Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Keluarga

Islam memberikan peran kepada negara untuk menjamin kesehatan rakyatnya, Islam pun memerintahkan orang tua, terutama ibu untuk berperan dalam menjaga kesehatan keluarganya.


Oleh: Najmah Saiidah

MuslimahNews.com, KELUARGA – “Mintalah oleh kalian kepada Allah ampunan dan kesehatan. Sesungguhnya setelah nikmat keimanan, tak ada nikmat yang lebih baik yang diberikan kepada seseorang selain nikmat sehat.(HR Hakim).

Hadis ini telah memberikan penjelasan bahwa Islam memberikan perhatian yang sangat luar biasa terhadap kesehatan. Hal ini tampak ketika Islam mempersandingkan kesehatan dengan keimanan, nikmat keimanan dan nikmat kesehatan.

Rasulullah Saw. juga bersabda yang artinya, “Orang Mukmin yang kuat itu lebih baik dan disukai Allah daripada Mukmin yang lemah.” (HR Muslim).

Dalam Islam, kesehatan juga dipandang sebagai kebutuhan warga negara, individu per individu, muslim maupun nonmuslim tanpa pandang bulu.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.: “Siapa saja yang memasuki pagi hari mendapatkan keadaan aman (dalam) kelompoknya, sehat badannya, memiliki bahan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya”. (HR Bukhari).

Dalam pelaksanaannya, kepala negaralah, yaitu Khalifah yang bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan semua warga negara.

Rasulullah Saw. bersabda: “Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia laksana penggembala. Hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap (urusan) rakyatnya.” (HR al-Bukhari).

Tugas ini tidak boleh dilalaikan sedikit pun karena akan mengakibatkan kemudaratan, yang tentu diharamkan dalam Islam.

Layanan Kesehatan Masa Khilafah

Rasulullah Saw. dan para Khalifah telah melaksanakan sendiri layanan kesehatan. Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi Saw. (sebagai kepala negara) mendatangkan dokter untuk mengobati Ubay.

Ketika Nabi Saw. mendapatkan hadiah dokter dari Muqauqis, Beliau menjadikannya sebagai dokter umum bagi masyarakat. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa serombongan orang dari Kabilah ‘Urainah masuk Islam lalu jatuh sakit di Madinah.

Baca juga:  Khilafah Mencetak Ibu Tangguh

Rasulullah Saw. selaku kepala negara lalu meminta mereka untuk tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola baitulmal di dekat Quba’ dan diperbolehkan minum air susunya sampai sembuh. Al-Hakim meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khaththab memanggil dokter untuk mengobati Aslam.

Khilafah tidak akan memungut biaya kesehatan kepada rakyatnya, karena itu adalah tanggung jawabnya. Biaya kesehatan yang cukup besar akan dipenuhi Khilafah dari sumber-sumber pemasukan negara yang telah ditentukan oleh hukum Islam.

Di antaranya dari hasil pengelolaan harta kekayaan umum termasuk hutan, berbagai macam tambang, minyak dan gas, dan sebagainya. Juga dari sumber-sumber kharaj, jizyah, ghanimah, fa’i, ‘usyur, pengelolaan harta milik negara dan sebagainya. Semua itu akan lebih dari cukup untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan secara memadai dan cuma-cuma untuk seluruh rakyat.

Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Keluarga

Ayah dan ibu memiliki peran yang penting dalam menjaga kesehatan keluarga, terutama ibu sebagai ummu wa rabbatul bait. Islam telah mengaturnya dalam nas-nas syara, antara lain:

1.     Menyusui anak sampai berusia dua tahun.

Siapa pun memahami bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi anak, terutama dalam 6 bulan pertama sejak kelahiran sang bayi. Islam memerintahkan ibu untuk menyusui bayinya hingga berusia 2 tahun. Surat Al Baqarah Ayat 233: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…”

2.     Membiasakan anggota keluarga menjaga kebersihan diri.

Menjaga kebersihan badan merupakan amalan yang baik. Islam memerintahkan kita untuk menjaga kebersihan badan. Hadis Rasulullah SAW: “Ath-thuhuuru syatrul iiman” yang artinya “Bersuci adalah setengah (sebagian) dari Iman” (HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).

Baca juga:  Khilafah Mencetak Ibu Tangguh

3.     Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Sabda Rasulullah Saw.: “Sesungguhnya Allah SWT adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR Tirmidzi)

4.     Menanamkan perilaku hidup sehat pada seluruh anggota keluarga sejak dini.

Islam telah memerintahkan kepada orang tua untuk mengkhitan anak-anaknya, menganjurkan untuk makan tidak berlebihan sehingga kekenyangan. Islam juga melarang kita untuk makan dan minum sambil berdiri.

Rasulullah Saw. bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR Ahmad.

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.”

5.     Menyediakan makanan yang halal, baik dan bergizi bagi anggota keluarganya.

Membuat dan menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan tetap enak untuk dinikmati serta sesuai dengan standar dari pola hidup sehat merupakan amalan yang disukai Allah.

6.     Memiliki pengetahuan tentang pengobatan, sekaligus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah Maha Penyembuh serta memahami bahwa berobat adalah sunah hukumnya. Allah SWT berfirman, “Dan apabila aku sakit, maka Dia-lah yang menyembuhkan aku.” (QS asy-Syu’ara (26): 80).

Penutup

Demikianlah gambaran ideal pelayanan kesehatan di dalam negara Khilafah. Fakta yang terjadi ketika sistem Islam diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan umat manusia.

Telah jelas pula bahwa di samping Islam memberikan peran kepada negara untuk menjamin kesehatan rakyatnya, Islam pun memerintahkan orang tua, terutama ibu untuk berperan dalam menjaga kesehatan keluarganya. Kondisi ini akan bisa terlaksana dengan baik ketika sistem Islam diterapkan secara sempurna.

Baca juga:  Khilafah Mencetak Ibu Tangguh

Hanya saja kondisi kita saat ini sangat jauh dari ideal, karena kita hidup dalam sistem kapitalisme yang bertentangan dengan Islam. Sistem kapitalisme memandang bahwa kesehatan bukan hak setiap individu, melainkan hak istimewa bagi seseorang yang sanggup membayar biaya kesehatan.

Negara tidak berfungsi sebagai penjamin kebutuhan rakyat, yang ada menjadi perantara bagi penyedia layanan kesehatan untuk dijual. Karenanya, biaya dokter tinggi, harga obat mahal, biaya pengadaan dan pemeliharaan alat-alat dan sarana kesehatan dibebankan kepada konsumen.

Layanan kesehatan menjadi diskriminatif, bukan lagi menjadi hak bagi setiap orang. Karena mereka yang miskin tidak akan sanggup membayar layanan kesehatan yang berkualitas. Pada akhirnya rakyat dibiarkan untuk menanggung kesehatannya sendiri.

Islam menempatkan kesehatan sebagai hak setiap warga negara. Oleh karena itu, ketika saat ini negara abai terhadap pelayanan kesehatan, maka kesulitanlah yang dialami rakyat, baik individu maupun keluarga.

Seorang ayah maupun ibu dalam keluarga tidak bisa untuk tidak peduli akan kondisi kesehatan anak-anaknya atau anggota keluarga yang lainnya. Seorang ayah maupun ibu tidak akan leluasa menjalankan perannya sebagai orang yang bertanggung jawab bagi kesehatan anggota keluarga, dikarenakan negara menyerahkan seratus persen urusan kesehatan rakyat kepada individu.

Karenanya tidak ada alasan untuk tetap melanggengkan sistem kapitalisme yang telah menyengsarakan rakyatnya. Tidak ada pilihan lain kecuali segera berusaha menegakkan Khilafah yang melayani kebutuhan asasi rakyatnya dengan gratis dan berkualitas.

Hidup dalam naungan Khilafah adalah pilihan logis di samping menjadi kewajiban bagi umat untuk mewujudkannya. Wallahu a’lam bishshawwab. [MNews/Juan]

3 thoughts on “Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Keluarga

  • 26 September 2020 pada 20:20
    Permalink

    Hidup di jaman sekarang boro – boro buat gizi seimbang,karena beban Rakyat terlalu banyak dan berat , dengan berbagai pemenuhan kebutuhan dasar lainnya,yang harus di tanggung sendiri.
    Biaya pendidikan,BBM,Listrik,Air,biaya kesehatan yg mahal dll
    Semoga KHILAFAH segera tegak.Aamiin.
    #WeNeedKhilafah

    Balas
  • 26 September 2020 pada 12:51
    Permalink

    Ibu peduli kesehatan, negara pun peduli. Subhanallah, Islam memang indah.

    Balas
    • 26 September 2020 pada 19:13
      Permalink

      Masya Allah, ibu memang hebat

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *