Info Dasar Geopolitik Kirgistan

MuslimahNews.com, TSAQAFAH – Kawasan Asia Tengah terdiri dari negara Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Dan dari 66 juta penduduk, 55 juta di antaranya adalah muslim.

Kita tahu bahwa Muslim Asia Tengah banyak mengalami diskriminasi dan penganiayaan brutal selama era Soviet hingga hari ini.

Setelah Uni Soviet runtuh, bermunculanlah rezim-rezim tiran despotik di kawasan ini yang kebanyakan memang warisan dari sisa-sisa penjajah brutal partai komunis Soviet.

Para tiran ini adalah mantan orang kuat komunis yang sudah lama memerintah. Mereka terus berupaya membungkam dakwah Islam dan aktivisnya atas nama stabilitas keamanan. Tapi stabilitas harus dibayar mahal. Kebrutalan adalah harganya.

Sudah masyhur bahwa rezim-rezim diktator kawasan Asia Tengah masih mengadopsi cara-cara komunistik dalam menghadapi kebangkitan umat Islam.

Negara-negara Asia Tengah yang dipimpin para diktator semua tergabung dalam organisasi Kawasan Shanghai Cooperation Organisation (SCO). SCO merupakan sebuah organisasi antarbangsa di kawasan Asia yang dianggotai Republik Rakyat Tiongkok, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Kecuali Uzbekistan, semua negara lainnya sebelumnya merupakan anggota Shanghai Five yang didirikan tahun 1996. SCO dideklarasikan pada 15 Juni 2001 setelah Uzbekistan bergabung.

Organisasi ini memupuk kerja sama antarnegara dalam bidang perbatasan, ekonomi, energi, dan kebudayaan. Banyak yang berpendapat bahwa organisasi ini merupakan penyeimbang kekuatan dari organisasi NATO dan Amerika Serikat.

SCO juga secara aktif mengeluarkan inisiatif memerangi Islam dan aktivis Muslim di Asia Tengah atas nama terorisme.

Baca juga:  Geostrategi Dakwah Islam Melalui Jalur Perdagangan Nusantara

Uzbekistan

Uzbekistan adalah contoh paling menonjol di bawah kepemimpinan tangan besi -mendiang Islam Karimov-, seorang diktator brutal yang berkuasa sejak negaranya masih menjadi bagian dari Uni Soviet pada1989. Menang dalam setiap pemilihan yang bahkan tidak akan diingat oleh banyak orang Uzbek pemilihan yang tidak dimenangkan oleh Karimov.

Kazakhstan

Nursultan Nazarbayev memimpin Kazakhstan sejak 1989, ketika dia memimpin Partai Komunis setempat. Seperti Karimov, jatuhnya komunisme di negaranya membuatnya sekadar berganti gelar, tetapi tidak kehilangan kekuasaan.

Kesamaan di antara keduanya mudah dikenali. Nazarbayev tidak pernah memenangkan pemilihan yang tidak dikecam pengamat internasional. Pada 2015, dia mendapatkan 98 persen suara dan sejak 2010 dia secara resmi mengadopsi gelar “Pemimpin Bangsa” seumur hidup.


Kirgistan

Kirgistan, sebelumnya dikenal sebagai Kirghizia, adalah sebuah negara yang terletak di Asia Tengah yang terkurung daratan dan pegunungan. Kirgizstan berbatasan dengan Kazakhstan di sebelah utara, Uzbekistan di barat, Tajikistan di barat daya dan Tiongkok di timur. Ibukota dan kota terbesar adalah Bishkek.

Dari total penduduk 6,4 juta jiwa, sebanyak 86% penduduk Kirgistan adalah Muslim. Kelompok etnis terbesar bangsa ini adalah suku Kirgiz, orang-orang Turki, yang terdiri 72% dari populasi (perkiraan 2013).

Kelompok etnis lainnya termasuk bangsa Rusia (9,0%) di utara dan bangsa Uzbek (14,5%) yang hidup di selatan Kirgizstan.

Baca juga:  Muslimah Kirgistan Ditangkap dengan Cara Hina, Muncul Seruan Internasional: Stop Teror dan Bebaskan Mereka!

Tidak berbeda dengan rezim Asia Tengah dan rekan diktatornya yang lain, pada 2010 lalu, Pemerintah Kirgistan mengeluarkan undang-undang baru yang membatasi kegiatan kehidupan beragama di sana.

Banyak pihak yang meyakini undang-undang tersebut sengaja diberlakukan sebagai upaya pemerintah untuk memaksakan pandangan tentang agama tertentu pada masyarakat dan targetnya adalah komunitas Muslim di negara tersebut.

Undang-undang yang baru dikeluarkan ini mewajibkan kelompok-kelompok keagamaan, baik yang sudah resmi (legal) maupun belum, untuk mendaftarkan organisasinya.

Undang-undang itu juga melarang distribusi literatur, baik dalam bentuk cetak, audio, atau rekaman video keagamaan di tempat-tempat umum, sekolah-sekolah, dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi.

Pada 14 Juni 2019, Dewan SCO bersidang di ibu kota Kirgistan, Bishkek, dan delegasi negara anggotanya bertemu untuk membahas masalah regional, terutama masalah ekonomi dan keamanan.

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menghadiri dan mengarahkan KTT tersebut, menekankan perlunya memerangi (terorisme dan ekstremisme) dalam kemitraan dengan negara-negara di kawasan dan untuk berperang bersama-sama.

Perlu dicatat bahwa selama KTT, Presiden Kirgistan Saranbay Janbikav dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbisik secara pribadi di balik pintu.

Pemerintah Kirgistan telah mendeklarasikan perang terhadap Islam dan Muslim selama bertahun-tahun atas nama (memerangi terorisme), dan tidak ragu-ragu untuk menangkap wanita.


Peran Rusia

Kegilaan melawan Islam dan Muslim ini sebenarnya berakar pada paranoia Rusia dari Khilafah. Hal itu diungkapkan dengan sangat gamblang oleh master Nazarbayev -Vladimir Putin dalam film dokumenter yang baru-baru ini dirilis di Rusia.

Baca juga:  Muslimah Kirgistan Ditangkap dengan Cara Hina, Muncul Seruan Internasional: Stop Teror dan Bebaskan Mereka!

Dia menyatakan, “Mereka akan menciptakan Khilafah (Kekhalifahan) dari Eropa Selatan ke Asia Tengah.” Jawab Putin (2017), “Ini adalah bahaya terbesar.”

Pada 10 Desember 2019, Presiden Rusia Putin mengumumkan bahwa larangan Hizbut Tahrir tidak boleh didiskusikan lagi.

“Mengenai posisi Anda terhadap organisasi terkenal Hizbut Tahrir, yang Anda anggap tidak berbahaya, organisasi ini didirikan pada 1953 di Yerusalem oleh salah satu kolega Anda, secara bersyarat -seorang hakim pengadilan Syariat.

Dalam dokumen dasar undang-undang, secara langsung menyatakan kebutuhan untuk menciptakan Khilafah (Khilafah) dunia dengan merebut kekuasaan dan mempromosikan ide-idenya di berbagai negara di dunia, dan negara Rusia tidak terkecuali.

Organisasi ini di banyak negara beroperasi secara legal. Di semua negara anggota SCO, Hizbut Tahrir dilarang karena ia teroris. Ia juga dilarang di banyak negara Muslim Islam: di Arab Saudi, di Mesir, di Tunisia, dan di sejumlah negara lain.”


Semua muslim Asia Tengah harus berjuang untuk pembentukan kembali Khilafah kedua sebagai otoritas nyata bagi umat Muhammad ﷺ.

Untuk mengakhiri kesengsaraan ini, mereka perlu menghentikan dukungan mereka kepada penguasa tirani seperti Janbikav dan rezim boneka Rusia yang zalim, melalui pembentukan kembali Khilafah sebagai perisai sejati mereka. [MNews]

Sumber: FP Fareastern Muslimah & Shariah

One thought on “Info Dasar Geopolitik Kirgistan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *