[Tafsir Jalalain] Syukuri Nikmat dan Jangan Jadi Penjual Agama

Oleh: Yuana Ryan Tresna

MuslimahNews.com, NAFSIYAH – Ingatlah nikmat Allah, agar kita bisa bersyukur. Bukti syukur adalah taat. Berikut penjelasan Imam Jalalain dalam menafsirkan QS Al Baqarah ayat 40.

(يابنى إسراءيل) أولاد يعقوب (اذكروا نِعْمَتِيَ التى أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ) أي على آبائكم من الإنجاء من فرعون وفلق البحر وتظليل الغمام وغير ذلك بأن تشكروها بطاعتي (وَأَوْفُواْ بِعَهْدِى) الذي عهدته إليكم من الإيمان بمحمد (أُوفِ بِعَهْدِكُمْ) الذي عهدته إليكم من الثواب عليه بدخول الجنة (وإياى فارهبون) خافونِ في ترك الوفاء به دون غيري .

(Hai Bani Israil) maksudnya ialah anak cucu Yakub (Ingatlah akan nikmat karunia-Ku yang telah Kuberikan kepada kalian) maksudnya kepada nenek moyang kalian, berupa menyelamatkan kalian dari kejaran Firaun, membelah lautan, menaungkan awan dan lain-lain, yaitu mensyukurinya dengan jalan taat kepada-Ku, (dan penuhilah janji kalian kepada-Ku) yang telah kalian janjikan dulu, berupa keimanan kepada Muhammad (niscaya Kupenuhi pula janji-Ku kepada kalian) berupa pemberian pahala dan masuk surga (dan hanya kepada-Kulah kalian harus takut) hingga kalian tidak berani menyalahi janji itu, dan kalian tidak perlu takut kepada pihak lain.

Bani Israil memang adalah umat yang banyak sekali diberikan nikmat. Namun, bukan hanya enggan bersyukur, mereka juga tidak memenuhi janjinya kepada Allah untuk mengimani Nabi Muhammad ﷺ.

Baca juga:  [Tafsir QS at-Taubah: 9] Menjual Ayat-Ayat Allah (Bagian 1/2)

Selain itu, pada ayat 41 ada pelajaran penting yakni larangan menjual/menukar ayat Allah dengan harga yang murah. Apa itu? Lebih jelas disebutkan dalam ayat 42, yakni mencampurkan kebenaran dan kebatilan, dan menyembunyikan kebenaran.

(ولاَ تَلْبِسُواْ) تخلطوا (الحق) الذي أنزلت عليكم (بالباطل) الذي تفترونه (وَلا تَكْتُمُواْ الحق) نعت محمد صلى الله عليه وسلم (وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ) أنه الحق.

(Dan janganlah kalian campur aduk) (perkara yang hak) yang telah Kuturunkan kepada kalian (dengan yang batil) yang kamu ada-adakan (dan) jangan pula (kalian sembunyikan yang hak itu) berupa sifat dan ciri-ciri Muhammad (sedangkan kalian mengetahui) bahwa ia benar adanya.

Dalam kehidupan sekarang ini, di era fitnah akhir zaman ini, benar dan salah kian samar. Makin samar lagi dengan hadirnya para penjual agama demi harga dunia yang sedikit. [MNews/Gz]

7 thoughts on “[Tafsir Jalalain] Syukuri Nikmat dan Jangan Jadi Penjual Agama

  • 9 Oktober 2020 pada 18:39
    Permalink

    Selalu bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan sekecil apapun itu, sebagaimana firman Alloh SWT dlm QS.Ibrahim(14):7

    Balas
  • 9 Oktober 2020 pada 13:16
    Permalink

    Kita wajib melakukan segala yang Allah perintahkan agar kita dijauhkan dari kebatilan

    Balas
  • 9 Oktober 2020 pada 13:15
    Permalink

    Kita sebagai manusia yg diciptakan oleh Allah SWT harus bersyukur dengn segala yg telah Allah berikan dan kita wajib melaksanakan dan melakukan segala yg telah Allah perintahkan kepada kita agar kita tidak tersesat

    Balas
  • 9 Oktober 2020 pada 12:22
    Permalink

    Ya Alloh jagalah kami, para pengemban dakwah dari berbagai macam fitnah…aamiin..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *