[Tafsir QS at-Taubah: 9] Menjual Ayat-Ayat Allah (Bagian 1/2)

Oleh: Dr. Ir. M. Rahmat Kurnia, M.Si.

MuslimahNews.com, TAFSIR – Allah SWT berfirman,

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللهِ ثَمَنًا قَلِيلاً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُون

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan.” (QS at-Taubah [9]: 9)

Makna Umum

Surah at-Taubah (9) ayat 9 ini merupakan gambaran kaum musyrik yang biasa menukar ayat-ayat Allah SWT dengan harga yang rendah. Mereka memutarbalikkan ayat-ayat tersebut hanya untuk mendapatkan kepentingan dunia, baik berupa kekuasaan, kepemimpinan maupun harta dengan cara menghalangi manusia untuk beriman sehingga loyalitasnya tetap untuk mereka.

Objek ayat ini adalah kaum musyrik. Namun penyifatan “Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan” menunjukkan bahwa yang melakukan perbuatan tersebut berarti melakukan perbuatan paling buruk. Hal ini tentu saja diharamkan.

Keharaman menjual ayat-ayat Allah SWT dengan harga murah ini ditegaskan qarâ’in (indikasi-indikasi) dalam banyak ayat. Di antaranya, mereka yang melakukan hal tersebut berarti melakukan perbuatan amat buruk (QS Ali Imran [3]:187 dan at-Taubah [9]: 9); mereka celaka (QS al-Baqarah [2]: 79). Mereka membeli kesesatan dengan petunjuk; membeli siksa dengan ampunan (QS al-Baqarah [2]: 174-175).

Semua ini secara tegas menunjukkan keharaman perbuatan tersebut.

Lebih jauh, pengertian “menjual ayat-ayat Allah SWT dengan harga murah” ini dijelaskan dalam ayat-ayat lain.

Baca juga:  [Tafsir Jalalain] Syukuri Nikmat dan Jangan Jadi Penjual Agama

Pertama, menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu menyatakan, “Ini dari Allah,” padahal bukan (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 79). Mereka memutar lidahnya membaca al-Kitab dan membuat-buat legalisasi seakan apa yang diungkapkannya adalah wahyu (Lihat QS Ali Imran [3]: 77-78).

Kedua, menyembunyikan ayat Allah (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 174-175). Mereka membeli kesesatan dengan petunjuk, membeli siksa dengan ampunan.

Allah mengambil janji untuk menerangkan isi kitab dan tidak menyembunyikannya. Akan tetapi, mereka melemparkan janji itu dan menukarnya dengan harga sedikit (Lihat: QS Ali Imran [3]:187).

Ketiga, orang-orang yang beriman kepada Allah dan pada wahyu yang diturunkan kepada para nabi apa adanya, mereka itu orang yang tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah.

Mereka tidak terpedaya oleh kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan dan perusahaan orang kafir. Artinya, perbuatan tidak mengimaninya merupakan tindakan menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah (Lihat: QS Ali Imran [3]: 196-199).

Keempat, tidak menghukumi setiap perkara dengan ayat-ayat Allah SWT dan menggantinya dengan yang lain karena takut kepada manusia (Lihat: QS al-Maidah [5]: 44).

Demi Kepentingan Dunia

Penyebab sebenarnya orang yang menukar ayat Allah dengan harga murah adalah:

(1) Lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah SWT (Lihat: QS al-Maidah [5]: 44);

Baca juga:  [Tafsir QS at-Taubah: 9] Menjual Ayat-Ayat Allah (Bagian 2/2)

(2) Untuk kepentingan orang lain (Lihat: QS al-Maidah [5]: 106);

(3) Untuk menghalang-halangi manusia dari jalan Allah SWT (Lihat: QS at-Taubah [9]: 9).

Walhasil, semuanya ditujukan semata-mata untuk kepentingan dunia.

Larangan menjual atau menukar ayat-ayat Allah SWT dengan harga sedikit tidak bisa dipahami sebagai “kalau harganya mahal adalah boleh“. Sebab, sekalipun perbuatannya itu dihargai dengan seluruh dunia dan segala isinya, semua itu tetap sedikit.

Dunia dengan segala kesenangannya hanyalah seonggok perhiasan yang penuh tipuan. Apa yang ada di dunia akan lenyap, sementara apa yang ada pada sisi Allah kekal (QS an-Nahl [16]: 96). Dunia tidak ada artinya apa-apa jika dibandingkan dengan ampunan dan rida Allah SWT.

Salah satu wujudnya adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi (QS Ali Imran [3]: 133). Kunci agar seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah adalah betul-betul bertakwa kepada Allah SWT (QS al-Baqarah [2]: 41).

Pendapat Para Ahli Tafsir

Pengertian surah at-Taubah (9) ayat 9 ini akan lebih dapat dipahami dengan menyandingkannya dengan ayat berikut,

]وَءَامِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلاَ تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ وَلاَ تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ[

Berimanlah kalian kepada apa yang telah Aku turunkan (al-Quran) yang membenarkan apa yang ada pada kalian (Taurat). Janganlah kalian menjadi orang yang pertama kafir kepadanya dan janganlah kalian menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah. Hanya kepada Akulah kalian harus bertakwa.” (QS al-Baqarah [2]: 41)

Baca juga:  [Tafsir QS at-Taubah: 9] Menjual Ayat-Ayat Allah (Bagian 2/2)

Di antara pendapat para ahli tafsir adalah:

1- Tafsir Jalalain[i]

At-Taubah (9) ayat 9: Mereka menjual ayat-ayat Allah, Alquran, dengan harga murah, berupa dunia ini. Artinya, mereka meninggalkan mengikuti ayat-ayat tersebut demi keinginan dan hawa nafsu. Lalu, mereka menghalang-halangi dari jalan Allah, dîn-Nya.

Sesungguhnya itu adalah seburuk-buruk apa yang mereka lakukan.

Al-Baqarah (2) ayat 41: Berimanlah pada apa yang Aku turunkan, yakni Alquran, yang membenarkan apa yang ada pada kalian, yaitu Taurat. Karena kesesuaian Alquran tersebut dengan Taurat dalam hal tauhid dan kenabian.

Janganlah kalian menjadi orang yang pertama kafir padanya dari kalangan Ahluli Kitab. Karena orang-orang sesudah kalian yang mengikuti kalian maka dosa mereka akan menimpa kalian.

Janganlah kalian menjual (yakni mengganti) ayat-ayat-Ku yang terdapat dalam kitab kalian berupa sifat Muhammad Saw., dengan harga yang sedikit. Yaitu dengan perhiasan dunia yang sangat kecil. Artinya, janganlah kalian menyembunyikan ayat-ayat tersebut karena takut kehilangan apa yang kalian ambil dari kalangan bawah kalian.

Hanya kepada Akulah kalian harus bertakwa, yakni takutlah hanya kepada-Ku dalam hal tersebut, bukan pada yang lain. Wallâhu a‘lam. [MNews/Rgl] Bersambung ke Bagian 2/2 (Tafsir al-Qurthubi[ii])

One thought on “[Tafsir QS at-Taubah: 9] Menjual Ayat-Ayat Allah (Bagian 1/2)

  • 12 Oktober 2020 pada 19:36
    Permalink

    MasyaAllah, ilmu yang bermanfaat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *