[News] LaporCOVID19 Kritik Kebijakan Pemerintah Buka Sekolah di Zona Hijau dan Kuning

MuslimahNews.com, NASIONAL – Kebijakan pemerintah membuka sekolah tatap muka di zona kuning dan hijau dikritik LaporCOVID19. Sebab, belum dibuka saja, sudah muncul kluster positif di beberapa sekolah.

“Dari awal kami tidak setuju atas pembukaan sekolah di zona yang dianggap aman oleh pemerintah,” kata inisiator LaporCOVID19, Irma Hidayana kepada wartawan, Rabu (12/8).

LaporCOVID19 adalah lembaga independen yang mengeluarkan data-data terkait pandemi corona di Indonesia. Dalam catatan mereka, sudah ada enam sekolah yang menjadi klaster corona.

Dari mulai di Sumedang, Cirebon, Pati, Tegal, Tulungagung, hingga Kalimantan Barat.

Menurut Irma, pembukaan berdasarkan zonasi corona tidak tepat. Sebab, zona hijau dan kuning bukan berarti wilayah tersebut benar-benar bebas dari corona.

“Pemerintah belum mampu mendeteksi semua kasus di seluruh kota/kabupaten. Sehingga zonasi tersebut rentan kesalahan,” tutur dia.

Selain itu, kata Irma, pembukaan sekolah justru berpotensi membuat warga merasa situasi tidak lagi bahaya. Terkait dengan alasan lainnya seperti akses internet dan lain-lain menurut Irma menunjukkan Mendikbud Nadiem Makarim tidak memahami situasi.

“Salah satu alasan Mas Menteri (Nadiem) membuka sekolah kalau enggak salah nggak semua anak punya akses ke internet, anak mulai jenuh dan orang tua harus kembali bekerja. Alasan-alasan ini menunjukkan bahwa Mas Menteri tidak memiliki sense of crisis terhadap perlindungan kesehatan dan nyawa anak sekolah,” urai Irma.

Baca juga:  Kronik Gradasi Warna Zona Pandemi

“Keputusan beliau menunjukkan bahwa beliau tidak mampu membuat keputusan berdasarkan kepentingan terbaik untuk anak-anak Indonesia,” tutupnya.

Sebelumnya, Nadiem memutuskan sekolah yang berada di zona hijau atau rendah kasus corona dan bisa dikendalikan, boleh dibuka dan belajar tatap muka. Zona hijau hanya 6% dari total jumlah peserta didik se-Indonesia. Sementara sekolah di daerah zona merah, kuning, oranye, sebanyak 94% masih belajar daring.

“Yang enam persen yang di zona hijau itulah yang kami bolehkan pemda untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi dengan protokol yang sangat ketat,” ucap Nadiem dalam jumpa pers virtual. [MNews]

Sumber: Kumparan News

Bagaimana menurut Anda?

One thought on “[News] LaporCOVID19 Kritik Kebijakan Pemerintah Buka Sekolah di Zona Hijau dan Kuning

  • 14 Agustus 2020 pada 17:10
    Permalink

    miris sekali sistem kapitalisme

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *