Khilafah, Institusi yang Dibutuhkan Dunia

Oleh: Ummu Naira (Aktivis Forum Muslimah Indonesia/ ForMind)

MuslimahNews.com, OPINI – Setelah Khilafah Islamiyah secara resmi dibubarkan pada 3 Maret 1924, umat Islam di dunia kehilangan “ibu” yang menjadi pengayom dan pelindungnya.

Umat Islam tercerai-berai tak berdaya, menjadi remah-remah kue yang siap disantap negara-negara kafir penjajah. Tanpa Khilafah, kaum muslim mengalami penderitaan, cobaan, dan penjajahan, baik secara fisik maupun pemikiran.

Padahal, selama 13 abad lamanya umat Islam pernah menjadi umat terbaik di dunia dengan kegemilangan peradabannya yang memukau dunia. Bahkan beberapa tokoh nonmuslim menyanjung dari penerapan sistem Islam kafah di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Will Durant, seorang sejarawan barat memuji kesejahteraan negara Khilafah. Dalam buku yang ia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, Story of Civilization, ia mengatakan,

“Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapa pun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka.”

Dengan sistem Khilafah Islamiyah, umat Islam menjadi umat terbaik sepanjang masa. Allah SWT berfirman dalam Alquran surah Ali Imran ayat 110 ,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Tanpa Khilafah, Penjajahan Atas Kaum Muslimin Berkepanjangan

Penjajahan atas umat Islam di dunia terjadi sepanjang tahun tak berkesudahan. Kita bisa saksikan sendiri sampai detik ini, kaum muslimin di Palestina selama bertahun-tahun diserang penjajah seperti Zionis Israel. Bagaimana kondisi saudara muslim kita di Suriah, Irak, Afganistan, Rohingya, Moro, dll.? Penjajahan militer terjadi di sana.

Baca juga:  Demonisasi Khilafah, Cara Rezim Menutupi Kegagalan Kapitalisme

Tak cukup itu. Penjajahan politik pun dilakukan kepada negeri-negeri muslim atas nama War on Terrorism. Atas nama melawan terorisme, kita bisa lihat dengan terang-benderang AS melancarkan serangan fisik dan melancarkan pembunuhan karakter terhadap kaum muslim dengan cap radikal, teroris, intoleran, dan sebagainya. War on terrorism masih menjadi isu yang dipelihara AS untuk kepentingan nasionalnya.

Bagaimana dengan sektor ekonomi? Agenda penjajahan ekonomi kapitalisme di dunia Islam pun dilancarkan dengan berbagai bentuk. Utang luar negeri, program privatisasi, investasi asing, pasar modal, dll. dirancang badan-badan penjajahan ekonomi seperti IMF, Bank Dunia, WTO, organisasi regional, dll. untuk semakin mengukuhkan cengkeraman penjajahan atas dunia Islam.

Indonesia sendiri juga terperangkap jeratan penjajahan ekonomi kapitalisme dengan utang per tahun 2018 yang sudah menyentuh angka 5.000 Triliun rupiah.

Indonesia Sold Out! Umat Islam sudah seperti hidangan yang diperebutkan kapitalis Barat dan juga kapitalis Timur. Subhanallah.

Dari aspek budaya juga kita dijajah. Remaja-remaja muslim dibuai dengan hedonisme, hura-hura, seks bebas, LGBT, dll.. Belum lagi masalah akidah dan keimanan. Tidak ada yang melindungi umat Islam dari serangan misionaris.

Inilah akibat ketika tidak ada Perisai Umat yang Hakiki yaitu Khilafah. Tidak ada Khalifah yang menjadi perisai dan pelindung umat.

Baca juga:  Negara Khilafah

“Imam laksana perisai, maksudnya seperti pelindung karena mencegah musuh yang akan menzalimi kaum muslimin, dan mencegah perselisihan di antara mereka, menjaga benteng Islam, dan menggetarkan manusia dengan kekuasaannya.” (Syahrul Muslim Lin-Nawawi, Juz 6 Hal 315).

Potensi Khilafah

Khilafah adalah ajaran Islam. Khilafah adalah penerus Negara Islam yang didirikan Nabi Muhammad Saw.. Khilafah bukanlah ajaran baru yang sengaja dibuat-buat oleh sebuah partai atau organisasi tertentu. Namun mengapa saat ini ide khilafah dikriminalisasi, dimonsterisasi, dan dianggap sebagai ancaman?

Khilafah memiliki potensi superbesar untuk menghimpun lebih dari 1,4 miliar umat Islam di seluruh dunia, dengan segala potensi sumber daya manusia dan sumber daya alamnya untuk menjadi negara superpower yang mengancam hegemoni penjajah Kapitalis Barat dan Timur. Inilah yang sesungguhnya ditakutkan mereka.

Khilafah juga yang akan menegakkan syariat Allah SWT secara kafah dan memenuhi hak-hak rakyat, baik muslim maupun nonmuslim.

Khilafah akan menindak pelanggaran hukum, baik terhadap hak-hak Allah SWT seperti zina; atau pelanggaran terhadap hukum dan hak-hak sesama manusia seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dan lain-lain.

Ini yang juga pastinya ditakuti orang-orang dan kelompok yang membenci syariat Islam.

Bukan dengan Demokrasi

Cara menegakkan Khilafah bukan dengan jalan demokrasi. Karena demokrasi bukan jalan yang dicontohkan Rasulullah Saw.. Demokrasi sudah tak bisa menjadi harapan kaum muslim karena justru kaum muslim terzalimi sistem demokrasi dengan segala penerapannya.

Baca juga:  Songsong Abad Khilafah Tinggalkan Negara Bangsa

Suara mayoritas kaum muslimin seolah menjadi minoritas dan selalu kalah oleh kepentingan segelintir orang.

Demokrasi adalah sistem yang sudah rusak dan aus. Ibarat sebuah rumah, demokrasi adalah rumah yang sudah reyot dan mau ambruk.

Jika kemudian ada orang-orang yang menganggap demokrasi itu sistem terbaik bahkan menganggapnya sebagai “harga mati”, maka orang-orang seperti itu adalah orang-orang bodoh.

Saat ini dunia butuh khilafah. Bisyarah (kabar gembira) tentang kembalinya Khilafah telah disebutkan di dalam Hadis Nabi Saw.,

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode Khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai minhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Maka, pilihan kita akan mengambil peran apa terhadap bisyarah tersebut? Menjadi penonton, pejuang di garda terdepan untuk memahamkan umat tentang Khilafah, atau malah menjadi penghalang bagi penegakannya? [MNews]

6 thoughts on “Khilafah, Institusi yang Dibutuhkan Dunia

  • 4 September 2020 pada 21:17
    Permalink

    semakin yakin Khilafah sbg solusi

    Balas
  • 3 September 2020 pada 19:30
    Permalink

    hanya khilafah yg sangat dibutuhkan negeri ini sekarang

    Balas
  • 2 September 2020 pada 10:39
    Permalink

    MasyaAllah..

    Balas
  • 30 Agustus 2020 pada 19:26
    Permalink

    pejuang di garda terdepan untuk memahamkan umat tentang Khilafah

    Balas
  • 30 Agustus 2020 pada 18:40
    Permalink

    Semoga khilafah segera tegak.. Aamiin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *