Presiden ISNA Kanada: “Sama Sekali bukan Radikal jika Menginginkan Khilafah atau Syariah”

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL – Dr. Katherine Bullock merupakan Presiden Masyarakat Islam Amerika Utara – Kanada (ISNA-Kanada) dan profesor Ilmu Politik di Universitas Toronto di Mississauga.

Pada 27 November 2014, Bullock yang lahir di Australia dan masuk Islam pada 1994, ikut serta bersama Profesor Faisal Kutty dan Imam Yasin Dwyer dalam diskusi panel di Universitas York di Toronto yang berjudul “ISIS, Kekerasan dan Politik Deradikalisasi.”

Berikut adalah kutipan pernyataan Katherine Bullock dalam acara tersebut (00: 24: 13-00: 25: 28):

“Jadi, mari beralih ke Kanada. Saya pikir kebijakan dalam negeri agak sedikit berbeda dengan kebijakan luar negeri, tetapi sekali lagi, ada budaya/kultur dan pendekatannya, dan itu dimulai secara keseluruhan, bahkan kata radikalisasi itu salah.

Itu masalahnya. Karena radikalisasi sedang didefinisikan melalui pendekatan kulturalis ini. Di Inggris, siapa pun yang mendukung Syariah dianggap ekstremis.

Ada sebuah think tank Inggris dengan bantuan Public Safety Kanada melakukan serangkaian wawancara di Kanada dengan para pemuda Muslim tentang radikalisasi.

Mereka mendefinisikan radikal sebagai berikut:

1) Seseorang yang ingin menegakkan kekhalifahan;
2) Seseorang yang ingin menerapkan syariah; dan
3) Penggunaan kekerasan, misalnya untuk melawan pasukan koalisi di Irak.

Jadi, jika Anda seorang nasionalis Irak yang tidak percaya bahwa Amerika Serikat harus menduduki negara Anda dan Anda berperang melawan mereka, serta Anda percaya pada kekhalifahan dan percaya pada Syariah, Anda adalah seorang radikal yang telah diradikalisasi.

Tetapi dari sudut pandang Islam, sama sekali bukanlah radikal jika menginginkan kekhalifahan atau menginginkan Syariah. Ini adalah sudut pandang biasa yang sepenuhnya normal.” [MNews]

Baca juga:  Sekularisasi Atas Nama Deradikalisasi dan Moderasi

Sumber: https://news.acdemocracy.org/

Bagaimana menurut Anda?

Satu tanggapan untuk “Presiden ISNA Kanada: “Sama Sekali bukan Radikal jika Menginginkan Khilafah atau Syariah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *