[News] Luka Perempuan Dalit di Bawah Rezim Kafir

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL Senin (12/10/2020) lalu BBC Indonesia melansir artikel berjudul “Sepuluh Perempuan Dalit Diperkosa di India Setiap Hari”. Berita ini melaporkan bahwa pekan lalu, seorang perempuan Dalit diduga diperkosa sekelompok pria dari kasta yang lebih tinggi di negara bagian Uttar Pradesh, India. Perempuan muda berusia 19 tahun itu akhirnya meninggal dunia.

Kekerasan seksual yang merajalela dihadapi oleh 80 juta perempuan Dalit di India. Orang Dalit mendekam di bagian bawah hierarki kasta yang keras di India.

Kasus ini direspons seperti biasanya ketika seorang perempuan Dalit mendapat kekerasan seksual. Polisi lambat memproses pengaduan, peneliti menanggapi dengan lambat, para pejabat meragukan ada pemerkosaan dan pihak berwenang tampak memihak pelaku. Negara dan sebagian masyarakat di India bersekongkol untuk meremehkan atau menghapus kaitan antara kekerasan seksual dan hierarki kasta.

Mereka juga langsung melarang media dan politisi oposisi mengunjungi desa tempat keluarga korban tinggal. Hal ini memunculkan dugaan ada sesuatu yang ditutup-tutupi.

Perempuan Dalit di seluruh wilayah pedesaan India telah menjadi korban kekerasan seksual selama ini. Di wilayah-wilayah ini, sebagian besar tanah, sumber daya, dan kekuatan sosial tetap berada di kasta atas dan menengah.

Baca juga:  Islam dan Rasisme

Negara Gagal Melindungi

Meskipun ada undang-undang tahun 1989 yang disahkan untuk mencegah kekejaman terhadap komunitas, kekerasan terhadap perempuan Dalit tidak pernah berhenti. Mereka terus dibuntuti, dianiaya, diperkosa, dan dibunuh tanpa ada hukuman yang adil. Sepuluh perempuan Dalit diperkosa setiap hari di India tahun lalu, menurut angka resmi pemerintah.

Satu alasan kenapa kaum Dalit -terutama perempuan- menanggung beban kekerasan adalah karena mereka mulai angkat bicara tentang apa yang dialami. Kasta atas diguncang dengan serangan balik kaum Dalit.

Di seluruh negeri, transformasi sosial mengirim gadis-gadis Dalit ke sekolah dan mendorong mereka untuk membuat suara mereka didengar. Perempuan Dalit melawan dan serangan balasannya tampaknya lebih brutal dari sebelumnya.

Kegagalan Demokrasi

Di tempat terpisah, Iffah Ainur Rochmah, pengamat isu perempuan menyatakan, “Bencana kemanusiaan yang menimpa perempuan di India ini hanyalah satu diantara puluhan bahkan ratusan kasus sejenis di jaman modern. Fakta ini seharusnya menyadarkan kita bahwa perlakuan buruk terhadap perempuan terus terjadi. Tak mampu dibendung oleh rezim-rezim, demokrasi baik di Timur maupun Barat.”

Iffah melanjutkan, “Kekerasan yang menimpa perempuan Dalit sudah berulang kali diangkat media internasional. Kasus perempuan Dalit mendapat peringkat sebagai kasus kekerasan terburuk yang dialami perempuan. Tapi apa pengaruhnya bagi mereka yang tiap hari menjadi korban?”

Baca juga:  Diskriminasi Spasial

Iffah mengkritisi langkah protes para aktivis HAM yang berhasil mendesak perubahan regulasi lokal dan nasional di India. Upaya tersebut ternyata tidak berpengaruh signifikan pada perubahan nasib perempuan Dalit.

Menurut Iffah, kasus yang menimpa perempuan India ini semestinya menyadarkan kita bahwa tanpa dituntun wahyu, manusia akan menjadi makhluk bengis yang memangsa kaum perempuan sesamanya. Masyarakat berkasta yang membolehkan memperbudak kasta yang lebih rendah hanya lahir dari masyarakat yang tidak mengenal Islam.

“Kegagalan rezim India yang demokratis untuk mengakhiri kekerasan pada orang Dalit hanya menegaskan bahwa hukum manusia tidak mampu mengendalikan nafsu menindas pada kelas masyarakat tersebut,” jelas Iffah.

Menurut Iffah, masalah ini mustahil diakhiri dengan mewujudkan mental setara pada kaum perempuan dan menghilangkan pandangan disparitas gender di masyarakat. Solusi ini hanya semacam mendorong ada perlawanan mandiri pada makhluk lemah di belantara yang siap memangsa.

“Keprihatinan terhadap nasib perempuan Dalit mestinya menyadarkan kita bahwa masyarakat dunia membutuhkan tuntunan Al Khaliq yang dipraktikkan untuk mengatur interaksi dan tata kehidupan dalam sistem khilafah,” pungkas Iffah. [MNews/Rgl]

One thought on “[News] Luka Perempuan Dalit di Bawah Rezim Kafir

  • 18 Oktober 2020 pada 23:32
    Permalink

    Kegagalan rezim India yang demokratis untuk mengakhiri kekerasan pada orang Dalit hanya menegaskan bahwa hukum manusia tidak mampu mengendalikan nafsu menindas pada kelas masyarakat tersebut.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *