Menjaga Amanah

MuslimahNews.com, NAFSIYAH – Allah SWT menempatkan amanah sebagai satu akhlak yang memiliki kedudukan sangat spesial bagi hamba-Nya. Bahkan, seseorang yang memiliki sikap amanah bisa menjadi kekasih-Nya. Sebaliknya, seseorang yang suka berkhianat sangat dibenci Allah dan akan diperlihatkan kepada seluruh makhluk di hari pembalasan kelak.

Saat ini, kenapa kita sulit sekali menjaga amanah ataupun mencari orang yang amanah? Terkadang tak jarang kita dikecewakan orang-orang yang tidak amanah. Karena umat Islam hidup dalam sistem yang tidak menerapkan syariat-Nya, sifat amanah menjadi hal yang tergerus sistem saat ini.

Padahal, Islam mewajibkan kita untuk menjaga amanah, yaitu dengan bersikap jujur dan bisa dipercaya. Sejalan dengan perintah Allah SWT, “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (TQS An Nisa: 58)

Kemampuan seorang muslim dalam menjaga amanah merupakan tolok ukur usahanya menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Tidak hanya dalam hal ibadah, seseorang yang amanah akan memiliki hubungan baik dengan manusia lainnya. Ia dapat dipercaya dan dihormati orang-orang di sekitarnya.

Baca juga:  Amanah, Istikhlaf, dan Khilafah

Dari Hudzaifah r.a, ia berkata, penduduk Najran datang kepada Rasulullah Saw. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah Saw., kirimlah utusan kepada kami seorang laki-laki yang amanah.” Maka Rasulullah Saw bersabda, “ Ya, aku akan mengirim utusan kepada kalian seorang laki-laki yang benar-benar amanah.” Hudzaifah berkata, “Maka orang-orang pun berusaha mencari kemuliaan untuk menjadi utusan tersebut. Akhirnya Rasulullah Saw mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarrah.” (Mutafaqq ‘alaih).

Sesungguhnya, orang yang mampu menjaga amanah ialah orang pilihan. Tak banyak yang bisa melakukannya. Bahkan sifat amanah termasuk ke dalam enam perkara yang menjamin seseorang akan masuk surga. Sungguh menakjubkan bukan? Saat ini kita tertatih untuk terus menjadi penjaga amanah.

Seluruh perintah syariat merupakan amanah. Melakukan ketaatan terhadap syariat juga dikatakan amanah. Terlebih lagi memimpin suatu negara, merupakan amanah besar. Sampai-sampai Rasulullah mengingatkan salah satu Sahabat tentang mengemban amanah kekuasaan.

Dari Abu Dzar r.a, aku berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau tidak mengangkatku menjadi wakilmu?” Kemudian beliau menepuk-nepuk pundakku dengan kedua tangannya, seraya berkata, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah, padahal kekuasaan itu adalah amanah. Kelak di hari kiamat kekuasaan itu akan menjadi kehinaan dan kesedihan, kecuali orang yang mengambilnya dengan kebenaran dan menunaikan segala kewajibannya.” (HR Muslim)

Baca juga:  Amanah Jabatan dan Kekuasaan

Tentu saat ini kita rindu penguasa negara yang amanah. Bertanggung jawab penuh atas ratusan ribu bahkan jutaan rakyatnya. Mereka menerapkan hukum-hukum Allah secara adil, menjaga keutuhan wilayah kekuasaan Islam siang dan malam.

Mereka juga mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad tanpa henti. Mereka sadar sepenuhnya, semua hal itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di Hari Kiamat kelak. Hal itu juga menjadi pendorong mereka menjalankan kepemimpinannya dengan penuh amanah.

Berharap Allah segerakan pinta kita, dapat hidup dengan pemimpin yang amanah. Tak lupa terus berupaya untuk menjadi salah satu orang yang amanah. Hingga Allah beri kedudukan spesial di sisi-Nya, menjadi salah satu penghuni surga. Insya Allah. [MNews/Rnd]

5 thoughts on “Menjaga Amanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *