadi negara yang terjajah lagi. Semua kebutuhan ekonomi rakyatnya dapat dicukupi industri-industri yang telah dibangun di dalam negerinya.

3. Mengubah Strategi Pembangunan Ekonomi

Negara Khilafah tidak boleh terjebak dengan strategi pembangunan yang telah dibuat negara adikuasa kapitalis dunia. Strategi pambangunan tersebut dikenal dengan teori five-stage scheme (skema lima tahap) yang pernah diusulkan oleh WW Rostow.

Baca juga:  Bagaimana Khilafah Membangun Infrastruktur?

Inti dari strategi pembangunan yang diusulkan oleh WW Rostow ini: Negara berkembang yang ingin menjadi negara industri maju harus memulai tahapan pembangunannya dari pembangunan ekonomi di sektor hulu terlebih dulu, baru kemudian pembangunan ekonomi ke sektor hilir.

Maknanya, pembangunan ekonomi negara berkembang harus dimulai dari sektor pertaniannya terlebih dulu. Selanjutnya secara bertahap (ada lima tahap) menuju ke tahap akhir, yaitu menjadi negara industri maju, yang ditandai dengan penguasaannya terhadap industri berat.

Strategi pembangunan seperti di atas sesungguhnya sangat menipu dan merugikan negara berkembang. Sebab, prasyarat untuk mewujudkan swasembada pertanian saja (misalnya di tahap satu), negara ini harus mengimpor berbagai sarana produksi pertanian, seperti: alat berat (traktor), bibit unggul, pupuk, pestisida, dsb.

Dari mana kebutuhan tersebut didapat? Tentu dari negara kapitalis. Dari mana dana untuk membiayai impornya? Dari utang negara kapitalis.

Oleh karena itu, setelah negara berkembang ini berhasil mewujudkan pembangunan sektor pertaniannya (tahap satu), apa yang terjadi? Jawabannya, utangnya langsung menumpuk dan negara ini akan langsung terjebak dengan jebakan utang (debt trap). Selanjutnya proses penjajahan ekonomi, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, akan sangat mudah terjadi.

Jika demikian, bagaimana Khilafah harus mewujudkan strategi pembangunannya? Caranya adalah dengan membalik strategi pembangunannya, yaitu pembangunan ekonomi harus dimulai dari sektor hilir, baru kemudian ke sektor hulu.

Baca juga:  Cara Khilafah Menghentikan Dominasi Kapitalisme Global (Bagian 1/2)

Pembangunan ekonomi harus dimulai dengan mewujudkan industri berat dan strategis terlebih dulu. Jika industri berat ini sudah terwujud, untuk proses pembangunan ekonomi di sektor yang lebih ringan tentu akan lebih mudah diwujudkan.

Penutup

Apa yang telah dipaparkan di atas sesungguhnya masih sebagian dari perwujudan pembangunan ekonomi di Negara Khilafah. Perwujudan pembangunan ekonomi sebagaimana yang dituntut oleh sistem ekonomi Islam tentu tidak hanya sebatas yang telah dipaparkan di atas.

Tuntutan perwujudan pembangunan ekonomi dalam sistem ekonomi Islam tentu lebih luas lagi. Tuntutan yang harus diwujudkan mulai dari penataan pilar pembagian kepemilikannya, yang terbagi dalam 3 kepemilikan: kepemilikan individu, umum, dan negara.

Selanjutnya, penataan pilar pemanfaatan kepemilikannya, yaitu bagaimana penggunaan kepemilikannya dan pengembangan kepemilikannya. Berikutnya pilar yang ketiga, yaitu pilar perwujudan distribusi harta kekayaan untuk seluruh kepentingan ekonomi rakyatnya.

Tugas untuk mewujudkan pembangunan ekonomi, sebagaimana dituntut sistem ekonomi Islam, tentu tidak mudah. Akan tetapi, ketika Khilafah mewujudkan itu, keadilan dan kemakmuran ekonomi dunia insya Allah benar-benar akan dapat terwujud.

Kemakmuran ekonomi tersebut tidak hanya untuk kepentingan umat Islam, melainkan untuk yang nonmuslim. Bahkan kemakmuran itu juga untuk segenap makhluk yang di alam semesta ini, atau dengan kata lain untuk rahmat bagi alam semesta, Insya Allah. [MNews/Juan]

Sumber: https://al-waie.id/iqtishadiyah/cara-khilafah-menghentikan-dominasi-kapitalisme-global/

2 thoughts on “Cara Khilafah Menghentikan Dominasi Kapitalisme Global (Bagian 2/2)

  • 21 Oktober 2020 pada 20:29
    Permalink

    Dengan diterapkannya sistem ekonomi islam dalam pembangunan ekonomi maka akan terbentuklah suatu ekonomi yang makmur.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *