Mereka adalah Rahib di Malam Hari, dan Kesatria di Siang Hari

Oleh: K.H. Hafidz Abdurrahman

MuslimahNews.com, NAFSIYAH – Karakter sahabat, generasi emas, generasi penakluk, dan pengemban risalah ke seluruh dunia itu digambarkan dengan dua frasa, “Ruhban al-Lail“.

Kalau malam, mereka seperti rahib. Mereka hanya sedikit tidur. Mereka menghidupkan malamnya, dengan bersujud, bermunajat dengan Rab-nya.

Malam mereka jadikan sebagai waktu menyendiri, bermesraan,┬ádan mengadukan keadaan mereka kepada kekasihnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mereka baca surat cinta-Nya, mereka hadirkan makna pemikirannya. Mereka hujamkan dalam kalbunya. Mereka visualisasikan di otak dan bashirah mereka

Kalam dan surat cinta-Nya itu benar-benar hidup di dalam hati dan kesadaran mereka. Itulah yang memandu hidup mereka. Itulah menghibur mereka di kala duka. Itulah yang menghidupkan asa, saat mereka nyaris putus asa melihat dunia yang fana.

Karena kalam dan surat cinta yang digenggam erat itu, dia menatap hidup yang tak pasti dengan keyakinan pada janji-Nya.

Maka, optimisme itu mewarnai hari-harinya, saat orang pesimis menatap kehidupan dunia. Dia selalu bersemangat. Selalu serius. Selalu terdepan. Siap menghadapi tantangan, hambatan, gangguan, dan ancaman yang menghadangnya.

Siang harinya, mereka benar-benar menjadi “Fursan an-nahar“, kesatria pilih tanding tangguh, tahan banting, yang memiliki iman kepada yang gaib, Qadha’ dan Qadar, tawakal, rezeki, dan ajal yang benar. Dia sabar, istikamah, dan teguh dengan perjuangannya.

Baca juga:  Ibu Pencetak Generasi Emas

Itulah karakter mereka.

Dari tangan generasi ini, seluruh Jazirah Arab, yang meliputi Saudi, UEA, Bahrain, Qatar, Oman, Yaman, dan Kuwait berhasil di-Islamkan dalam waktu 9 tahun. Tak sampai 15 tahun kemudian, seluruh Hijaz tak ada lagi orang miskin yang layak menerima zakat.

Islam berhasil membebaskan Persia dari kemusyrikan, Syam, dan Afrika, masuk ke Eropa, bahkan Asia.

Asia Tengah hingga Timur Jauh. 2/3 belahan dunia dibebaskan Islam, dan tiga benua dipimpin peradaban emas, lebih dari 22 juta km2 wilayahnya terbentang di seluruh dunia.

Semuanya itu diukir oleh generasi emas. Dengan karakter mereka, “Ruhban al-Lail wa Fursan an-Nahar“, di malam hari bak rahib, di siang hari mereka adalah para kesatria luar biasa. [MNews]

One thought on “Mereka adalah Rahib di Malam Hari, dan Kesatria di Siang Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *