Ketika Dada Sesak Saat Kezaliman Merajalela, Baca Ayat Ini

Oleh: K.H. Hafidz Abdurahman

MuslimahNews.com, NAFSIYAH – Coba renungkan, rahasia di balik pilihan kata, yang boleh jadi dalam bahasa kita diterjemahkan sama, tetapi fakta pemikirannya berbeda.

Perhatikan baik-baik, ketika Allah menggunakan “Najjainakum” dengan “Fa Anjainakum” (Kami selamatkan kalian) pada konteks yang berbeda.

Pertama, Allah gunakan “Najjainakum” (Kami selamatkan kalian) dari kezaliman dan kekejaman Firaun dan pasukannya.

وَإِذۡ نَجَّیۡنَـٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ یَسُومُونَكُمۡ سُوۤءَ ٱلۡعَذَابِ یُذَبِّحُونَ أَبۡنَاۤءَكُمۡ وَیَسۡتَحۡیُونَ نِسَاۤءَكُمۡۚ وَفِی ذَ ٰ⁠لِكُم بَلَاۤ  مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِی

“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Firaun dan) pengikut-pengikut Firaun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (QS Al-Baqarah: 49)

Kedua, Allah gunakan “Fa Anjainakum” (Kami selamatkan kalian).

وَإِذۡ فَرَقۡنَا بِكُمُ ٱلۡبَحۡرَ فَأَنجَیۡنَـٰكُمۡ وَأَغۡرَقۡنَاۤ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Firaun dan) pengikut-pengikut Firaun, sedang kamu menyaksikan.” (QS Al-Baqarah: 50)

Apa bedanya? Perhatikan, Allah menggunakan bentuk kata kerja, dengan wazan Fa’ala-Yufa’ilu, Najjaina, karena waktunya panjang dan lama. Bertahun-tahun.

Baca juga:  Menakar Hati Nurani Penguasa

Sedangkan “Fa Anjainakum” dengan wazan “Af’ala-Yuf’ilu“, karena menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari Laut Merah tidak membutuhkan waktu lama, tapi singkat.

Karena itu, bersabar terhadap kezaliman orang zalim membutuhkan waktu panjang. Sekaligus menguji kebenaran iman dan komitmen kita. Tetapi, yang pasti, Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya.

Cara Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya juga di luar nalar, meski ada hukum sebab akibat yang harus dilakukan sebagai syarat, yaitu memukulkan tongkat ke laut, sehingga Allah membelah, dan terbelahlah laut itu (QS al-Syu’ara’: 63)

Allah hendak mengajari kita, agar hati kita 100% hanya bersandar kepada-Nya. Juga ikhtiar sebaik mungkin, sebagai hujah kita kelak. [MNews/Gz] Sumber: link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *