Sertifikasi Penceramah Hanya Akal-akalan Rezim, Umat Islam Wajib Tolak!

MuslimahNews.com, NASIONAL – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan penceramah bersertifikat memicu polemik dan penolakan berbagai pihak.

Melansir dari investor.id, Kemenag menargetkan program ini pada tahun 2020 bisa menghasilkan 8.200 penceramah tersertifikasi.

Ketua Badan Anggaran DPRI RI, M. h. Said Abdullah berpendapat, program penceramah bersertifikat bukan jalan tepat dari pemerintah, malah merendahkan para ulama.

“Menjadi ulama atau pemuka agama adalah panggilan hidup, panggilan perjuangan,” ujarnya. (Investor.id, 9/9/2020)

Pakar politik Islam, Ustazah Asma Amnina, turut merespons program ini, yang ia sebut sebagai akal-akalan rezim semata.

“Sejak pertama diangkat jadi Menag, sepertinya yang ada di benak Fachrul Razi hanya satu kalimat: ‘Melawan radikalisme’,” tuturnya pada MNews, 11/9/2020

Ustazah Asma mengatakan, Menag membangun narasi semua ini dengan alasan menguatkan wawasan kebangsaan dan pengarusutamaan pemahaman keagamaan rahmatan lil ‘alamin.

Begitu pun rencana penceramah bersertifikat ini. Menurutnya, Menag beralasan hal ini untuk merespons maraknya kegiatan keagamaan yang dituding menyebarkan hoaks dan kebencian terhadap kelompok tertentu.

“Jelas ini alasan yang tidak masuk akal, bahkan cenderung menebar fitnah kepada penceramah. Sungguh sangat keji!” ujarnya geram.

Wajib Tolak

Ustazah Asma menambahkan, jelas terlihat sejak awal rencana penceramah bersertifikat ini ditujukan kepada Islam, meski Menag mengatakan bukan hanya untuk penceramah dalam Islam saja.

Baca juga:  Menag Melarang Khilafah? Bersiaplah Berhadapan Langsung dengan Allah

“Yakni para ulama yang nyaring melakukan amar makruf nahi mungkar, ulama yang berani meluruskan rezim yang bengkok,” tuturnya.

Sehingga, Ustazah Asma menyatakan rencana sertifikasi penceramah ini wajib ditolak karena beberapa alasan.

Pertama, program ini akan mereduksi aktivitas amar makruf nahi mungkar dan akan memandulkan fungsi ulama/penceramah sebagai pelaku amar makruf nahi mungkar.

Kedua, akan ada intervensi pemerintah yang hari ini nyata-nyata membenci Islam. Yakni terhadap konten para penceramah untuk menutupi kebenaran Islam yang sesungguhnya.

Alasan ketiga, akan melanggengkan kekuasaan rezim anti-Islam, sebab konten dan penceramah yang ada di tengah umat hanya yang prorezim.

Terakhir, Ustazah Asma mengajak umat Islam untuk bersuara lantang menolak program penceramah bersertifikat ini.

“Sudah saatnya untuk bersuara lantang menolak,” tegasnya. [MNews|Ruh-Gz]

 

Bagaimana menurut Anda?

2 thoughts on “Sertifikasi Penceramah Hanya Akal-akalan Rezim, Umat Islam Wajib Tolak!

  • 13 September 2020 pada 05:38
    Permalink

    Sebelum mengeluarkan keputusan harus dipikir dulu karena pikir itu pelita hati

    Balas
  • 12 September 2020 pada 21:53
    Permalink

    Wajib ditolak

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *