Pelajaran dari Kesuksesan Film JKdN

Oleh: Ustazah Dedeh Wahidah Achmad

MuslimahNews.com, FOKUS — Maa syaa Allah… Allahu Akbar… khalayak di negeri ini baru saja menyaksikan salah satu kemahakuasaan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Sekalipun berhadapan dengan kendala dan rintangan yang sengaja dibuat pihak yang tidak suka film Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) diluncurkan, namun dengan izin-Nya, tayangan yang menggambarkan jejak sejarah Khilafah di Nusantara ini tetap bisa dinikmati para penonton yang setia menunggu pemutaran perdananya.

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil di balik kesuksesan film tersebut, di antaranya adalah:

Pertama, ternyata sejarah bukan perkara yang membosankan.

Sebelum menonton film ini, boleh jadi ada beberapa kalangan yang menganggap sejarah hanyalah salah satu pelajaran yang kurang menarik, menggambarkan kejadian yang sudah berlangsung, banyak menceritakan nama-nama orang, tempat, dan tahun terjadinya peristiwa yang berkonotasi pelajaran melulu hafalan yang sulit dan monoton.

Namun bagi orang yang telah melihat rangkaian peristiwa sejarah dalam film luar biasa, karya sutradara muda ini, peluang besar kesannya akan berubah.

Ketika dikemas secara apik, ditampilkan dengan serius dan elegan, disertai sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, sejarah tidak lagi membosankan.

Sebaliknya, pengetahuan tentang sejarah khususnya terkait khilafah Islam bisa menjadi pembangkit kesadaran umat terhadap kejayaan yang pernah di raih oleh bangsanya.

Mereka pun menjadi tahu negeri tempat mereka dilahirkan dan tumbuh dewasa, pernah hidup dalam ri’ayah Khilafah Islam. Fakta ini bisa menjadi penyemangat bahwa bukan mustahil negeri ini akan kembali hidup dalam pengurusan Khilafah.

Kedua, dalam perjuangan menegakkan kebenaran Islam, menjadi sunatullah akan mendapatkan rintangan dan halangan.

Pihak-pihak yang tidak menghendaki sistem Islam kembali eksis dalam kehidupan, akan terus melakukan upaya menghalanginya tegak kembali. Termasuk melakukan penguburan dan pengaburan sejarah Khilafah, sebagaimana disampaikan Ustaz Ismail Yusanto dalam pengantar penayangan perdana film JKdN.

Penguburan dimaksudkan supaya sejarah Islam tidak lagi diketahui masyarakat, sementara target pengaburan adalah untuk memalingkan umat dari fakta sejarah yang sebenarnya.

Jadilah umat Islam tak kenal sejarahnya, tidak bangga dengan kegemilangan yang pernah diraihnya, juga tidak merasa berkewajiban untuk memperjuangkannya hadir kembali dalam kehidupan.

Upaya ini sebenarnya bukanlah langkah baru yang dilakukan para pembenci Islam, namun sudah terjadi semenjak awal Islam diturunkan pada Baginda Rasulullah ﷺ.

Ketakutan mereka terhadap tersebarnya kebenaran Islam di tengah umat telah mendorongnya melakukan tuduhan-tuduhan dusta dan keji terhadap ajaran Islam.

Bahkan mereka berani menyerang Alquran, sebagaimana disampaikan Allah SWT dalam firman Nya:

Baca juga:  Film JKdN, Usaha Menguak “Damnatio Memoriae” Islam di Nusantara

“Dan orang-orang kafir berkata, ‘Alquran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain,’ maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.(TQS al-Furqan[25]:4).

Tuduhan ini pula yang dilontarkan pada film JKdN, seperti pernyataan salah satu peneliti sejarah Jawa (dimuat detik.com, pen.).

Menurutnya, film JKdN lebih mendekati sebuah khayalan untuk kepentingan propaganda ketimbang dokumenter; Materi yang sama sekali tidak didukung data atau arsip kesejarahan yang valid antara lain terkait hubungan Diponegoro maupun kesultanan-kesultanan Islam di Jawa sebelumnya dengan Turki Utsmani.

Tidak hanya konten materi yang menjadi sasaran serangan mereka, para peyampainya pun tidak luput dari tuduhan keji.

Seperti pernah terjadi pada Rasulullah ﷺ yang dituduh sebagai pembawa cerita dongeng orang terdahulu. (QS al Furqan[25]:5). Sekarang, pejuang Khilafah juga mendapatkan tuduhan sebagai orang-orang yang dimabuk romantisme sejarah.

Ketiga, penyampaian fakta yang disertai sumber yang valid, akan menguak kecemerlangan Islam dan membongkar kebusukan propaganda para pembenci Islam.

Ketika mendapatkan fakta yang benar, umat akan tertunjuki, mereka akan sadar siapa pihak yang berada dalam kebenaran dan layak diikuti, serta mana pihak yang anti-Islam yang akan menjerumuskan mereka pada kesesatan.

Kita tidak usah khawatir dengan makar mereka untuk memadamkan cahaya Islam, karena Allahlah yang akan menjaga kecemerlangannya.

Dia Pemilik risalah ini telah berfirman,

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (TQS. At-Taubah [9] : 32)

Terkait ayat ini, Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa orang-orang kafir -yaitu musyrikin dan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani)- ingin memadamkan cahaya (agama) Allah, artinya (ingin memadamkan) apa yang dibawa utusan Allah, petunjuk dan agama yang haq ingin mereka padamkan dengan bantahan-bantahan dan kebohongan-kebohongan mereka.

Maka, perumpamaan upaya orang-orang kafir itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya rembulan dengan cara meniupnya. Ini tidak mungkin.

Keempat, semangat dan keyakinan para pengemban dakwah menjadi salah satu kunci kesuksesan.

Animo masyarakat untuk menyaksikan premiere film JKdN tidak terlepas dari upaya para pejuang Khilafah mengajak mereka menonton film langka ini.

Di tengah hujatan dan ancaman terhadap ide Khilafah, tentu saja bukan hal mudah mengajak masyarakat menyaksikan film ini.

Bagi orang-orang yang tidak siap menanggung risiko yang akan dihadapi, jika bersinggungan dengan ‘hal-hal berbau Khilafah’, boleh jadi akan menjauh.

Baca juga:  Jejak Khilafah di Nusantara, Bukti Tak Terbantahkan! (Bagian 2/2)

Namun keikhlasan, keyakinan, dan kegigihan para pejuang Khilafah, mampu meyakinkan mereka akan pentingnya film ini. Terbukti film ini tetap dinanti walaupun dalam tayangan perdananya beberapa kali mendapat penjegalan.

Kelima, gambaran kondisi umat.

Mereka haus akan informasi yang bermutu dan terpercaya. Dalam dominasi sekularisme kapitalisme, berita berfaedah adalah barang langka.

Media yang ada sekarang, dipenuhi berita-berita sampah yang dibuat untuk mendongkrak keuntungan para kapitalis. Jika ada informasi sejarah, penyampaiannya seringkali dibumbui cerita cinta atau kisah-kisah khayalan dan kosong dari visi misi yang ingin diraih.

Jadilah kisah sejarah hanya hiburan belaka yang akan dilupakan ketika tayangan tersebut berakhir.

Karenanya, kehadiran film JKdN dianggap bisa melepas dahaga mereka dan merupakan secercah harapan hadirnya informasi terpercaya.

Yang harus dilakukan setelah Film JKdN menuai kesuksesan.

Kesuksesan yang telah diraih film JKdN, tidak boleh berhenti pada euforia semata. Namun harus dilanjutkan dengan langkah nyata yang bisa berkontribusi pada keberhasilan perjuangan Islam untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan.

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan:

1). Dakwah untuk menyampaikan Islam harus senantiasa disertai nas-nas syariat sebagai dalil, fakta sejarah sebagai bukti penerapannya, dan realitas kekinian untuk memberikan gambaran pada umat tentang apa yang harus dilakukan sekarang.

2). Setiap amal yang dilakukan harus didedikasikan untuk mempercepat tegaknya Islam di muka bumi. Karya apa pun tidak boleh lepas dari visi misi dakwah. Kreativitas dan inovasi ditantang untuk melahirkan uslub-uslub yang tepat sesuai dengan tuntutan zaman demi kesuksesan target dakwah.

3). Paham urgensi sejarah. Karenanya, harus semakin semangat menggali sejarah dari sumber-sumber yang terpercaya, baik terkait sirah Rasulullah ﷺ, tarikh peradaban Islam, maupun kisah-kisah para pejuangnya.

Kajian hadis dan sirah, mendalami tafsir Alquran, serta membahas wawasan politik kekinian, harus menjadi kebiasaan.

4). Tidak ragu dalam berjuang, apalagi mundur karena berbagai rintangan yang menghadang. Semua kesulitan, termasuk ancaman, hanyalah ujian keistikamahan dan ajang untuk semakin menguatkan kesungguhan dalam berjuang. Tetap komitmen dalam perjuangan adalah ciri orang beriman.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.(TQS al Hujurat [49]:15)

5). Terus mencerdaskan umat dengan memasifkan opini syariah dan Khilafah dengan berbagai teknis dan memanfaatkan beragam media, seperti medsos, film, dll. Umat harus dibekali informasi-informasi sahih yang akan menyeimbangkan berita dusta dan sesat.

Baca juga:  Nyasar Nyisir Jejak Sejarah, Urgennya Mitigasi Serangan terhadap Ide Khilafah

6). Yakin pada pertolongan Allah dan berupaya sungguh-sungguh dalam penjemputnya. Janji Allah berupa turunnya pertolongan, itu pasti terjadi.

Demikianlah diwahyukan Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (TQS Al Hajj : 40)

Ayat tersebut selain menjelaskan kepastian datangnya pertolongan Allah, juga memberitahukan prasyarat mendapatkannya, yaitu berupa keberpihakannya pada agama Allah, keberanian dalam membelanya, kesungguhan menyebarkan, dan keistikamahan dalam memperjuangkannya.

Menurut Imam Ath Thobari, makna dari “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya”, yaitu Allah SWT pasti menolong orang-orang yang berperang di jalan-Nya agar kalimat-Nya tinggi terhadap musuh-musuh-Nya.

Maka, makna pertolongan Allah kepada hamba-Nya adalah bantuan-Nya kepadanya, sedangkan makna pertolongan hamba-Nya kepada Allah adalah jihad orang itu di jalan-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya. (Tafsir At Thobari juz XVII hal 651)

Dengan pertolongan Allah pula kita akan dijaga tetap di jalan yang benar dan tidak teperdaya ajakan-ajakan setan yang menyesatkan.

Firman Allah, “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2]: 257)

7). Meyakini bahwa sepak terjang pihak-pihak yang menghalangi Islam tegak pasti akan berujung dengan kegagalan dan kecelakaan.

Allah telah mengingatkan hal demikian dalam firman-Nya,

“Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan, mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka yang selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihatnya.” (TQS Huud [11]: 18–22).

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (TQS al-Isra[17]:81).

Semoga kita termasuk orang-orang yang membuktikan keimanan dengan sungguh-sungguh menjadi pejuang dan pembela agama Allah. Bukan hanya puas menjadi penonton film Jejak Khilafah di Nusantara. Wallahu a’lam. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

27 thoughts on “Pelajaran dari Kesuksesan Film JKdN

  • 1 September 2020 pada 10:06
    Permalink

    Semoga kita termasuk orang-orang yang membuktikan keimanan dengan sungguh-sungguh menjadi pejuang dan pembela agama Allah.

    Balas
  • 1 September 2020 pada 00:17
    Permalink

    alhamdulilalh sebuah upaya untuk membongkar kembali sebuah sejarah yang sengaja dikubur dan disembunyikan…akhirnya ketahuan juga…the best atas inisiatif dan political will nya demi bangkitnya kesadaran keislaman yang hakiki…bangkitnya aturan islam dibawah naungan khilafah

    Balas
  • 30 Agustus 2020 pada 12:56
    Permalink

    Setuju. Ayo tunjukkan terus fakta2 kebobrokan penjajah dan kebenaran Islam

    Balas
  • 30 Agustus 2020 pada 06:49
    Permalink

    Butuh keseriusan dan kesungguhan

    Balas
  • 29 Agustus 2020 pada 20:57
    Permalink

    “Dan orang-orang kafir berkata, ‘Alquran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain,’ maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.” (TQS al-Furqan[25]:4).

    Balas
  • 29 Agustus 2020 pada 18:57
    Permalink

    MaasyaAllah, semoga semakin banyak yang mengenal Khilafah, dan paham karena Khilafah adalah bagian dari sejarah di Nusantara

    Balas
  • 28 Agustus 2020 pada 20:27
    Permalink

    Sudah terbukti kegagalan sistem kapitalis dalam menamgani pandemi covid 19 hanya sistem islam kaffah yg mampu menyekesaikan madalah wabah penyakit …umat butuh khilafah

    Balas
  • 28 Agustus 2020 pada 16:37
    Permalink

    Sukses utk JKDN. Biarkan musuh Allah dan Rasul Nya bjuang sia-sia. Krn Allah berfirman : “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (TQS. At-Taubah [9] : 32)

    Balas
  • 28 Agustus 2020 pada 15:16
    Permalink

    Benar sekali

    Memang film.jkdn wajib ditonton oleh seluruh masyarakat,khususnya penikmat sejarah

    Balas
  • 28 Agustus 2020 pada 09:05
    Permalink

    Mashaaallah. Khilafah akan mjd opini umum bernada positif di mata ummat Inshaaallah

    Balas
  • 28 Agustus 2020 pada 04:09
    Permalink

    Maa syaa Allah.. luar biasa.. Allahu Akbar..
    SMG semakin semangat berjuang dan umat semakin banyAk yg sadar unt memperjuangkan khilafah

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 21:17
    Permalink

    Semoga JKDN menambah semangat dalam amunisi dakwah dan mempermudah penyebaran dakwah khilafah

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 20:11
    Permalink

    Maa syaa Allah

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 20:07
    Permalink

    Sangat bagus Alhamdulillah puas..walaupun ada makhluk gaib yg ganggu 😊

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 19:57
    Permalink

    Alhamdulillaah…masya Allah, kerenz, cerdas, faktual

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 19:23
    Permalink

    Masya Allah

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 19:15
    Permalink

    Maa syaa Allah. Jangan lupakan sejarah

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 18:40
    Permalink

    Allahuakbar semoga yakin bahwanya peetolongan Allab itu pasti drng,,ini jalan yg benar yg d tempuh oleh orng 2 shalih terdahulu

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 17:31
    Permalink

    Semoga kita termasuk orang-orang yang membuktikan keimanan dengan sungguh-sungguh menjadi pejuang dan pembela agama Allah. Bukan hanya puas menjadi penonton film Jejak Khilafah di Nusantara.

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 15:24
    Permalink

    Pokoknya puas nonton film jkdn, jadi lebih tahu tentang sejarah Perkembangan Islam di Nusantara yg ternyata berusaha dikuburkan dan dikaburkan oleh pihak2 yang tidak suka dg Islam.

    Balas
  • 27 Agustus 2020 pada 14:33
    Permalink

    Maa syaaaa Allah, Semoga kita termasuk orang-orang yang membuktikan keimanan dengan sungguh-sungguh menjadi pejuang dan pembela agama Allah. Bukan hanya puas menjadi penonton film Jejak Khilafah di Nusantara.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *