Fatimah Al-Fihri, Muslimah Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Oleh: Nabila Asy Syafi’i

MuslimahNews.com, KISAH INSPIRATIF – Peradaban Islam tatkala tegak dalam naungan Khilafah, melahirkan banyak tokoh-tokoh yang menginspirasi dunia. Mereka memberikan dedikasi hidupnya untuk kebaikan seluruh manusia tanpa sekat wilayah, tanpa membedakan ras, suku, bahkan agama.

Khilafah menopang dan memberikan segala kemudahan untuk tumbuh kembangnya ilmu pengetahuan. Sehingga masyarakat berlomba-lomba melakukan amal saleh. Laki-laki dan perempuan bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk sesama.

Salah seorang muslimah yang memberikan dedikasi yang tinggi dalam dunia pendidikan, di saat dunia Barat masih tertatih-tatih dalam kegelapan adalah Fatimah Al-Fihri, yang mendirikan Universitas Qairouan di Maroko, dan merupakan universitas pertama di dunia.

Mengenal Sosok Fatimah Al-Fihri

Fatimah Al-Fihri adalah muslimah salihah, dermawan, cerdas lagi visioner, menguasai ilmu fikih Islam, juga hadis Nabi. Ia lahir pada 800 M di Qairouan, Tunisia.

Ayahnya seorang pengusaha sukses bernama Mohammad bin Abdullah al-Fihri, ia punya saudara perempuan bernama Mariam. Fatimah Al-Fihri meninggal dunia pada tahun 880 M di kota Fez, Maroko.

Pada 818 M, Fatimah Al-Fihri dan saudara perempuannya diajak pindah oleh ayahnya ke Fes di Maroko. Saat itu Fez berada di bawah Kekhilafahan Abbasiyah, dengan Gubernur bernama Idris II.

Baca juga:  Perempuan Berdaya dalam Mengembangkan Saintek pada Masa Kekhilafahan Islam

Idris II dikenal sebagai pemimpin muslim yang taat dan banyak melakukan pembangunan, salah satunya adalah menjadikan Fes sebagai kota di Maroko yang paling maju dengan kekayaan budaya dan agama, juga sebagai pusat perdagangan.

Muhammad bin Abdullah al-Fihri, Ayah Fatimah, hanya dalam waktu 10 tahun tinggal di kota Fes, telah sukses menjadi pengusaha besar. Kekayaannya melimpah. Tatkala Muhammad bin Abdullah al-Fihri meninggal dunia, ia mewariskan kekayaan yang sangat banyak kepada kedua anaknya.

Ketika Fatimah Al-Fihri diberkahi kekayaan yang banyak, peninggalan dari orang tuanya, maka ia gunakan untuk kebaikan, yang kebaikan tersebut akan terus mengalir bahkan akan menyebar luas ke seantero dunia.

Fatimah Al-Fihri Membangun Universitas Pertama di Dunia

Pada Ramadan 245 Hijriah (859 M), setelah memutuskan untuk memanfaatkan kekayaannya dan mendapatkan izin dari penguasa, Fatimah Al-Fihri mulai membangun sebuah masjid dan madrasah untuk masyarakat di kota Fes, Maroko.

Kompleks ini akhirnya disebut dengan Qairouan dalam rangka menghormati kota Al-Qayrawan asal Fatimah al-Fihri. Untuk mendekatkan diri kepada Allah, selama pembangunan masjid, Fatimah berpuasa setiap hari.

Awalnya, madrasah Qairouan memiliki kurikulum yang sama dengan masjid dan madrasah-madrasah lainnya, yaitu pengajaran tentang ilmu-ilmu dan tsaqafah Islam seperti, tafsir Alquran, hadis Nabi, fikih Islam, dan bahasa Arab.

Baca juga:  Peran Muslimah Dalam Pendidikan

Madrasah Qairouan pun berkembang, tidak hanya mengajarkan kurikulum pengetahuan Islam saja, Tapi juga memasukkan pengetahuan matematika, astronomi, fisika, kedokteran, sastra, dan musik. Inovasi ini mengubah madrasah Qairouan berbeda dengan madrasah lainnya.

Madrasah Menjadi Universitas Qairouan

Pada perkembangan selanjutnya, madrasah Qairouan menjadi Universitas yang megah dan besar. Mahasiswa yang belajar di Universitas Qairouan pun beragam, baik muslim namun nonmuslim.

Dari Maroko maupun dari luar Maroko, bahkan tidak terbatas pada penduduk Afrika Utara saja, tapi merambah ke negeri-negeri yang lain, karena pendidikan tinggi Qairouan ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki keinginan untuk belajar.

Universitas Qairouan adalah Universitas pertama dan tertua yang memberikan gelar bagi para lulusannya. Banyak tokoh besar terlahir dari universitas ini, baik tokoh muslim maupun nonmuslim.

Diantaranya tokoh muslim adalah Abu al-Abbas az-Zawawi pakar matematika, Ibnu Bajah pakar bahasa Arab dan seorang dokter, pemuka dari Mazhab Maliki, Abu Madhabal-Fasi dan Ibnu Khaldun, sosiolog termasyhur.

Adapun tokoh dari kalangan nonmuslim lulusan Universitas Qairouan adalah Gerber dari Auvergne yang kemudian menjadi Paus Sylvester II. Dialah yang kemudian memperkenalkan angka-angka Arab dan konsep nol ke Eropa di abad pertengahan. Lulusan lainnya adalah Maimonides, seorang dokter sekaligus filsuf Yahudi.

Baca juga:  Kualitas Seorang Negarawan dalam Perspektif Islam

Pada akhirnya, Universitas Qairouan terbukti menjadi momen perubahan revolusioner bagi dunia pendidikan, berkembang melampaui zamannya. Hingga saat ini Universitas Qairouan masih berdiri tegak dan masih menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Khatimah

Sungguh Fatimah Al-Fihri adalah cermin muslimah yang memiliki pandangan yang visioner, inovasi yang brilian; dan ikhlas mendedikasikan harta, pikiran, dan waktu yang dimiliki untuk kebaikan umat, khususnya dalam bidang pendidikan.

Terbukti Universitas Al-Qairouan yang dibangunnya berkembang dengan pesat dan merupakan Universitas pertama di dunia (859 M), dibandingkan dengan universitas lainnya.

Universitas Al-Azhar lahir sekitar 975 M. Universitas tertua di Eropa, Bologna di Italia, muncul tahun 1088 M. Oxford, Universitas tertua di Inggris ada tahun 1096 M dan Harvard di AS ada 1636 M.

Demikianlah, Fatimah Al-Fihri telah menginspirasi muslimah yang lain untuk terus berkarya di tengah-tengah umat, dengan terus menyebarkan, mengajarkan dan mengajak kepada kebaikan Islam. Sehingga kebaikan yang telah ditanam akan menjadi amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari kiamat. Wallahu A’lam Bi Ash-shawab. [MNews/Juan]

Sumber: https://suaramubalighah.com/2020/06/13/fatimah-al-fihri-muslimah-pendiri-universitas-pertama-di-dunia/

3 thoughts on “Fatimah Al-Fihri, Muslimah Pendiri Universitas Pertama di Dunia

  • 8 Oktober 2020 pada 09:14
    Permalink

    Masyaalloh
    semoga akan lahir fatimah2 lain masa depan

    Balas
  • 26 September 2020 pada 08:57
    Permalink

    Subhanallah

    Balas
  • 25 September 2020 pada 14:07
    Permalink

    Masya Allah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *