Penolakan terhadap Demokrasi Menggema di Liqo’ Muharram Mubalighoh 1442 H

MuslimahNews.com, NASIONAL – Salah satu isu penting yang dibahas dalam acara virtual bersama hampir 1.000 tokoh mubaligah se-Indonesia pada Ahad (6/9/2020) kemarin adalah soal urgensi dan kemestian menegakkan Khilafah di era sekarang.

Beberapa orator menyampaikan bahwa Khilafah adalah satu-satunya solusi atas semua persoalan yang dihadapi umat Islam. Terutama keterpurukan umat akibat cengkeraman kapitalisme global yang ditegakkan melalui sistem demokrasi.

Mereka pun menyatakan, sistem demokrasi yang hari ini diadopsi umat Islam, sesungguhnya merupakan sistem kufur. Karena selain telah menempatkan manusia sebagai pemegang kedaulatan alias pembuat hukum sebagaimana kredonya ‘kedaulatan ada di tangan rakyat’, demokrasi juga telah menjadi jalan penjajahan.

Karenanya, di saat yang sama, para orator juga mengajak seluruh peserta untuk segera mencampakkan demokrasi dan berjuang menegakkan sistem Khilafah.

Terkait Khilafah, salah satu orator menyampaikan, tegaknya Khilafah merupakan keniscayaan sejarah. Bahkan prediksi kemunculan kembali Khilafah sudah diprediksi Dewan Intelijen Nasional atau National Intelligent Council (NIC) AS dalam dokumen berjudul Mapping The Global Future.

Disebutkan, peta politik dunia pada 2020 salah satunya akan ditandai kehadiran New Caliphate yang akan menjadi ancaman bagi dominasi Barat atas dunia.

Inilah yang menyebabkan Barat begitu ketakutan terhadap tegaknya kembali Khilafah. Sehingga mereka melakukan berbagai makar jahat untuk menghadang hadirnya kembali Khilafah.

Baca juga:  Amanah, Istikhlaf, dan Khilafah

Salah satu orator menyebutkan bahwa makar tersebut adalah pertama, menancapkan gagasan Islam moderat di negeri-negeri muslim sebagaimana rekomendasi RAND Corporation –salah satu lembaga think tank milik AS-, yakni Islam yang sesuai dengan nilai-nilai Barat. Kedua, mencitraburukkan Khilafah sebagai monster dan ajaran berbahaya (radikal).

Faktanya, dua narasi inilah yang sedang terus diaruskan rezim penguasa. Bahkan penguasa tak sungkan menempatkan para pejuang Khilafah sebagai musuh bangsa hingga mereka menjadi korban persekusi sesama muslim.

Dan di saat yang sama, terus menghalang-halangi para pejuang Khilafah, menyempitkan kehidupan mereka, mengkriminalisasi mereka, dan sebagiannya dijebloskan ke penjara.

Hanya saja, para orator ini juga menegaskan, apa pun makar yang dilakukan untuk mencegah kembalinya Khilafah, maka dipastikan semuanya akan gagal. Karena Allah SWT adalah sebaik-sebaik pembuat makar.

Para orator mengibaratkan, bahwa upaya menghentikan perjuangan Khilafah hanya akan sia-sia, sebagaimana sia-sianya upaya menghentikan terbitnya matahari.

Terakhir, disampaikan bahwa fajar Khilafah pasti akan menyingsing dan menghangatkan bumi dengan kebaikan dan keberkahan.

Oleh karenanya, Khilafah seharusnya disongsong umat Islam khususnya para mubaligah. Yakni dengan cara turut aktif memperjuangkan penegakannya bersama jemaah yang konsisten mendakwahkan Khilafah. [MNews|SNA]

3 thoughts on “Penolakan terhadap Demokrasi Menggema di Liqo’ Muharram Mubalighoh 1442 H

Tinggalkan Balasan