Pesan Liqo’ Muharram Mubalighoh 1442 H: Tak Bisa Ditolak, Islamnya Nusantara karena Ada Peran Khilafah

MuslimahNews.com, NASIONAL — Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh perkara ini akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun baik di kota maupun di desa kecuali Allah akan memasukkan agama ini dengan kemuliaan yang dimuliakan atau kehinaan yang dihinakan: kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghina-dinakan kekufuran.” (HR Ahmad)

Kutipan hadits ini disampaikan salah seorang tokoh mubaligah dari Banda Aceh dalam orasinya yang sangat menggugah di acara LMM 1442 dan dihadiri hampir 1.000 mubalighah se-Indonesia, Ahad (6/9/2020) lalu.

Beliau lantas menguraikan kebenaran hadis tadi dengan fakta tersebarluasnya Islam hingga ke Nusantara, terutama melalui wilayah Sumatra sebagai pintu gerbang utamanya, temasuk Aceh yang kemudian berjuluk Serambi Makkah.

Beliau menyampaikan, itu semua bisa terjadi karena adanya peran dakwah dan politik khilafah. Dan hal ini tak hanya terjadi di masa Khilafah Ustmaniyah, tapi sudah berlangsung sejak masa dinasti Umayyah.

Banyak bukti dan catatan sejarah yang menguatkan hal ini. Salah satunya, surat dari Raja Sriwijaya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang berisi permohonan agar Khalifah mengirim para dai untuk mengajarkan Islam di wilayahnya.

Baca juga:  Khilafah dalam Timbangan Syariah dan Sejarah

Tak hanya yang terkait dakwah, banyak pula bukti dan catatan sejarah yang menunjukkan kesultanan-kesultanan yang ada di Sumatra adalah bagian dari Khilafah.

Tak hanya di Sumatra yang merupakan wilayah barat Nusantara. Peran dakwah dan politik Khilafah ternyata juga tampak di wilayah Selatan (Jawa) dan Timur Nusantara. Hal ini disampaikan dua orator lainnya, yang juga merupakan tokoh mubaligah dari daerah Gresik dan Makassar.

Kehadiran Walisongo misalnya, ternyata tak lepas dari Khilafah. Mereka ternyata adalah para utusan Khalifah yang mengemban tugas politik sekaligus dakwah, hingga Islam menyebar di tanah Jawa dan lahir kekuasaan politik Islam yang menginduk pada Khilafah.

Adapun di wilayah Timur, prosesnya tak ada beda. Islam masuk ke timur karena ada para dai yang diutus menyebarkan dakwah di sana. Hingga Islam tersebar luas, bahkan menjadi agama resmi negara.

Salah satunya di Tidore dan Ternate yang dikenal sebagai Mamlakatul Mulkiyah dan menjadi kesultanan tertua di wilayah timur Nusantara. Menyusul Goa dan Bone.

Juga Gorontalo yang kemudian dijuluki Serambi Madinah. Bahkan dari sinilah Islam terus menyebar ke wilayah timur Nusantara lainnya.

Berdasar fakta-fakta sejarah inilah, para orator menyampaikan seruan, agar umat Islam di Nusantara kembali berjuang menegakkan Khilafah. Karena dengan Khilafahlah bangsa Indonesia bisa merasakan nikmat iman dan Islam.

Baca juga:  Doktor UIN Ungkap Bukti Hubungan Ottoman-Kesultanan Jawa, Peter Carey Terbantahkan?

Bahkan umat ini menjadi umat yang mulia dan memiliki spirit yang kuat untuk melawan dominasi bangsa penjajah.

Seruan para orator ini disambut para peserta dengan pekikan takbir dan kibaran panji Rasulullah raya-liwa di tempatnya masing-masing.

Suasana haru dan rindu, tampak lekat melingkupi para peserta sekalipun forum ini dilakukan secara virtual, terutama saat shalawat asygil dan nasyid Khilafah dikumandangkan. [MNews|SNA]

5 thoughts on “Pesan Liqo’ Muharram Mubalighoh 1442 H: Tak Bisa Ditolak, Islamnya Nusantara karena Ada Peran Khilafah

Tinggalkan Balasan