Omnibus Law Diberlakukan dengan Alasan Pemulihan Pasca-Covid?

Oleh: Hj. Nida Saadah, S.E., M.E.I., Ak.

MuslimahNews.com, FOKUS – Presiden Joko Widodo akan menerapkan Omnibus Law untuk meningkatkan investasi dan memulihkan ekonomi usai pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi dalam pembacaan Nota Keuangan 2021 di Gedung DPR pada Jumat (14/8/2020). Dia menuturkan penerapan Omnibus Law diharapkan mendorong investasi dan daya saing nasional. (CNN Indonesia)

Jika yang menjadi tujuan adalah pemulihan ekonomi pascapandemi, terlihat jelas bahwa problem pandeminya sampai saat ini belum berhasil diatasi. Lalu bagaimana rencana formula pemulihan ekonomi bisa berjalan?

Pertanyaan selanjutnya, untuk bisa memulihkan ekonomi, tentu harus dicari dulu apakah penyebab dari resesi ekonomi yang mengglobal hari ini.

Jelang akhir 2019 lalu, dunia sudah diprediksi bersiap masuk ke situasi krisis ekonomi siklik dan berulang. Dampak dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme sekuler yang didominasi sifat tamak dan praktek ekonomi ribawi.

Ketika memasuki situasi pandemi 2020, kesalahan fatal dilakukan negara-negara Barat, yakni menutup semua sektor riil dalam perekonomian. Kooptasi korporasi farmasi dalam urusan kesehatan, membuat negara demokrasi gagal mengatasi pandemi dengan cepat.

Kesalahan fatal ini memperparah situasi ekonomi yang ada. Langkah penutupan semua sektor riil ditiru semua negara berkembang termasuk Indonesia. Dampak penutupan sektor riil sudah bisa dipastikan akan meningkatkan angka pengangguran, kemiskinan, dan kelaparan.

Baca juga:  Resesi Ekonomi adalah Masalah Laten Dunia, Bukan Radikalisme

Sulit menggambarkan proses pemulihan situasi ini dengan formula Omnibus Law yang sejak awal kemunculannya sudah mengundang protes sana-sini.

Alih-alih mendongkrak ekonomi, Omnibus Law justru dikhawatirkan banyak pihak malah memperparah situasi ekonomi saat ini.

Mulai dari memperparah angka pengangguran pekerja dalam negeri, mengancam kelestarian lingkungan yang tentu berdampak pada ekonomi masyarakat setempat, hingga ancaman kemiskinan dan kelaparan yang makin meluas karena banyak sektor ekonomi yang makin dikuasai asing.

Jika demikian, adakah solusi dari situasi kolapsnya ekonomi hari ini?

Tawaran solusi Islam yang telah berhasil menyejahterakan peradaban manusia di era negara Khilafah yang pertama dalam rentang waktu 1.300 tahun lebih tersusun dalam formula berikut:

Tawaran ekonomi syariah dalam tata ulang kebijakan makro dan mikro ekonomi adalah sebagai berikut:

Pertama, menata ulang sistem keuangan negara. Sistem keuangan kapitalis-demokrasi yang bertumpu pada pajak dan hutang terbukti tidak bisa memberikan pemasukan dan justru berketergantungan kepada negara lain dan membuat dunia Islam masuk dalam debt trap dan ini tidak akan pernah dipakai oleh peradaban Islam.

Hal ini karena sistem keuangan Islam baitulmal terbukti selama 13 abad yang memiliki pemasukan yang besar sekaligus mandiri tanpa tergantung kepada negara atau organisasi lain.

Baca juga:  Menggoreng Isu Radikalisme, Topeng Tutupi Hancurnya Ekonomi

Kedua, menata ulang sistem moneter. Dalam sistem ekonomi Islam, income atau pendapatan masyarakat dipastikan memiliki kecukupan yang tidak membuatnya jatuh pada jurang kemiskinan dengan menjaga daya beli uang. Daya beli uang ini dipertahankan dengan moneter berbasis zat yang memiliki nilai hakiki yaitu emas dan perak.

Ketiga, menata ulang kebijakan fiskal. Hal ini dilakukan dengan menghapus semua pungutan pajak. Pajak hanya pada situasi extraordinary dan hanya ditujukan pada kalangan mampu dari orang kaya (aghniya). Fiskal dalam syariah hanya berdasar aset produktif yang ditentukan syara’.

Keempat, menata ulang sistem kepemilikan aset di permukaan bumi. Kepemilikan aset tidak diberikan kepada asing dan aseng. Sumber daya alam dengan deposit melimpah adalah milik umat.

Kelima, tata ulang kebijakan mikro ekonomi. Hal ini dilakukan dengan mengatur aktifitas ekonomi antar individu dan pebisnis. Negara Khilafah akan melarang praktik riba dan transaksi yang melanggar aturan syariat lainnya.

Kekurangan modal bisa dilakukan person to person tapi jika dalam situasi khusus seperti pandemi maka negara hadir dengan memberikan modal dalam bentuk hibah atau dalam bentuk pinjaman tanpa beban bunga/riba.

Bagaimana peradaban dengan kebijakan makro dan mikro seideal itu bisa muncul? Semua itu akan tergantung pada konsolidasi politik umat secara global.

Baca juga:  Mimpi Sejahtera Buruh di Rezim Kapitalis

Keinginan umat manusia untuk kembali kepada aturan Rabb-Nya dalam konsolidasi politik global ini sangat mungkin dan sangat mudah sebagaimana situasi hari ini, orang dari berbagai belahan bumi bisa bertemu melalui berbagai media.

Terlebih kaum muslimin telah mendapatkan teladan dari langkah perjuangan dakwah Rasulullah Saw. dalam melakukan perubahan masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam, dari peradaban penuh kegelapan menuju peradaban penuh cahaya yang menjadi rahmatan lil alamiin. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

18 thoughts on “Omnibus Law Diberlakukan dengan Alasan Pemulihan Pasca-Covid?

  • 11 September 2020 pada 22:06
    Permalink

    Omnibus law diberlakukan
    KHILAFAH yg menyelamatkan.

    Balas
  • 23 Agustus 2020 pada 18:57
    Permalink

    Bukan menyelesaikan masalah. Bahkan tambah mebjadi masalah..

    Balas
  • 22 Agustus 2020 pada 22:29
    Permalink

    Omnibus law utk kapitalis

    Balas
  • 22 Agustus 2020 pada 20:39
    Permalink

    Maa syaa Allah.. memang hanya Islam solusi bagi umat saat ini

    Balas
  • 22 Agustus 2020 pada 19:53
    Permalink

    Omong kosong para cukong kapitalisme..!!

    Balas
  • 22 Agustus 2020 pada 18:58
    Permalink

    Astaghfirullah, kebijakan yg diambil kenapa hanya menambah masalah bukan malah menyelesaikan masalah 🙁

    Balas
  • 22 Agustus 2020 pada 18:49
    Permalink

    Melihat dari fakta yang ada tentang omnibus law yang ingin segera di terapkan membuktikan bahwa tujuan hidupnya yaitu materi saja tanpa mempertimbangkan apakah itu baik untuk rakyat atau siapapun

    Balas
  • 22 Agustus 2020 pada 18:40
    Permalink

    Subhanallooh..islam.bgitu zempurna & ajaran yg membawa kemaslahatan bila dterapkan scr kaffah

    Balas
  • 21 Agustus 2020 pada 10:26
    Permalink

    Akal bulus penguasa yang kong kalikong dengan para koorporat. Rakyat dijadikan dalih untuk memuluskan jalan pr koorporat. Berbeda sekali dengan konsep kepemimpinan dalam Islam dimana fungsi pemimpin adl meriayah kebutuhan rakyat tanpa bandang bulu

    Balas
    • 24 Agustus 2020 pada 14:24
      Permalink

      Solusi nya cuma satu, yaitu dengan di gantinya sistem khilafah

      Balas
  • 21 Agustus 2020 pada 08:51
    Permalink

    Sudah saatnya kaum muslimin sadar untum mengambil teladan dari langkah perjuangan dakwah Rasulullah Saw. dalam melakukan perubahan masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam, dari peradaban penuh kegelapan menuju peradaban penuh cahaya yang menjadi rahmatan lil alamiin.

    Balas
  • 20 Agustus 2020 pada 05:37
    Permalink

    Ma syaa-a Allah Ustadzah.. Lengkap sekali.. Semoga umat semakin mengenal para Ustadzah ideologis.. Aamiin

    Balas
  • 20 Agustus 2020 pada 05:11
    Permalink

    Masya Allah sdh lah cukup bukti
    Bagi kita kaum muslimin yg mau berpikir
    Bahwa suri tauladan. Yg terbaik dan tampak
    Telah d contohkan Rasulullah SAW,
    Yg mampu mengubah peradapan yg penuh kegelapan menuju peradapan penuh cahaya

    Balas
  • 20 Agustus 2020 pada 00:00
    Permalink

    Kapitalis selalu mengecewakan, kebijakan ngawur jika memang ingin pemulihan ekonomi bukan berarti membuka peluang investasi yg mana membutuhkan membutuhkan kucuran dana dan keuntungan.

    Balas
  • 19 Agustus 2020 pada 22:46
    Permalink

    Sebelum wabah, telah nampak kerusakan ekonomi sistem kalitalis..masih berharap solusi tambal sulamnya? Islam terbukti memiliki solusi paripurna..

    Balas
  • 19 Agustus 2020 pada 21:29
    Permalink

    Masyaalloh … hanya islam yang mampu menyelesaikan masalah

    Balas
  • 19 Agustus 2020 pada 20:56
    Permalink

    Kebijakan tambal sulam. Butuh Islam solusi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *