Ustazah Ratu Erma: Jangan Lelah Membela Islam

MuslimahNews.com, NASIONAL – Tantangan membela Islam sangatlah berat dan besar. Allah sudah memberitahu, membela agama Allah perlu kesabaran meski banyak yang menganggap buruk dan jahat. Hal itu disampaikan pakar politik Islam, Ustazah Ratu Erma.

“Ini (membela Islam, ed.) adalah kewajiban mulia dan ada pahala besar di dalamnya,” ujarnya di akhir Diskusi Online “Awas, Keluarga Muslim Hadapi Sistem Tak Ramah Ajaran Islam”, Ahad (20/9/2020) di kanal YouTube Muslimah Media Center.

Dalam diskusi itu, Ustazah Erma menerangkan bagaimana musuh-musuh Islam secara sistematis mereduksi ajaran Islam. Di antaranya melalui perubahan kurikulum, menciptakan agennya di negeri muslim, juga propaganda sesat terhadap ajaran Islam.

Khilafah, contohnya, mereka desain sebagai sekadar sejarah dan tidak ada penyampaian dari sisi fikih: bagaimana cara menerapkan Khilafah dan cara Khilafah bekerja.

“Di satu sisi, ini berbahaya bagi umat Islam dengan menjauhkan dari pemahaman yang benar, tapi sesungguhnya di sisi lain, bahaya bagi musuh Islam ketika umat menggaungkan Khilafah,” jelasnya.

Jampi-Jampi Demokrasi

Selain itu, Ustazah Erma menerangkan, para pemimpin negeri muslim saat ini tidak lahir dari peradaban Islam, 96 tahun sejak Kekhilafahan Islam tidak dijalankan. Selama itu pula musuh Islam menghendaki sekularisme dan liberalisme mendominasi dunia.

Baca juga:  Editorial: Demokrasi atau Otokrasi-Oligarkis, Sama-sama Bukan Solusi

Sehingga, pemimpin-pemimpin negeri Islam ini lahir dari generasi yang tidak mengenal peradaban Islam, tidak lahir dan dibimbing keluarga dan masyarakat untuk menjadi seorang pemimpin.

“Karena itulah rezim di negeri muslim ini represif dan otoriter kepada umatnya. Saat kebangkitan Islam mulai menggeliat, para pemimpin yang tidak mengenal Islam itu langsung bersegera menekan kesadaran Islam,” paparnya.

Sayangnya, walaupun pemimpin ini lahir dari rahim sistem sekuler, masih ada sebagian kaum muslimin yang menganggap keburukan saat ini adalah ulah oknum, bukan sistem.

Maka menurutnya, ini akibat adanya “jampi-jampi” bahwa rakyat akan sejahtera jika aturannya dari mereka, untuk mereka, dan oleh mereka.

“Itu kesesatan. Itulah sistem demokrasi. Kaum muslimin tercengang dengan hal tersebut. Mereka menerima jampi-jampi kalau agama jangan turut campurlah, itu urusan Tuhanlah,” jelasnya.

Padahal, di baliknya ada kepentingan musuh. Ditambah lagi monsterisasi terhadap Khilafah dan konflik di tengah umat.

“Penuh dengan jampi-jampi. Harus di-ruqyah,” sindirnya.

Maka, seyogianya umat Islam terus mempropagandakan hanya Islam yang bisa menciptakan kedamaian dan sudah terbukti dalam sejarah. Saat Islam diterapkan, ujarnya, tidak pernah ada konflik dengan penganut agama lain, bahkan mereka (nonmuslim) tersokong dan terlindungi, selagi mereka tidak menyerang dan memusuhi.

Baca juga:  Demokrasi Menyamakan Suara Kaum Cendikia dengan Pengidap Gangguan Jiwa

Tetap Istikamah

Ustazah Erma pun berpesan kepada umat dan pengemban dakwah khususnya, untuk senantiasa bersabar dalam menjelaskan nilai-nilai Islam dan penerapan hukum yang sempurna.

“Kita harus sabar. Jadilah bintang-bintang yang menerangi kegelapan. Teruslah berdakwah mengajak masyarakat dan istikamah menjalani kehidupan Islam di tengah keburukan ini, sampai Allah menolong kita,” nasihat Ustazah Erma.

Tak lupa beliau mengingatkan, akan datang suatu masa orang yang sabar dalam kesulitan berpegang teguh pada Islam. Sehingga, meskipun ada titik terendah pada kehidupan manusia, sebagai seorang muslim yang berpikir, harus tetap mengambil peran, bangkit, dan tidak mempertahankan kesulitan yang ada.

“Ia bagai berpegang dengan bara api. Namun, insya Allah ada pahala yang besar di sana. Allah tahu mana yang istikamah, maka Allah akan memilih dan mengambil mereka sebagai saksi tegaknya peradaban Islam,” pungkasnya. [MNews/Ruh-Gz]

6 thoughts on “Ustazah Ratu Erma: Jangan Lelah Membela Islam

  • 27 September 2020 pada 22:56
    Permalink

    Semoga keistiqomahan selalu ada dalam diri, ikhlas untuk berjuang karena Allah.. aamiin in syaa Allah

    Balas
  • 27 September 2020 pada 20:08
    Permalink

    Semangat

    Balas
  • 27 September 2020 pada 18:23
    Permalink

    MaasyaaAllah, semoga kita selalu di istiqomahkan. Aamiin. Ketika kita melihat perjuangan diri inu dalam berdakwah, rasanya malu sama Allah

    Balas
  • 27 September 2020 pada 14:38
    Permalink

    Ilusi demokrasi, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Menyerahkan kedaulatan (hak membuat hukum) pd manusia dgn akalnya yg terbatas. #backtoislam #terapkansyariahlhilafah

    Balas
  • 27 September 2020 pada 07:07
    Permalink

    Maa syaa Allah.. Aamiin yaa robb.. Maka bersabarlah kamu dengan kesabaran yang baik..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *