Dalil Khilafah Banyak Terserak, Nyai Pesantren Mengajak Mubaligah Segera Bergerak

MuslimahNews.com, NASIONAL – Dua Nyai Pesantren dari Jember dan Purwakarta turut berorasi di hadapan hampir 1.000 mubaligah se-Indonesia yang hadir dalam acara Liqo’ Muharram Mubalighoh (LMM) 1442, Ahad, 6/9/2020 lalu.

Acara yang digelar secara virtual ini mengambil tema “Mubalighot Bergerak Berjuang Menyongsong Khilafah”.

Nyai pesantren yang pertama, secara lugas menyampaikan bahwa Khilafah bukan istilah asing, sebagaimana salat, shaum, zakat, dll.

Khilafah adalah ajaran Islam yang dalilnya terserak dalam sumber-sumber syariat. Baik Alquran, Sunah, Ijmak sahabat, maupun Qiyas.

Bahkan menurutnya, pensyariatan Khilafah dipahami sebagai sesuatu yang maklum di kalangan para ulama salaf. Tak satu pun dari mereka -terutama kalangan ahlussunnah wal jamaah– yang menolak kewajiban mengangkat seorang Khalifah.

Ini berarti mereka pun mewajibkan menegakkan sistem Khilafah. Karena Khalifah dan sistem Khilafah tak bisa dipisahkan.

Terkait dalil Khilafah ini, beliau memaparkan beberapa sumber kitab turats yang muktabar yang memuat soal Khilafah.

Misalnya kitab Al Ahkam As-Sulthaniyah Imam Al-Mawardi, Kitab Fath al-Bâri karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, kitab Badâ’i ash-Shanai’ fî Tartîb asy-Syarâi’ karya Imam al-Kasani dari Mazhab Syafi’i, serta Syarh Sahih Muslim karya Imam An-Nawawi.

Atas semua pemaparan ini, di akhir orasinya beliau menegaskan, bahwa dalil Khilafah sudah terang benderang. Siapa saja yang menolak Khilafah, berarti mereka telah menyelisihi para ulama muktabar dari kalangan aswaja yang sudah menjadi rujukan umat Islam Indonesia.

Baca juga:  Menjaga dan Memuliakan Ulama

Sementara itu, Nyai Pesantren yang kedua, menyampaikan orasinya terkait kedudukan khilafah sebagai janji Allah dan bisyarah (kabar gembira) dari Rasul-Nya.

Diawali dengan memaparkan sirah terkait hijrahnya Rasul Saw. dan kaum muslimin dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian berjuluk Madinatur Rasul atau Madinah al Munawwarah.

Hijrah inilah yang menjadi tonggak tegaknya sistem pemerintahan Islam -yakni al-khilafah- di mana masyarakat hanya diatur dengan hukum-hukum Islam.

Bahkan hijrah ini menjadi cikal bakal munculnya Khilafah sebagai negara adidaya, yang berhasil menyebar rahmat Islam ke seluruh alam, termasuk Nusantara.

Khilafah tetap tegak menaungi umat Islam, menjadi pemersatu dan pelindung mereka dan menjadikan umat Islam tampil sebagai sebaik-baik umat.

Dan ini berlangsung selama berabad-abad hingga khilafah berhasil diruntuhkan oleh antek Inggris, Mustafa Kemal Attaturk pada 1924.

Sejak saat itu, kondisi umat menjadi terbalik, karena sudah tidak ada lagi Khilafah sebagai perisainya.

Oleh karenanya, beliau mengajak agar umat berjuang untuk mengembalikan Khilafah. Terlebih kembalinya Khilafah adalah janji Allah dan bisyarah rasul-Nya.

Dalam orasinya, beliau mengutip QS an-Nur ayat 55 yang berisi janji Allah untuk memberikan kekhilafahan pada kaum mukmin.

Serta mengutip potongan hadis riwayat Ahmad tentang akan datangnya kembali fase Khilafah yang tegak di atas minhaj kenabian setelah fase kepemimpinan diktator yang sedang terjadi di masa sekarang.

Baca juga:  BKsPPI: Ada Pesan Liberalisasi Disusupkan di Film The Santri

Orasi diakhiri statement, bahwa siapa pun terutama para mubaligah, tidak boleh berdiam diri dari perjuangan penegakan kembali Khilafah.

Suara pekik takbir pun bergema di ruang virtual tempat acara ini berlangsung. Diikuti kibaran raya-liwa dari seluruh peserta di rumahnya masing-masing. [MNews|SNA]

Bagaimana menurut Anda?

2 thoughts on “Dalil Khilafah Banyak Terserak, Nyai Pesantren Mengajak Mubaligah Segera Bergerak

  • 11 September 2020 pada 09:56
    Permalink

    MasyaAllah

    Balas
  • 8 September 2020 pada 22:02
    Permalink

    Maa syaa Allah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *