Khilafah, Fardhun wa ‘Ilaajun

Oleh: Kholidah Wahyuni (Mubaligah Jawa Timur)

MuslimahNews.com, FOKUS – Perbincangan ide Khilafah makin menguat terutama setelah diluncurkannya film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN).

Munculnya persoalan umat yang tidak pernah kunjung selesai akibat penerapan sistem demokrasi di negeri-negeri muslim, mendorong untuk mencari solusi sistemis yang dapat menyelesaikan kondisi umat yang makin terpuruk.

Fakta membuktikan, hari ini, demokrasi-kapitalisme telah nyata tidak mampu membawa umat manusia pada tatanan kehidupan yang memanusiakan manusia. Sementara, sosialisme telah tumbang dalam pertarungan ideologi dalam perang dingin antara AS dengan Uni Soviet.

Bisyarah Tegaknya Khilafah Islamiyah

Apabila kita telaah nah-nas syar’i, baik dari Alquran maupun Hadis, banyak kita temukan adanya bisyarah (kabar gembira) akan tegaknya kembali peradaban Islam di muka bumi.

Nas-nas tersebut di antaranya adalah:

Pertama, kepastian janji kemenangan dari Allah SWT.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam QS An Nur: 55,

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah di ridai-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan siapa saja yang kufur sesudah (janji) itu,maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Dalam ayat tersebut Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengungkapkan dengan kata وعد yang merupakan fi’il madhi (kata kerja) bentuk lampau yang berfaedah memberikan kepastian apa yang diinformasikan.

Baca juga:  Negara Khilafah

Juga ungkapan yang menggunakan lafaz taukid (lam ta’kid dan nun ta’kid ats tsaqilah) pada kata:

ليستحلفنهم ، ليمكنن ،ليبدلنهم.

Yang merupakan jawab qasam, meski tidak disertai huruf qasam. Dengan adanya janji dan sumpah ini, menunjukkan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak akan menyelisihi janji-Nya.

Kedua, membentangnya kekuasaan umat Islam di akhir zaman.

Rasulullah ﷺ bersabda,

إن الله زوى لي الارض ،فرايت مشارقها ومغاربها ،

وان أمتي سيبلغ ملكها ما زوي لي منها،واعطيت الكنزين : الاحمر و الابيض.

“Sesungguhnya Allah SWT telah mengumpulkan (dan menyerahkan) bumi kepadaku, sehingga aku bisa menyaksikan timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dikumpulkan dan diserahkan kepadaku darinya, dan aku dianugerahi dua perbendaharaan yakni merah (emas) dan putih (perak).” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Al-Tirmidzi).

Al Hafidz al Nawawi al Syafi’i menjelaskan, di dalam hadis ini terdapat isyarat bahwa kekuasaan umat ini akan membentang (membesar) sebagian besarnya dari arah timur dan barat.

Dalam hal ini, makna di balik kalimat “timur dan barat” adalah bahasa kiasan dari keseluruhan penjuru bumi mencakup timur, barat, utara, dan selatan.

Penyebutan timur dan barat mempunyai makna lebih besar daripada penyebutan utara dan selatan.

Baca juga:  Jejak Khilafah di Nusantara, Bukti Tak Terbantahkan! (Bagian 2/2)

=

Ketiga, tegaknya kekhilafahan di atas minhaj kenabian.

Dari Hudzaifah r.a., ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Atas izin Allah ia tetap ada, lalu Dia akan mengangkatnya, jika Dia berkehendak mengangkatnya kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj Kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud al-Thayalisi dan Al Bazzar).

Hadis ini merupakan hadis Maqbul yang dijadikan hujah kembalinya Khilafah Islamiyah.

Syaikh Abu Al Turab Sayyid bin Husain Al Affani menegaskan, “Hadis ini merupakan hadis sahih.” Sedangkan Syaikh Syuaib al Arnauth mengomentari, “Isnad hadis ini Hasan.

Khilafah, Solusi Problematik Umat

Islam memberikan setiap muslim suatu akidah (keimanan) dan seperangkat hukum-hukum Islam sebagai solusi seluruh permasalahan yang dihadapinya.

Pelaksanaan setiap hukum dipandang sebagai ibadah. Ketika hukum Islam diterapkan, maka keberkahan dan kemaslahatan akan didapatkannya. Sebaliknya, jika umat meninggalkan dan menerapkan selain hukum Islam, maka yang terjadi adalah kemudaratan dan keterpurukan.

Oleh karena itu, penegakan seluruh hukum Islam dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi sesuatu yang sangat penting.

Namun tidak bisa dipungkiri, penerapan syariat Islam secara kaffah dalam setiap lini kehidupan, membutuhkan peran negara.

Baca juga:  Khilafah Ajaran Islam yang Terlupa

Dan negara yang memiliki komitmen kuat untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah hanya Khilafah Islamiyah, bukan negara demokrasi sebagaimana diterapkan di seluruh penjuru dunia saat ini.

Keberadaan Khilafah Islamiyah adalah kebutuhan mendesak kaum muslimin saat ini di mana pun berada. Dikatakan kebutuhan mendesak karena berbagai problem kehidupan membutuhkan solusi tuntas, dan solusi itu hanya ada pada Islam yang harus diterapkan negara.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah berfirman,

وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا

“Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan sejelas-jelasnya.” (QS al-Isra’: 12)

Kewajiban Terpenting

Khilafah atau Imamah termasuk kewajiban syariat yang penting, bahkan dikatakan sebagai ahhamiyatul wajibaat ‘kewajiban terpenting’, karena Khilafah merupakan penjamin penerapan syariat Islam secara kaffah.

Tanpa Khilafah, banyak hukum Islam yang telantar. Penjagaan terhadap jiwa, keturunan, akal, kemuliaan, harta, agama, keamanan, dan negara tidak akan pernah bisa diterapkan; dan kaum muslimin tidak memiliki pelindung atas harta, jiwa, dan kehormatan mereka sebagaimana keadaan saat ini.

Imam Al Ghazali menyatakan dalam kitabnya Al-Iqtishaad fii al-I’tiqaad juz I/76.

“Agama adalah asas, sedangkan kekuasaan adalah penjaga. Kekuasaan tanpa asas akan binasa, sedangkan agama tanpa penjaga akan lenyap.”

Oleh karena itu, kebutuhan mendesak umat Islam saat ini ialah tegaknya kembali Khilafah Islamiyah, agar berbagai problem kehidupan lekas tertuntaskan dan umat Islam akan kembali menjadi Khairu Ummah.

Keberkahan hidup pun akan kembali dirasakan sebagai hasil penerapan syariat Islam kaffah dalam institusi pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyah. Insya Allah. [MNews/Gz]

15 thoughts on “Khilafah, Fardhun wa ‘Ilaajun

  • 26 September 2020 pada 14:22
    Permalink

    Telah lama umat Islam tanpa pelindung, banyak ulama di diskriminasi, hukum syara’ diselewengkan dan umat muslim dilecehkan. Semoga khilafah segera tegak aamiin

    Balas
  • 26 September 2020 pada 05:00
    Permalink

    Iya semoga Allah segera memenangkan Islam

    Balas
  • 25 September 2020 pada 14:48
    Permalink

    Menegakkan Khilafah hukumnya Fardhu kifayah

    Balas
  • 23 September 2020 pada 19:14
    Permalink

    Rindu penerapan syariah dan khilafah yang akan menjadi solusi permasalahan umat

    Balas
  • 23 September 2020 pada 18:29
    Permalink

    Penegakan khilafah axalah kewajiban terpenting demi tegaknya hukum-hukum Allah

    Balas
  • 23 September 2020 pada 17:37
    Permalink

    Janji Allah itu pasti tdk akn terelakan
    Kapan janji itu terwujud itu adalh hak Allah
    D luar kuasa manusia

    Balas
  • 23 September 2020 pada 12:22
    Permalink

    Semoga Allah satukan hati kaum muslimin untuk mencapai kemenangan..

    Balas
  • 23 September 2020 pada 11:20
    Permalink

    Khilafah adalah suatu sistem yang menggunakan aqidah Islam sebagai landasannya

    Balas
  • 23 September 2020 pada 10:29
    Permalink

    Pelaksanaan setiap hukum dipandang sebagai ibadah. Ketika hukum Islam diterapkan, maka keberkahan dan kemaslahatan akan didapatkannya. Sebaliknya, jika umat meninggalkan dan menerapkan selain hukum Islam, maka yang terjadi adalah kemudaratan dan keterpurukan.

    Balas
    • 23 September 2020 pada 18:31
      Permalink

      Penegakan khilafah adalah kewajiban terpenting demi tegaknya hukum-hukum Allah. InsyaaAllah khilafah tinggal selangkah lagi

      Balas
  • 23 September 2020 pada 09:39
    Permalink

    Tanpa Khilafah, banyak hukum Islam yang telantar. Penjagaan terhadap jiwa, keturunan, akal, kemuliaan, harta, agama, keamanan, dan negara tidak akan pernah bisa diterapkan; dan kaum muslimin tidak memiliki pelindung atas harta, jiwa, dan kehormatan mereka sebagaimana keadaan saat ini.

    Balas
  • 23 September 2020 pada 09:32
    Permalink

    Semoga Khilafah segera tegak, karena ummat sejatinya sangat butuh n merindukannya walau mereka belum sadar scr totalitas ..

    Dengan membaca pernyataan dari Imam Al Ghazali menyatakan dalam kitabnya Al-Iqtishaad fii al-I’tiqaad juz I/76.
    Bahwa “Agama adalah asas, sedangkan kekuasaan adalah penjaga. Kekuasaan tanpa asas akan binasa, sedangkan agama tanpa penjaga akan lenyap.”. ini yg saat ini terjadi yakni agama tanpa penjagaan 😭 akhirnya Islam mau d tumpas oleh musuh2 Allah. Na’udzubillah mindzalik

    Balas
  • 23 September 2020 pada 09:05
    Permalink

    Khilafah wajib ditegakkan, karena dengannya kita akan selamat sejahtera ketaatan kita akan terjaga sehingga tercipta kehidupan bahagia dunia akhirat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *