Khilafah Mengatasi Serangan Masif Global Pelaku Penyimpangan Seksual

Oleh: Arum Harjanti

MuslimahNews.com, FOKUS – Juni 2020 lalu, akun Instagram resmi Unilever Global menuliskan, “Kami berkomitmen untuk membuat kolega LGBTQI+ kami bangga dengan kami.” Perusahaan global itu juga menandatangani The Declaration of Amsterdam untuk memastikan akses kerja yang inklusif dan membuka kesempatan LGBTQI+ untuk berbisnis[1]. Sebelumnya, Facebook, Starbucks, Microsoft, Nike, Walt Disney dan Apple terang-terangan mendukung LGBT.[2]

Dukungan terhadap LGBT makin nyata melalui legalisasi pernikahan sejenis di berbagai negara. Sampai Oktober 2018, 14 negara Eropa melegalkan pernikahan sesama jenis mengikuti langkah Belanda pada 2001.[3]

Riset Public Religion Research Institute tahun 2012, menunjukkan adanya perubahan paradigma dari kelompok religius baik Katolik atau Kristen di Amerika.[4]

Kampanye Global LGBT

Perubahan sikap terhadap LGBT juga terjadi di Indonesia seiring meningkatnya jumlah kaum gay. Pada 2012, Kemenkes memperkirakan terdapat 1.095.970 orang, meningkat dibandingkan 2009 yang hanya sekitar 800 ribu jiwa.[5]

Peningkatan terjadi setelah pertemuan International Service for Human Rights seluruh dunia di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta yang mendeklarasikan “Yogyakarta Principle” sebagai kebebasan orientasi seksual dan identitas gender[6].

Dialog Komunitas LGBT Nasional Indonesia (Juni 2013) yang difasilitasi United Nations Development Programme (UNDP) bersama United States Agency for International Development (USAID) adalah prakarsa “Being LGBT in Asia” yang diluncurkan 10/12/2012.[7]

Pada akhir 2013, terdapat dua jaringan nasional organisasi LGBT yang menaungi 119 organisasi di 28 provinsi yang mendapat dukungan organisasi internasional.[8] Di antaranya adalah “Gaya Nusantara”, “Arus Pelangi”, Ardhanary Institute, dan GWL INA[9]. Juga Support Group and Resource Center on Gender and Sexuality Studies (SGRCGSS) yang sering mendukung berbagai kegiatan terkait LGBT[10].

Baca juga:  Aturan Tuhan Bisa Dikaji Kembali?

Menurut Sosiolog Budaya Universitas Indonesia Devie Rahmawati, jumlah kaum gay di Indonesia memang makin meningkat seiring banyaknya produk budaya populer seperti film tentang gay, sehingga perilaku itu dianggap wajar.[11]

Survei Pew Research Institute 2019 di 34 negara termasuk Indonesia menemukan 9 persen orang Indonesia setuju homoseksualitas, meningkat dibandingkan tahun 2013 yang hanya 3 persen.[12]

Maraknya LGBT di dunia termasuk Indonesia, tidak bisa lepas dari skenario global. Pada 29/9/2015, 12 badan PBB di antaranya ILO, UNDP, UNESCO, UNICEF, UN Women, WFP, dan WHO menyerukan akhiri kekerasan dan diskriminasi atas lesbian, gay, biseksual, transgender, and interseks.[13] Dunia bahkan membuat peringatan “The International Day against Homophobia, Transphobia, and Biphobia” pada 17/5/2009.[14]

Pada Juli 2013, The United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR), Komisi Tinggi PBB untuk hak asasi manusia, meluncurkan UN Free & Equal Campaign, bertujuan mempromosikan persamaan hak dan perlakuan adil terhadap orang-orang LGBTI[15].

Indonesia memang belum termasuk negara yang menyelenggarakan acara tersebut, namun dalam aktivitas media sosial, Indonesia masuk lima besar negara yang mengakses akun Facebook “The UN Free & Equal” dengan rata-rata pengakses mayoritas laki-laki berusia 18-34 tahun[16].

Dukungan secara individu para tokoh dunia, seperti Obama,[17] menambah eksistensi kelompok yang dilaknat Allah SWT ini. Dukungan akan terus mengalir di tengah dunia yang memuja kebebasan dan memisahkan agama dalam kehidupan seperti sekarang ini.

Khilafah Memberantas Perilaku Menyimpang

Islam mengharamkan penyimpangan orientasi seksual, apa pun jenisnya. Islam hanya membolehkan hubungan laki-laki dan perempuan dalam wadah pernikahan sesuai syariat.

Baca juga:  HAM, Benteng Perlindungan LGBT

Khilafah sebagai representasi pelindung semua warga negaranya, akan menjaga umat tetap hidup dalam fitrah penciptaan sebagaimana yang ditetapkan Allah SWT.

Khilafah akan menjaga umat dari pemikiran-pemikiran sesat LGBT. Selain dengan menerapkan semua hukum syariat di dalam negeri, dalam hubungan luar negeri, Khilafah tidak membuka hubungan dengan negara dan lembaga internasional yang menjadikan kerja sama di antara mereka sebagai pintu masuk penjajahan.

Di dalam negeri, setiap rumah tangga akan memahami dan melaksanakan syariat sebagaimana edukasi yang disebarluaskan negara. Dalam ranah privat, hukum syariat yang bersifat antisipatif telah mengatur hubungan laki-laki dan perempuan sejak dini.

Nabi Saw. bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian salat ketika usia mereka tujuh tahun; pukullah mereka karena (meninggalkan)-nya saat berusia sepuluh tahun; dan pisahkan mereka di tempat tidur.” (HR Abu Dawud).

Perintah memisahkan tempat tidur anak-anak itu sebagai pencegahan, sekalipun tidur dalam satu ranjang itu belum mengantarkan perbuatan zina atau sodomi –karena belum ada hasrat (syahwat) untuk itu di usia tersebut. Perintah “memisahkan tempat tidur” lebih diarahkan pada perbuatannya itu sendiri, yaitu mudhâja’ah (tidur bersama), bukan karena zina atau sodominya[18].

Terkait sistem pergaulan, sejak dini anak juga harus dididik menjauhi perilaku berbeda dengan jenis kelaminnya. Islam melarang laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya perempuan menyerupai laki-laki.

Rasululullah Saw. melaknat laki-laki dan perempuan yang meniru jenis kelamin yang berbeda darinya (HR Bukhori). Dalam riwayat lain, Nabi mengutuk waria (banci/mukhannats) dari kalangan laki-laki dan orang-orang tomboy (mutarajjilat) dari kalangan perempuan.

Nabi berkata, “Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian.” Maka Nabi pernah mengusir fulan dan Umar juga pernah mengusir fulan. (HR Bukhari)

Baca juga:  Dada Intelektual Muslimah Sesak, Bicara Ancaman Generasi di Balik Legalisasi Kaum Sodom Zaman Now

Terkait sistem sanksi, Islam amat tegas memberi hukuman penjahat LGBT+. Subjek maupun objek akan dikenakan hukuman mati.

Nabi Saw. bersabda, “Siapa saja yang kalian jumpai melakukan perbuatan kaum Nabi Luth as. maka bunuhlah pelaku dan pasangan (kencannya).” (HR Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah).

Ijmak sahabat Nabi Saw. menetapkan hukuman bagi pelaku homoseksual adalah hukuman mati. Tidak dibedakan apakah pelaku sudah menikah (mukshan) atau belum pernah menikah (ghayr muhshan).

Demikian juga kaum lesbian. Rasulullah Saw bersabda, “Lesbi di antara wanita adalah (bagaikan) zina di antara mereka.” Imam Ibnu Hazm menyebut dalil yang telah mengharamkan mubâsyarah, yakni persentuhan kulit dengan kulit tanpa penghalang antarwanita di bawah satu selimut. Jenis dan kadar hukumannya diserahkan pada Khalifah.

Semua hukum terkait sanksi pelaku LGBT saling terkait dengan hukum lainnya, seperti sistem pendidikan, pergaulan, pelayanan umum dalam Khilafah, maupun sstem informasi dan komunikasi. Semua itu dalam bingkai penerapan syariat Islam secara kâffah.

Dengan demikian, semua warga negara, baik muslim maupun nonmuslim akan tercegah dan bisa selamat dari perilaku keji tersebut. Masyarakat akan terkondisikan hidup dalam suasana mulia, keluhuran akhlak, kehormatan, martabat, ketenteraman, dan kesejahteraan. Itulah gambaran kehidupan Khilafah Islamiyah yang kita rindu. [MNews/Gz]


Referensi:

[1]https://inet.detik.com/cyberlife/d-5067965/unilever-dituding-dukung-lgbt-instagramnya diserbu?_ga=2.129451788.188614797.1602257404-981523022.1597143143

[2] https://today.line.me/id/v2/article/Perusahaan+yang+Mendukung+Kaum+LGBT+Selain+Unilever-DX5ewm

[3] https://dunia.tempo.co/read/1223079/15-negara-di-eropa-yang-mengesahkan-pernikahan-sesama-jenis

[4] https://tirto.id/di-balik-dukungan-korporasi-besar-terhadap-lgbt-crPH

[5] https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/01/23/o1e9ut394-berapa-sebenarnya-jumlah-gay-di-seluruh-indonesia

[6] https://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip-Prinsip_Yogyakarta

[7] https://www.usaid.gov/sites/default/files/documents/2496/Being_LGBT_in_Asia_Indonesia_Country_Report_Bahasa_language.pdf

[8] https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/01/23/o1e9ut394-berapa-sebenarnya-jumlah-gay-di-seluruh-indonesia

[9] https://id.wikipedia.org/wiki/Hak_LGBT_di_Indonesia

[10] https://sgrcui.wordpress.com/perihal/

[11] https://mediabogor.id/lgbt-menyerang-anak-anak-muda-jumlahnya-menggila-di-indonesia/

[12] https://www.thejakartapost.com/news/2020/06/28/survey-on-acceptance-in-indonesia-gives-hopes-to-lgbt-community.html

[13] https://www.ohchr.org/EN/Issues/Discrimination/Pages/JointLGBTIstatement.aspx

[14] https://en.wikipedia.org/wiki/International_Day_Against_Homophobia,_Transphobia_and_Biphobia

[15] https://www.unfe.org/about-2/

[16] https://www.unfe.org/wp-content/uploads/2020/04/UNFE-Report-2019.pdf

[17] https://republika.co.id/berita/internasional/global/16/02/17/o2ovl5377-dukungan-penuh-obama-untuk-komunitas-lgbt

[18] https://www.muslimahnews.com/2018/08/07/hukum-memisahkan-tempat-tidur-anak/

6 thoughts on “Khilafah Mengatasi Serangan Masif Global Pelaku Penyimpangan Seksual

  • 16 Oktober 2020 pada 14:07
    Permalink

    Rusak!! Dari dalam para orang tua udah mati Matian mendidik anaknya agar menjadi generasi Sholih Sholihah tapi pas keluar rumah malah disuguhkan dg berbagai fenomena yg merusak T.T

    Balas
  • 15 Oktober 2020 pada 20:52
    Permalink

    Astagfirullaaaaah ngeri bgt faktanya. SAYA setuju khilafah solusi

    Balas
  • 15 Oktober 2020 pada 20:07
    Permalink

    Astaghfirullah semoga anak2 dan keluarga kita d lindungi Allah SWT. Semoga Islam segera tegak aamiin

    Balas
  • 15 Oktober 2020 pada 15:12
    Permalink

    Seorang individu wajiblah meyakini dunia ini hanya sementra ada kehidupan ssungguhnya
    Dan unk mencapai kehidupan yg baik d kehidupan yg ssungguhnya itu adlah menjalankan kehidupan ini ssuai dngan aturan Sang pencipta
    Auzubillah semoga anak cucu tdk tergencir dlm maksiat ke pada Allah
    Rindu sitem yg membawa keberkahan
    @khilafah

    Balas
  • 15 Oktober 2020 pada 15:00
    Permalink

    Pelaku penyimpanan seksual jadi merebak semenjak sistem Islam tidak digunakan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *