Peran Gerakan Muslimah dalam Kebangkitan Umat

Oleh: Siti Nafidah Anshory, M.Ag.

MuslimahNews.com, FOKUS – Sejak umat Islam mengalami kemerosotan berpikir dan institusi politik Khilafah melemah akibat konspirasi asing, dunia Islam mulai melihat peradaban Barat sebagai peradaban yang lebih menjanjikan kemuliaan dan kebangkitan dibandingkan Islam.

Ide-ide semisal demokrasi, liberalisme, pluralisme, materialisme, dan isme-isme sekuler lainnya, tanpa ragu mereka ambil sebagai nyawa baru, bahkan sebagai “Tuhan-Tuhan” baru.

Di tengah situasi itu, lahirlah gerakan muslimah dengan format dan napas baru. Yakni napas “kekufuran” yang ditawarkan sekularisme, berupa ide-ide feminisme yang dipandang bisa mengeluarkan mereka dari apa yang selalu  diklaim sebagai persoalan perempuan. Seperti kemiskinan, ketertindasan, kekerasan, diskriminasi, dan lain-lain. Bahkan mereka menyimpan harapan besar bahwa gagasan feminisme ini  bisa memberikan mereka kemuliaan.

Maka, tanpa tedeng aling-aling, mereka menghujat agama sebagai biang ketidakadilan dan kejumudan kaum perempuan. Jargon “pembebasan dan pemberdayaan politik dan ekonomi perempuan” juga mulai bergaung kencang di dunia Islam, mengalahkan seruan untuk segera menetapi kembali keseimbangan pembagian peran yang sesungguhnya ditawarkan Islam.

Jilbab, perwalian, pewarisan, institusi perkawinan mulai dipertanyakan. Kesetaraan tanpa batas pun menjadi sebuah impian, sementara peran “tradisional’ sebagai istri dan ibu –yang sejatinya merupakan peran politis dan strategis untuk membangun peradaban cemerlang– berubah menjadi hal yang menakutkan.

Baca juga:  Optimisme Islam di Tahun 2020: Perubahan Menuju Kebangkitan Umat

Di sinilah sekularisme memainkan peranan strategisnya: dalam urusan kehidupan, agama tak perlu diberi tempat. Bagi mereka agama hanya layak jadi sajian pelengkap saat ritual perkawinan dan upacara penguburan dilangsungkan. Hingga umat kian terjauhkan dari Islam ideologis yang sejatinya merupakan modal kebangkitan.

Kebutuhan dan Arah Pergerakan Muslimah Hari Ini

Sebetulnya mudah dipahami bahwa apa yang sering diklaim sebagai persoalan perempuan seperti  kemiskinan, ketidakadilan, kekerasan, kebodohan, submission, malnutrisi, dan seribu satu persoalan lain senyatanya tidak hanya menimpa kaum perempuan. Melainkan merupakan problem umat secara keseluruhan.

Hanya saja, feminisme mengajarkan agar kaum perempuan untuk selalu berpikir dan memandang masalah dengan paradigma kacamata kuda. Yakni melihat dari sudut pandang feministik, sudut pandang keperempuanan! Bahwa semua terjadi gegara disparitas gender atau gegara dominasi budaya patriarki. Karenanya solusi satu-satunya untuk menyelesaikan persoalan perempuan adalah dengan memperjuangkan masyarakat berkesetaraan melalui pemberdayaan politik dan ekonomi perempuan.

Padahal faktanya, persoalan ketertindasan (perempuan), diskriminasi (perempuan), kemiskinan (perempuan) dan sebagainya bukan hanya persoalan perempuan versus laki-laki. Persoalan-persoalan tadi hanyalah sebagian kecil dari sedemikian banyak problematik yang dihadapi umat hari ini. Yang jika ditelusuri berpangkal pada akar yang sama yakni diterapkannya tatanan kehidupan sekuler yang melahirkan berbagai kerusakan.

Baca juga:  Optimisme Islam di Tahun 2020: Perubahan Menuju Kebangkitan Umat

Semisal, diterapkannya sistem ekonomi kapitalistik yang memunculkan problem kesejahteraan dan kesenjangan ekonomi yang demikian parah, tata sosial yang individualistis dan melahirkan kerusakan moral, sistem politik yang oportunistis yang membuka celah penjajahan, sistem pendidikan yang materialistis, tatanan budaya yang hedonistik, serta aturan-aturan cabang lainnya yang tak kalah rusaknya, dan kini terus memunculkan krisis multidimensi berkepanjangan.

Umat semestinya sadar, sistem ini sengaja diterapkan negara-negara adidaya atas negeri-negeri muslim sebagai alat melanggengkan penjajahan dan hegemoni kapitalisme global. Kaum perempuan -dengan racun feminisme yang terus dicekokkan ke tengah-tengah mereka- sengaja diperalat untuk kepentingan memutar roda industri kapitalisme dengan menjadi pemasok kebutuhan tenaga kerja murah dan ketersediaan pangsa pasar.

Harus Bangkit Demi Perubahan Mendasar

Secara fakta, semua kerusakan yang menimpa umat ini adalah niscaya saat umat Islam benar-benar menjauh  dari aturan-aturan Allah SWT.

Firman Allah Ta’ala, “Dan barang siapa berpaling dari peringatan (syariat)-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaha[20]:124)

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang yang kafir ada siksa yang menghinakan.(QS Al-Mujadilah[58]: 5)

Baca juga:  Optimisme Islam di Tahun 2020: Perubahan Menuju Kebangkitan Umat

Karenanya, satu-satunya jalan mengembalikan kemuliaan umat Islam, termasuk mengembalikan kemuliaan kaum perempuan adalah dengan kembali menerapkan aturan Islam dan mengembalikan kehidupan Islam.

Apalagi terbukti dalam sejarah peradaban emas Islam, saat Islam tegak sebagai sebuah sistem hidup, umat Islam tampil sebagai umat terbaik. Sementara kaum perempuannya juga tampil sebagai entitas yang mulia, yang diakui mampu berperan sebagai arsitek generasi pembangun peradaban cemerlang. Sebuah kedudukan  yang tidak pernah diberikan peradaban mana pun, termasuk oleh peradaban kapitalisme yang hari ini justru terbukti menistakan kaum perempuan.

Maka dalam kerangka perjuangan mengembalikan sistem kehidupan Islam inilah seharusnya gerakan muslimah bangkit dan bergerak mengambil peran. Dengan cara bersinergi dengan gerakan umat secara keseluruhan untuk melakukan perubahan mendasar.

Gerakan muslimah tidak boleh lagi terus berkutat pada persoalan-persoalan cabang (persoalan perempuan). Selain hanya akan melalaikan umat dalam persoalan-persoalan yang parsial, lebih dari itu akan kian mengukuhkan dominasi sistem kufur dalam kehidupan kaum muslimin. [MNews/Gz]

3 thoughts on “Peran Gerakan Muslimah dalam Kebangkitan Umat

  • 17 Oktober 2020 pada 07:03
    Permalink

    Sudah saatnya kaum muslimah bangkit dan bergerak membuat perubahan besar

    Balas
    • 17 Oktober 2020 pada 21:10
      Permalink

      Muslimah harus berkontribusi menuju perubahan mendasar sehingga kita semua akan terbebas dari berbagai kerusakan yang disebabkan oleh sistem kehidupan yang diberlakukan saat ini

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *