Pentingnya Dakwah Politis untuk Selesaikan Permasalahan Umat

Oleh: Najmah Saiidah

MuslimahNews.com, FOKUS – Diakui atau tidak, sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1342 H (1924 M), umat Islam ibarat anak ayam kehilangan induknya. Tercerai berai, terpisah-pisah menjadi negeri-negeri kecil, dipisahkan batas-batas imajiner.

Syariat Islam diabaikan bahkan dicampakkan, petunjuk hukum yang Allah turunkan tak lagi diamalkan secara kaffah. Yang tersisa hanyalah aspek ritual semata, diganti dengan hukum dan aturan buatan manusia: sistem sekuler kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan.

Akibatnya, kehidupan umat Islam pun terus terpuruk, serba sempit, jauh dari sejahtera, bahkan dikuasai kezaliman dan ketidakadilan.

Hal ini pun dialami negeri kita. Persoalan demi persoalan terus mendera negeri ini, terlebih lagi setelah Covid-19 melanda. Tidak hanya permasalahan kesehatan, tapi di seluruh aspek kehidupan.

Resesi ekonomi melanda negeri ini, utang semakin menggunung, kemiskinan dan pengangguran semakin meninggi. Stunting dan gizi buruk menjadi potret buram negeri ini. Sangat miris memang! Kekurangan makanan terjadi di negeri dengan kekayaan alam melimpah-ruah.

Di bidang sosial-budaya pun tak kalah buramnya. Berbagai konflik horizontal maupun vertikal terus terjadi. Kriminalitas kian merajalela tanpa ada satu kekuatan hukum pun yang bisa mencegah. Tidak hanya semakin meningkat jumlahnya, tapi jenisnya juga semakin beragam –kasus pencurian, begal, penikaman, penganiayaan, pemerkosaan, aborsi, narkoba, dan sebagainya, bukan hal langka yang kita jumpai beritanya di media.

Pergaulan bebas, aborsi di kalangan remaja, pornografi-pornoaksi, perilaku seks menyimpang tumbuh subur tak terkendali. Pelecehan seksual, perzinaan, pemerkosaan yang justru dilakukan orang-orang terdekat, bahkan ayah kandung kepada anaknya!

Lebih dari itu, institusi keluarga pun terancam. Angka gugat cerai meningkat pesat. Di Kab. Bandung mencapai 150 kasus sehari, belum sampai akhir Agustus sudah ada 592 kasus gugatan yang masuk. Sedangkan di Aceh, selama lima bulan terakhir ini terdapat 2.397 kasus; Cianjur mencapai 2.000 kasus.

Di lain pihak, para penguasa dan politisi seolah tak berdaya menghadapi semua ini. Secara politik, mereka dikungkung ketidakberdayaan menghadapi tekanan asing yang memaksa mereka menjadi pengutang dan pengobral aset milik rakyat, menjadi komprador yang setia menjaga kepentingan imperialis kapitalis, dan selalu siap melayani mereka sekalipun harus mengorbankan rakyatnya sendiri.

Kepedulian mereka hanya menjadi bagian “ritual” seremoni “pesta rakyat” lima tahun sekali. Selebihnya, aktivitas politik mereka hanyalah saling berebut kekuasaan dan berupaya melanggengkannya dengan berbagai cara.

Baca juga:  Menuju Puncak Khilafah

Semua realitas buruk ini, senyatanya memicu berbagai pihak berkeinginan kuat melakukan perubahan. Untuk melakukan perubahan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi akar permasalahan.

Jika dicermati secara mendalam, maka semua permasalahan yang terjadi saling berkait satu sama lain, namun semuanya berakar pada satu sebab, yakni penerapan sistem sekuler kapitalis yang menafikan peran Allah SWT dalam kehidupan dan memberikan hak membuat hukum pada akal manusia yang lemah dan terbatas.

Jalan Menuju Perubahan

Perubahan hakiki adalah transformasi yang mampu mengantarkan masyarakat menuju kebangkitan hakiki. Sebuah perubahan tidaklah disebut perubahan hakiki jika perubahan itu tidak menjadikan masyarakat berubah menuju keadaan yang lebih baik dibandingkan keadaan sebelumnya.

Sedangkan faktor yang menentukan apakah suatu masyarakat mengalami kebangkitan atau tidak, adalah peradaban yang ditegakkan masyarakat tersebut.

Dr. Mohammad Al-Qashshas di dalam Kitab Usus al-Nahdlah al-Raasyidah menyatakan,

Faktor yang menentukan bangkit dan mundurnya suatu masyarakat adalah peradaban yang dimiliki masyarakat tersebut. Jika peradabannya tinggi, niscaya masyarakat di situ akan bangkit. Jika peradabannya mundur, mereka tidak akan pernah mengetahui kebangkitan. Ketika kita membicarakan peradaban yang ada di tengah-tengah masyarakat, berarti kita sedang membicarakan jalan hidup, pola perilaku, dan pola hubungan yang menjadikan sebuah masyarakat memiliki kekhasan”. (Dr. Ahmad Al-Qashshash, Usus al-Nahdlah al-Raasyidah)

Jika sebuah masyarakat mampu mentransformasikan dirinya menuju peradaban yang lebih baik dan tinggi, masyarakat tersebut dikatakan bangkit, terjadi perubahan hakiki.

Sebaliknya, jika sebuah masyarakat mengalami stagnasi dan gagal mentransformasikan dirinya menuju peradaban yang baik dan lebih tinggi, masyarakat itu dikatakan tidak bangkit. Lalu dari mana kita harus mulai?

Dakwah Politis

Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah memberi contoh terbaik untuk kita semua, bagaimana mengubah peradaban jahiliah menjadi peradaban Islam yang mulia, yaitu dengan dakwah politis; mengubah pemikiran jahiliah menjadi pemikiran Islam, membina para sahabat menjadi kader-kader dakwah, kemudian menyebarkan para kader-kader dakwah ini untuk mengajarkan Islam kepada kelompok umat lainnya.

Inilah yang harus kita lakukan. Mengikuti langkah dakwah Rasulullah ﷺ, yaitu dengan dakwah politis.

Dakwah politis (da’wah siyasiyyah) artinya adalah mengemban dakwah Islam melalui jalan politik, yaitu dakwah dengan metode melakukan aktivitas politik. (Manhaj Hizb at-Tahrir, 2009, hlm. 14)

Aktivitas politik adalah segala aktivitas yang terkait dengan pengaturan urusan masyarakat, baik yang terkait dengan kekuasaan sebagai subjek yang melakukan pengaturan urusan masyarakat secara langsung, maupun yang terkait dengan umat sebagai objek yang melakukan pengawasan terhadap aktivitas kekuasaan dalam mengatur urusan masyarakat. (Mafahim Siyasiyah, karya syekh Taqiyyudin An-Nabhani)

Baca juga:  Menyoal Pendidikan Politik oleh Elite

Jadi, dakwah politis yang dimaksudkan di sini bukanlah dakwah sebagai bagian aktivitas kekuasaan, melainkan sebagai aktivitas masyarakat, khususnya yang dilakukan jamaah kaum muslimin yang terdapat di tengah-tengah umat.

Dengan demikian, dakwah politis yang dilakukan kelompok dakwah Islam ini intinya adalah pencerdasan dan amar makruf nahi mungkar di tengah-tengah umat, termasuk kepada kekuasaan.

Dengan melakukan dakwah politis, berarti sebuah kelompok dakwah telah melaksanakan pembinaan ke tengah-tengah umat sekaligus amar makruf nahi mungkar yang diwajibkan Allah kepada umat Islam (QS Ali ‘Imran [3]: 104).

Syekh Taqiyuddin An-Nabhani rahimahullah menjelaskan dalam kitab Nizhamul Islam, bahwa langkah konkrit yang harus dilakukan oleh sebuah kelompok dakwah dalam rangka mewujudkan kesadaran politik di tengah-tengah umat adalah dengan meningkatkan taraf berpikir politik para pengemban dakwahnya, sebagai kader-kader dakwah yang terjun ke tengah-tengah umat, memahamkan dan mengedukasi umat sehingga memiliki perspektif dan pemahaman Islam yang benar.

Selanjutnya pemikiran Islam ini akan dijadikan pijakan untuk menyelesaikan permasalahan dirinya dan umat sehingga terbentuk sikap yang kokoh dalam dirinya untuk membela dan memperjuangkan Islam.

Bentuk dakwah politis bisa bermacam-macam. Misalnya melakukan perjuangan politik (al-kifah as-siyasi), seperti mengkritik penguasa yang menjadi pelayan kepentingan Barat, mengkritik kebijakan penguasa yang menjalankan agenda neoliberalisme, dan sebagainya.

Contoh lainnya adalah melancarkan perang pemikiran (as-shira’ al-fikri) seperti mengkritik demokrasi, kapitalisme, nasionalisme, sosialisme dan ide-ide kufur lainnya. (Hazim ‘Ied Badar, Thariqah Hizbut Tahrir fi at-Taghyir).

Hanya saja harus digarisbawahi bahwa dakwah politis tidak boleh menghalalkan segala cara, melainkan wajib berpegang teguh dengan syariah Islam, mengikuti langkah dakwah Rasulullah ﷺ.

Mengapa Harus Dakwah Politis?

Jika kita cermati, maka sesungguhnya kondisi masyarakat yang ada di masa Rasulullah ﷺ dengan kondisi masyarakat sekarang tidak terlalu berbeda, yaitu kondisi masyarakat yang rusak.

Bedanya, Islam belum ada dan belum turun secara sempurna. Sedangkan sekarang, aturan Islam sudah turun secara sempurna, akan tetapi dicampakkan oleh umat Islam, tidak diterapkan dalam kehidupan.

Dakwah politis inilah yang dulu dicontohkan Rasulullah ﷺ pada tahap dakwah beliau selama 13 tahun di Makkah.

Rasulullah ﷺ waktu itu melakukan perjuangan politik (al-kifah as-siyasi) dengan mengecam para pemimpin Quraisy, membongkar kejahatan dan rencana mereka yang bertujuan untuk menghancurkan dakwah Islam yang dilaksanakan Rasulullah ﷺ, dan sebagainya.

Baca juga:  Istiqamah Dakwah di Era Fitnah

Rasulullah ﷺ juga melakukan perang pemikiran (as-shira’ al-fikri) dengan menyerang ide-ide kufur, misalnya ide menyekutukan Allah (syirik), mencela penyembahan berhala, mencela kecurangan dalam menimbang dan menakar, mencela perbuatan membunuh anak-anak karena takut miskin, dan sebagainya.

Dengan demikian, melaksanakan dakwah politis sesungguhnya adalah aktivitas meneladani Rasulullah ﷺ sebagai uswatun hasanah yang diwajibkan Islam atas kaum muslim (QS Al Ahzab [33]: 21).

Selain itu, karena dakwah politis inilah yang relevan dengan masalah utama (qadhiyah mashiriyah) umat Islam sekarang. Masalah utama umat adalah mengembalikan hukum yang diturunkan oleh Allah SWT dengan jalan menegakkan kembali negara Khilafah, dengan cara mengangkat seorang khalifah bagi kaum muslim.

Masalah utama umat ini dengan sendirinya menuntut aktivitas yang relevan pula, yaitu aktivitas politik (‘amal siyasi). Sebab, aktivitas menegakkan kembali Khilafah ini tiada lain adalah aktivitas politik, karena Khilafah adalah sebuah institusi politik.

Mengangkat seorang khalifah juga merupakan aktivitas politik, karena khalifah adalah pimpinan tertinggi institusi politik Islam tersebut. (Manhaj Hizb at-Tahrir, 2009)


Sejatinya, dakwah politis sungguh tidak mudah. Akan tetapi di balik itu, dakwah politis mempunyai keutamaan yang justru tidak sedikit. Mereka yang melaksanakannya insya Allah akan mendapat pahala yang agung karena dianggap melakukan jihad yang paling utama (afdhal al-jihad).

Kalaupun sampai mati dalam menjalankan dakwah politis, itu bukan mati konyol atau mati sia-sia, melainkan mati syahid yang sangat mulia di sisi Allah SWT. In syaa Allah.

Betapa pentingnya dakwah politis, ia mengemban amanah mulia, yaitu membina masyarakat agar mampu berpikir politik ideologis dan memahamkan umat pada Islam kaffah, sehingga umat paham harus ke mana melangkah.

Secara individu ia akan mampu menyelesaikan permasalahannya, dan sebagai umat, dengan sendirinya secara kolektif ia akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan umat.

Sehingga akhirnya menyadarkan umat akan pentingnya diterapkan Islam kaffah di muka bumi. Dan pada saatnya nanti, umat yang sadar ini akan menuntut ditegakkannya Negara Khilafah Islamiyah ‘alaa minhajjin nubuwwah di muka bumi ini.

Karenanya, hanya dengan dakwah politis sajalah, permasalahan umat akan bisa diselesaikan. Wallahu A’lam bishshawwab. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

36 thoughts on “Pentingnya Dakwah Politis untuk Selesaikan Permasalahan Umat

  • 9 September 2020 pada 18:55
    Permalink

    Allaahu Akbar.. 💪💪

    Balas
  • 7 September 2020 pada 18:57
    Permalink

    Dengan dakwah politis lah dpt mengembalikan kesadaran umat ,sehingga membuang hukum hukum buatan manusia ,,,kembali pd hukum hukum buatan Sang pencipta

    Balas
  • 6 September 2020 pada 07:48
    Permalink

    Dakwah memang harus dakwah politik

    Balas
  • 6 September 2020 pada 04:56
    Permalink

    Dengan dakwah politis, maka kesalahan2 yg terjadi sekarang bisa terlihat dengan jelas dan diselesaikan sesuai dengan aturan Allah dan Rasulnya

    Balas
  • 5 September 2020 pada 22:57
    Permalink

    semua permasalahan yang terjadi saling berkait satu sama lain, namun semuanya berakar pada satu sebab, yakni penerapan sistem sekuler kapitalis yang menafikan peran Allah SWT dalam kehidupan dan memberikan hak membuat hukum pada akal manusia yang lemah dan terbatas.

    Balas
  • 5 September 2020 pada 20:40
    Permalink

    Semangat Allahuakbar…🔥🔥

    Balas
  • 5 September 2020 pada 20:21
    Permalink

    MaasyaAllah, Allahu Akbar

    Balas
  • 5 September 2020 pada 16:35
    Permalink

    MashaAllah… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا ۗ 
    “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”
    (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21)

    Balas
  • 4 September 2020 pada 19:12
    Permalink

    Allahu Akbar

    Balas
  • 4 September 2020 pada 17:33
    Permalink

    Islam agama yang sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan. Namun saat ini Islam dikerdilkan dengan hanya diterapkan dalam tataran ibadah mahdhoh saja dan itupun tidak bisa dilaksanakan secara sempurna karena tidak ada penjaganya (negara Islam yang menegakkan aturan Islam secara kaffah). Realitas saat ini Islam dijauhkan dari aspek politik (mengatur seluruh aspek kehidupan) sehingga perlu adanya mengembalikan Islam dari aspek politik dan untuk itulah perlu adanya dakwah politis dan partai politik yang menyampaikan pemikiran2 politik. Terlebih lagi karena itulah yang memang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw.

    Balas
  • 4 September 2020 pada 13:32
    Permalink

    krn hanya di islam segalanya mengatur aspek kehidupan termasuk sistem politik

    Balas
  • 4 September 2020 pada 12:14
    Permalink

    Allahu Akbar. Dakwah politik adalah cara menyadarkan umat akn pentingnya Islam kaffah

    Balas
  • 4 September 2020 pada 11:57
    Permalink

    Pentingnya dakwah mengikuti jejak dakwah Rasulullah SAW agar menghasilkan kebangkitan

    Balas
  • 4 September 2020 pada 09:22
    Permalink

    MasyaAllah.. Setuju

    Balas
  • 3 September 2020 pada 20:37
    Permalink

    Dijaman ini sudah carut marutnya masalah dari segala aspek jadi solusi nya hanya satu yakni khilafah

    Balas
  • 3 September 2020 pada 18:33
    Permalink

    Allahu Akbar. Sungguh islam solusi tuntas segala persoalan.

    Balas
  • 3 September 2020 pada 11:57
    Permalink

    Dakwah harus mengarah terbentuknya negara yang menerapkan Islam secara kaffah, dan itu semua akan bisa terwujud dengan melakukan dakwah politik. Khilafah adalah institusi politik.

    Balas
  • 3 September 2020 pada 11:47
    Permalink

    Aktivitas politik adalah segala aktivitas yang terkait dengan pengaturan urusan masyarakat, baik yang terkait dengan kekuasaan sebagai subjek yang melakukan pengaturan urusan masyarakat secara langsung, maupun yang terkait dengan umat sebagai objek yang melakukan pengawasan terhadap aktivitas kekuasaan dalam mengatur urusan masyarakat.

    Balas
  • 3 September 2020 pada 11:35
    Permalink

    Agar umat islam bangkit, menjadi umat yg mulia dan tinggi, maka harus meneladani Rasulullah unt melakukan perubahan.. Beliau mencontohkan perubahan bukan hanya pada aspek keyakinan, moral, ekonomi tp pada seluruh aspek kehiduoan…

    Balas
  • 3 September 2020 pada 09:35
    Permalink

    Dakwah politik diawali dengan dkwah pemikiran. Ingatlah ktika Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَاِ ذَاۤ اَرَا دَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّا لٍ
    “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
    (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 11)

    Balas
  • 3 September 2020 pada 00:16
    Permalink

    Politis, adalah mengurusi ummat,

    Balas
  • 2 September 2020 pada 23:56
    Permalink

    Menjadikan dakwah Rasulullah sebagai teladan..in syaa Allah akan memperoleh kemenangan..aamiin

    Balas
  • 2 September 2020 pada 23:09
    Permalink

    Allahuakbar…Islam diturunkan sebagai solusi dan aturan yg menentramkan bagi makhlukNya.sekaligus orang orang yg beriman. Sungguh mulia tauladan Rasulullah SAW. Semoga banyak ummat tersadarkan, dan segera menuju kebangkitan Islam. Aamiin

    Balas
  • 2 September 2020 pada 22:42
    Permalink

    MashaaAllah pentingnya dakwah politis

    Balas
  • 2 September 2020 pada 21:27
    Permalink

    Shahih, masya Allah ✨

    Balas
  • 2 September 2020 pada 21:15
    Permalink

    We need Khilafah..
    Allahuakbar!!

    Balas
  • 2 September 2020 pada 19:54
    Permalink

    MasyaAllah smoga para pengembng dakwah tetap istiqomah dijaman penuh fitnah

    Balas
  • 2 September 2020 pada 19:45
    Permalink

    Meneladani dakwah Rosul SAW

    Balas
  • 2 September 2020 pada 19:27
    Permalink

    Tidak ada solusi yang lebih layak kecuali Islam yg datang dari Allah…
    Sudah sepantasnya kita sebagai ummatx mematuhi aturan2 yg datang dari Allah… Tapi faktax skrng kita mengambil sebagian aturan Allah dan mencampakkan sebagianx pula…

    Balas
  • 2 September 2020 pada 19:19
    Permalink

    Hanya dengan dakwah Islam politik akan mampu menjadikan Islam sbg solusi dr tiap masalah

    Balas
  • 2 September 2020 pada 17:35
    Permalink

    Ya Allah berilah kemudahan kami dlm merealisasikan dakwah ini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *