Hubungan Antara Imam Mahdi dan Khilafah

MuslimahNews.com, TANYA JAWAB – Soal: Apakah Imam Mahdi yang akan menegakkan Khilafah atau justru Imam Mahdi baru ada setelah tegaknya Khilafah?

Jawab:

Memang banyak hadis yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi. Namun, tidak satu pun hadis-hadis tersebut menyatakan Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah.

Hadis-hadis tersebut hanya menyatakan, Imam Mahdi adalah seorang Khalifah yang saleh, yang memerintah dengan adil dan memenuhi bumi dengan keadilan. Sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan.

Dari Abi Sa’id al-Hudhri ra. berkata, dari Nabi Saw. bersabda,

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (HR Ibn Hibban)

Dalam riwayat lain, dari Abdullah, dari Nabi Rasulullah Saw. beliau bersabda,

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (HR Ibn Hibban)

Tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa yang menegakkan kembali Khilafah adalah Imam Mahdi. Karena terdapat dalil-dalil syar’i yang justru menunjukkan Khilafah akan tegak lebih dulu sebelum munculnya Imam Mahdi. (Sa’ad Abdullah ‘Asyur & Nasim Syahdah Yasin, Al Khilafah Al Islamiyyah wa Imkaniyyat ‘Audatiha Qabla Zhuhur Al Mahdi AS, hlm. 25-29).

Baca juga:  Hukum Melecehkan Kewajiban Khilafah

Terdapat dalil syar’i yang menunjukkan Khilafah akan tegak lebih dulu sebelum munculnya Imam Mahdi. Di antaranya adalah hadis tentang kemunculan Imam Mahdi dalam Sunan Abu Dawud dan lain-lain berikut ini:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِى أَبِى عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَالِحٍ أَبِى الْخَلِيلِ عَنْ صَاحِبٍ لَهُ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « يَكُونُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أَهْلِ الْعِرَاقِ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيَظْهَرُونَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةُ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيمَةَ كَلْبٍ فَيَقْسِمُ الْمَالَ وَيَعْمَلُ فِى النَّاسِ بِسُنَّةِ نَبِيِّهِمْ -صلى الله عليه وسلم- وَيُلْقِى الإِسْلاَمُ بِجِرَانِهِ إِلَى الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِينَ ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ »

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam, telah menceritakan kepada saya oleh ayahku, dari Qatadah dari Shalih Abi Al Khalil dari seorang temannya dari Ummu Salamah istri Nabi Saw. dari Nabi Saw. beliau bersabda,

“Akan ada perselisihan pada saat matinya seorang Khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk kota Madinah berlari menuju Makkah. Orang-orang dari penduduk Makkah mendatanginya, lalu mereka mengeluarkan laki-laki itu sedang laki-laki itu membencinya.

Kemudian mereka membaiat laki-laki itu di antara rukun [Yamani] dan Maqam [Ibrahim], lalu dikirimkan kepadanya satu pasukan lalu pasukan itu ditenggelamkan di Baida yang terletak antara Makkah dan Madinah. Maka tiba-tiba orang-orang melihat laki-laki itu didatangi oleh para Abdal dari Syam dan kelompok-kelompok dari Irak lalu mereka membaiat laki-laki itu di antara rukun [Yamani] dan Maqam [Ibrahim].

Lalu muncullah seorang laki-laki dari golongan Quraisy yang paman-pamannya dari suku Kalb, kemudian dia [Imam Mahdi] mengirimkan kepada mereka satu pasukan lalu pasukan itu pun mengalahkan mereka. Itu adalah pasukan suku Kalb, dan adalah suatu kerugian bagi siapa saja yang tidak mempersaksikan ghanimah dari Kalb itu.

Kemudian dia [Imam Mahdi] mengamalkan di tengah manusia sunah Nabi mereka dan menyebarkan Islam ke seluruh bumi. Dan dia [Imam Mahdi] akan tinggal selama tujuh tahun lalu [meninggal dan] disalatkan oleh kaum muslimin.”

(HR Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, Juz 4/175 no 4288; Musnad Ahmad, 6/316 no 26731; At Thabrani, Al Mu’jam Al Ausath, no 1153; Shahih Ibnu Hibban, 15/160 no 6757; Musnad Abu Ya’la, 12/369 no 6940; Al Hakim, Al Mustadrak, Juz 4 no 8328)

Baca juga:  Mendirikan Khilafah, Fardu Kifayah

Berdasarkan hadis tersebut, jelaslah bahwa kemunculan seorang laki-laki yang dikenal dengan Imam Mahdi tersebut adalah pada saat matinya seorang Khalifah. Ini berarti bahwa Imam Mahdi bukanlah Khalifah yang pertama dalam Khilafah yang akan kembali tegak nanti, insya Allah.

Pengertian seperti ini ditegaskan oleh dua pengarang kitab Al Khilafah Al Islamiyyah wa Imkaniyyat ‘Audatiha Qabla Zhuhur Al Mahdi AS yang mensyarah maksud hadis di atas dengan berkata,

فالنبي صلى الله عليه وسلم يخبر بأن ظهور المهدي– عليه السلام – يكون عقب موت خليفة للمسلمين، مما يدل عل أن الخلافة تكون موجودة وقائمة قبل ظهوره

Maka Nabi Saw. mengabarkan bahwa kemunculan Imam Mahdi ‘alaihis salam akan terjadi setelah matinya Khalifah kaum muslimin, hal ini menunjukkan bahwa Khilafah akan ada dan tegak sebelum kemunculan Imam Mahdi. (Sa’ad Abdullah ‘Asyur & Nasim Syahdah Yasin, Al Khilafah Al Islamiyyah wa Imkaniyyat ‘Audatiha Qabla Zhuhur Al Mahdi AS, hlm. 27)

Kesimpulannya, tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa Khilafah nantinya akan ditegakkan oleh Imam Mahdi. Yang benar, Khilafah akan ditegakkan oleh kaum muslimin. Ketika seorang Khalifah meninggal dunia dan timbul perselisihan, saat itulah Imam Mahdi akan muncul dan dibaiat menjadi seorang Khalifah.

Baca juga:  Cara Islam Mengatasi Masalah Perburuhan

Karena itulah, tidak ada pilihan bagi setiap Muslim selain bangkit dan berjuang bersama hingga syariah dan Khilafah benar-benar tegak di muka bumi ini. Wallahu a’lam. [MNews/Rgl] Disarikan dari berbagai sumber.

4 thoughts on “Hubungan Antara Imam Mahdi dan Khilafah

  • 8 Oktober 2020 pada 20:16
    Permalink

    Sungguh Indah jika Islam mengatur hubungan suami istri. suami memenuhi kewajibam mencari nafkah dan istri melayani segala keperluan suami serta menaati segala hal kecuali bukan dalam pelanggaran hukum syara’. Rindu sistem Islam hadir tegak kembali dalam bingkai khilafah.

    Balas
  • 8 Oktober 2020 pada 17:59
    Permalink

    Hadist yg sedang saya cari2…alhamdulillah bertambah ilmu.barakallah

    Balas
  • 8 Oktober 2020 pada 16:48
    Permalink

    Subhanallah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *