Trending! “Jejak Khilafah di Nusantara” Cetak Sejarah Dunia Perfilman

MuslimahNews.com, NASIONAL – Tayangan film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) secara streaming di dunia maya, menuai antusiasme luar biasa dari warganet.

Menurut info panitia, tercatat 250 ribu lebih pendaftar tiket virtual sejak pre-launching 2 Agustus 2020 lalu. Jumlahnya dipastikan terus meningkat mendekati jam tayang.

Film yang diprakarsai Khilafah Channel bekerja sama dengan Komunitas Literasi Islam (KLI) ini, diluncurkan bertepatan 1 Muharam 1442 Hijriah atau Kamis, 20/8/20, pukul 09:00 WIB.

Di hari yang sama, di jagat Twitter, bertengger empat tagar trending topic yang disinyalir terkait film JKdN ini. Tagar tersebut adalah #JejakKhilafahdiNusantara, #DakwahSyariahKhilafah, #SejarahIslamIndonesia, dan #NobarFilmKhilafah.

Sebelum film JKdN tayang, warganet disuguhkan talk show secara streaming bersama tiga tokoh pembicara, yakni Ustaz Ismail Yusanto (penasihat KLI), Nicko T. Pandawa (produser sekaligus penulis naskah JKdN), dan Septian A. W. (sejarawan muda).

Dalam talk show tersebut, Septian menyebut salah satu latar belakang JKdN ini diproduksi adalah untuk menjawab tantangan zaman. Di mana Khilafah telah menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Alhasil, Septian beserta tim lainnya merasa terketuk untuk bisa menghadirkan riwayat atau kisah tentang Khilafah di Nusantara ke tengah masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Doktor UIN Ungkap Bukti Hubungan Ottoman-Kesultanan Jawa, Peter Carey Terbantahkan?

“Kita ingin menampilkan kisah tersebut dalam format yang lebih menarik, yakni berupa audio-visual, film dokumenter,” ujarnya.

Terbukti, sepanjang tayangan, penonton akan menyaksikan visual yang apik, audio dan narasi yang begitu tertata, dengan runutan sejarah yang menggambarkan memang ada jejak Khilafah di Nusantara.

 

“Belum pernah ada produksi film serupa. Ini film pertama yang mengisahkan hubungan Khilafah dengan Nusantara,” ujarnya. Sehingga bisa dikatakan, film JKdN ini mencetak sejarah dunia perfilman Indonesia, bahkan dunia.

Sementara Nicko menjelaskan, film ini bisa dipertanggungjawabkan secara akademis, sebab melandaskan penelitian dan riset yang panjang, didukung sumber primer maupun sekunder (data pustaka), ditambah data lapangan yang tersebar dari ujung Sumatra -Aceh-, Pulau Jawa, hingga ujung Timur -Ternate dan sebagainya.

Namun bukan tanpa kendala, dari pantauan MNews, tayangan ini mengalami beberapa kali “hilang” di tengah-tengah streaming.

Muncul tulisan “legal complaint” yang menandakan keluhan/aduan dari pemerintah setempat, meski tidak terkonfirmasi keluhan apa yang dimaksud. Namun demikian, film kembali tayang lancar hingga akhir rangkaian peluncuran. [MNews]

4 thoughts on “Trending! “Jejak Khilafah di Nusantara” Cetak Sejarah Dunia Perfilman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *