Narkoba Menghancurkan Generasi, Islam Menyelamatkan Masa Depan Generasi

Oleh: Ustazah Dedeh Wahidah Achmad

MuslimahNews.com, FOKUS – Penyebaran narkoba terus saja terjadi, sekalipun berbagai upaya diklaim sudah dilakukan, namun peredaran barang haram ini tetap saja ada, bahkan ancamannya semakin besar dan menyebar.

Sebagaimana disampaikan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2020 (Hani): Angka penyalahgunaan narkoba meningkat pada 2019: “Data BNN menyebutkan bahwa angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 juta,”

Sedangkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di 2018 mencapai angka 2,29 juta. https://nasional.okezone.com/read/2020/06/26/337/2236702/hani-2020-wapres-ma-ruf-amin-sebut-angka-pengguna-narkoba-terus-melonjak

Sementara berdasarkan penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) di 2017, jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai lebih dari 3 juta orang pada kelompok usia 10 hingga 59 tahun. Mirisnya, kalangan pelajar dan mahasiswa menyumbang angka pengguna narkoba sebesar 27 persen di Indonesia

https://www.idntimes.com/science/experiment/izza-namira-1/fakta-penyalahgunaan-narkoba-di-indonesia/16

Narkoba Menghancurkan Generasi Bangsa

Menurut situs bnn.go.id, ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi. Salah satu efek yang sering dialami pengguna narkoba sejenis ganja. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran. Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian. Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis tinggi atau yang dikenal dengan over dosis.

Gangguan Kualitas Hidup. Bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan narkoba juga bisa memengaruhi kualitas hidup, misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Maraknya Penyebaran Narkoba Buah Busuk Sekularisme-Kapitalisme

Sekalipun penangkapan pelaku dan pengedar sudah sering diberitakan, namun kasus pun terus bermunculan. Ibarat peribahasa “mati satu tumbuh seribu”.

Kenapa demikian? Karena negeri yang menerapkan kapitalisme akan sulit meninggalkan apa pun yang berbau uang. Bisnis narkoba diakui sangat menggiurkan dan berpeluang mendatangkan limpahan rupiah. Karenanya, keberadaannya seolah dipertahankan dan “sayang untuk dibuang”.

Penangkapan yang dilakukan pun terkesan setengah hati. Pelaku amatir kelas teri terus dikejar sampai mati, sementara gembong pemilik bisnisnya tidak pernah terungkap sehingga luput dari sentuhan hukum. Wajar jika penyebaran narkoba terus merajalela dan sulit diberantas.

Kerakusan kapitalisme diperparah dengan watak sekuler –sistem yang tidak mengakui aturan agama dalam kehidupan–. Dalam sistem busuk ini tidak dikenal halal-haram.

Tidak ada ketakutan pada sanksi berat yang akan didatangkan pada para pelaku maksiat. Jadilah agama sebatas keyakinan, namun kosong dari pengamalan berupa keterikatan pada hukum syariat sebagai bukti keimanan.

Narkoba Menghancurkan, Islam Menjaga Kesehatan Akal dan Kekuatan Jiwa.

Berbeda dengan sekularisme-kapitalisme, Islam tegas mengharamkan narkoba dan akan menghilangkan peredarannya di tengah masyarakat. Para ulama sepakat terkait keharaman narkoba, sekalipun ada perbedaan dari sisi penggalian hukumnya.

Baca juga:  Islam Tegas Melarang Miras!

Ada yang mengharamkan karena meng-qiyas-kannya pada keharaman khamr (QS Al-Maidah: 90). Sebagian lainnya mengharamkan karena narkoba termasuk barang yang akan melemahkan jiwa dan akal manusia.

Pendapat ini berdasarkan hadis dengan sanad sahih dari Ummu Salamah, beliau mengatakan,

“نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفَتِّرٍ”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah).

Menurut Rawwas Qal’ahjie dalam Mu’jam Lughah Al Fuqoha`, hlm. 342, yang dimaksud mufattir adalah zat yang menimbulkan rasa tenang/rileks (istirkha’) dan malas (tatsaqul) pada tubuh manusia.

Islam memerintahkan manusia untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kekuatan badan. Salah satu nas yang mengindikasikan anjuran tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah.” (HR Muslim)

Selain menjaga kesehatan badan, Islam pun memerintahkan memelihara kebaikan akal. Kedudukannya dalam Islam sangatlah penting. Keberadaannya merupakan salah satu syarat taklif hukum syara’ dibebankan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ، عَنِ الَجْمْنُوْنِ الْمَغْلُوْبِ عَلىَ عَقْلِهِ حَتَّى يَبْرَأَ، وَعَنِ النَّائِم حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ

“Pena diangkat dari tiga golongan: orang yang gila yang akalnya tertutup sampai sembuh, orang yang tidur sehingga bangun, dan anak kecil sehingga balig.” (HR Ibnu KhuzaimahIbnu Hibban, dan ad-Daruquthni dari sahabat ‘Ali dan Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma).

Untuk memelihara akal bisa berfungsi secara optimal dan melindunginya dari hal-hal yang akan merusaknya, Islam menetapkan beberapa hukum, yakni:

  • (1) Islam mengharamkan barang yang memabukkan ‘khamr’ dan yang melemahkan ‘mufattir’.

Khamr bisa menyebabkan kerusakan fungsi akal. Orang yang sedang mabuk karena pengaruh khamr tidak bisa berpikir dengan benar.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡسٞ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٩٠

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (TQS al-Maidah: 90)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

  كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Setiap yang memabukkan itu haram.” (Muttafaqun ‘alaihi).

  • (2) Islam menganjurkan untuk senantiasa menggunakan akal dalam memahami ayat-ayat Allah sehingga mengantarkannya pada keimanan yang kuat.

Anjuran tersebut salah satunya tercantum dalam Alquran surah ‘Ali Imran ayat 191: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (TQS. Ali Imran: 191).

Sebaliknya, Islam mencela orang yang berangan-angan kosong. (QS Al Hadid: 14)

  • (3) Islam melarang setiap aktivitas yang menjerumuskan pada kerusakan diri dan jiwa.
Baca juga:  Legalkan Investasi Miras, Masihkah Waras?

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ في نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا اَبَدًا, وَ مَنْ تَحَسَّى سُمَّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمَّهُ في يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ في نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا أَبَدًا, و مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ فَحَدِيْدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ في بَطْنِهِ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا

Barang siapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahanam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama-lamanya. Barang siapa yang sengaja menenggak racun hingga mati, maka racun itu tetap di tangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahanam dalam keadaan kekal selama-lamanya. Dan barang siapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada di tangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahanam dalam keadaan kekal selama lamanya.” (HR Bukhari No. 5778 dan Muslim No. 109)

Demikian juga, Islam melarang mendatangkan bahaya dharar. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاضرر ولا ضرار

Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya.” (HR Ibnu Majah No. 2340, Ad Daruquthni, Al-Baihaqi 6:69, Al-Hakim 2:66)

  • (4) Islam menetapkan sanksi tegas terhadap pelanggar hukum yang akan membahayakan akal dan jiwa manusia.

Sanksi (uqubat) bagi mereka yang menggunakan narkoba adalah ta’zir, yaitu sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan Qadhi, misalnya dipenjara, dicambuk, dan sebagainya. Sanksi ta’zir dapat berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya. (Saud Al Utaibi, Al Mausu’ah Al Jina`iyah Al Islamiyah, 1/708-709; Abdurrahman Maliki, Nizhamul Uqubat, 1990, hlm. 81 & 98). Sementara untuk orang yang meminum khamar dikenakan sanksi cambuk.

  • (5) Islam mewajibkan negara menyelenggarakan pendidikan secara cuma-cuma bagi seluruh warga negara.

Melalui pendidikan yang dijamin negara, rakyat mendapatkan pengajaran mana yang baik dan buruk untuk dirinya serta konsekuensinya jika melakukan pelanggaran.

  • (6) Islam mewajibkan negara menjauhkan barang-barang haram dari tengah masyarakat.

Yang diberi sanksi bukan hanya pelaku yang mengonsumsi benda haram tersebut, tapi negara akan menindak penjual/pengedarnya, serta pabrik-pabrik yang memproduksinya

Generasi Sekarang, Harapan Masa Depan

Harapan terhadap generasi bukan tanpa alasan. Berikut beberapa di antara latar belakang harapan tersebut:

Pertama, generasi Islam adalah pemimpin masa depan. Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(QS Al Furqon: 74).

Ibnu ‘Abbas, Al Hasan Al Bashri, Qotada, As Sudi, Ar Robi’ bin Anas menafsirkan lafaz

وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” yang ada dalam ayat tersebut, maksudnya: “Ya Allah, jadikanlah kami sebagai imam yang dapat menunjuki dalam kebaikan.”

Ayat tersebut menyebutkan salah satu karakter ‘ibadurrahman adalah senantiasa berdoa pada Allah agar dikaruniai pasangan dan keturunan yang saleh yang akan menjadi pemimpin bagi orang bertakwa.

Doa dan harapan tersebut juga bisa dipahami bahwa orang tua bertanggung jawab mengantarkan anak dan keturunannya menjadi hamba Allah yang berkarakter pemimpin.

Baca juga:  [Editorial] Teror Mental Disorder di Tengah Revolusi Mental Rezim Sekuler

Mereka bisa mengarahkan dirinya sendiri menjadi pribadi yang saleh, juga mampu mengajak dan mengarahkan orang lain pada risalah Islam. Keberadaan generasi berkarakter pemimpin ini akan menjadi penegak kejayaan peradaban Islam.

Namun, mustahil lahir generasi pemimpin manakala anak-anak dan remaja masa kini sudah dirusak racun narkoba. Mereka yang sudah diserang candu narkoba telah dibunuh masa depannya. Alih-alih menjadi pilar peradaban, mereka justru menjadi beban keluarga dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Bahkan boleh jadi menjadi ancaman bagi lingkungannya. Yakni ketika kecanduannya mendorong mereka melakukan tindak kejahatan lain, seperti menjadi pengedar narkoba yang siap mencari mangsa baru, mencuri, merampok, bahkan membunuh demi uang untuk mendapatkan barang haram tersebut.

Kedua, generasi Islam-generasi pejuang yang siap membela Islam di medan pertempuran.

Perjuangan membela Islam senantiasa menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Selamanya risalah Islam ini harus diperjuangkan, baik sebelum terwujud dalam institusi Khilafah, maupun ketika sistem ini telah tegak.

Keberlangsungannya harus terus dipertahankan. Termasuk ketika ada ancaman dari musuh-musuh Islam menghadang. Maka jihad dan perang harus ditunaikan. Kehadiran para pemuda Islam di garda terdepan pertempuran bukanlah khayalan.

Sejarah mencatat beberapa pemuda muslim yang menorehkan tinta emas perjuangannya membela keagungan Islam. Di antaranya Usamah bin Zaid bin Haritsah, pemuda berusia 17 tahun yang diisyaratkan Rasulullah memimpin pasukan melawan komplotan Nabi palsu di perbatasan Syam. Kepemimpinannya mengantarkan pada kekalahan pasukan musuh.

Teladan berikutnya adalah Muhammad Al-Fatih yang disebutkan dalam bisyarah Rasulullah Saw. sebagai pemimpin terbaik pada zamannya yang akan menaklukkan Konstantinopel.

Bukti sejarah menunjukkan bahwa Al-Fatih mampu merealisasikan bisyarah Rasulullah Saw. tersebut pada usianya yang masih belia. Di usianya ke-24 tahun, beliau berhasil menundukkan kota Konstantinopel.

Keberhasilan keduanya tentu saja bukan terjadi begitu saja. Tempaan tsaqafah Islam dan ilmu pengetahuan selalu didapatnya, latihan pertempuran senantiasa dilakukan, demikian juga pembiasaan ketaatan pada syariat Islam seperti shaum sunnah dan salat tahajud terus menyertai masa anak-anak dan remajanya.

Wajar saja proses pembinaan ini memunculkan sosok pejuang yang tangguh, kuat, cerdas, dan beriman kuat yang mampu melampaui berbagai rintangan perjuangan.

Sosok kuat seperti Al-Fatih mustahil lahir dari generasi pecandu narkoba yang hari-harinya selalu dibuai fatamorgana kesenangan yang menghancurkan potensi kehidupannya. Padahal perjuangan untuk melumpuhkan musuh membutuhkan kekuatan yang harus ditunjukkan.

Sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya:

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٖ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَيۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ

“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka (orang-orang kafir) kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh kalian.” (TQS al-Anfal: 60)

Penutup

Masalah narkoba tidak mungkin selesai tuntas selama sistem yang melahirkannya tetap diterapkan. Karenanya, sampai kapan pun ancamannya terhadap nasib generasi bangsa akan senantiasa ada.

Satu-satunya solusi menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba adalah mengenyahkan sekularisme-kapitalisme dan menggantinya dengan sistem Islam dalam institusi Khilafah.

Penerapan syariat Islam secara kaffah akan mengembalikan posisi pemuda sebagai pilar kegemilangan peradaban masa depan. Wallahu a’lam. [MNews]

43 thoughts on “Narkoba Menghancurkan Generasi, Islam Menyelamatkan Masa Depan Generasi

  • 24 Juli 2020 pada 22:04
    Permalink

    Masyaa Allah, semakin rindu kejayaan Islam yang kedua kalinya seperti bisyarah Rasulullah. Semoga perjuangan kita terus berlanjut hingga hari kemenangan Islam tiba. Aamiin

  • 23 Juli 2020 pada 07:56
    Permalink

    Narkoba…. dari jaman masih kecil mpe sekarang beranjak dewasa permasalahan ini tak kunjung teratasi bahkan semakin meningkat. knp ya????
    ada yg slh???
    ko bisa berulang begini yah????
    ada apa dgn negriku??

  • 22 Juli 2020 pada 20:08
    Permalink

    Penerapan syariat Islam secara kaffah akan mengembalikan posisi pemuda sebagai pilar kegemilangan peradaban masa depan. Wallahu a’lam

  • 22 Juli 2020 pada 08:29
    Permalink

    Satu-satunya solusi menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba adalah mengenyahkan sekularisme-kapitalisme dan menggantinya dengan sistem Islam dalam institusi Khilafah.

  • 21 Juli 2020 pada 16:08
    Permalink

    SubhanAllah.. Begitu merugi org org yg suka mrngkomsumsi brg haram, tp kmbli lg kpd Sistem yg rusak skrg ini, maka tak heran generasi masa depan pun rusak.

  • 21 Juli 2020 pada 08:19
    Permalink

    Narkoba salah satu alat para musuh Islam untuk melemahkan umat Muslim terutama generasi mudanya..
    Saat ini ortu adalah garda terdepan untuk membentengi anak2 muslim terjerumus kedalam jerat narkoba..

  • 21 Juli 2020 pada 08:13
    Permalink

    Setuju sekali Satu-satunya solusi menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba adalah mengenyahkan sekularisme-kapitalisme dan menggantinya dengan sistem Islam dalam institusi Khilafah.

  • 21 Juli 2020 pada 07:47
    Permalink

    Allahu Akbar. Sistem yang rusak melahirkan generasi cacat. Islam adalah solusi satu-satunya segala problem kehidupan.

  • 20 Juli 2020 pada 23:20
    Permalink

    kapitalisme akan sulit meninggalkan apa pun yang berbau uang. Bisnis narkoba diakui sangat menggiurkan dan berpeluang mendatangkan limpahan rupiah. Karenanya, keberadaannya seolah dipertahankan dan “sayang untuk dibuang”.

    • 25 Juli 2020 pada 12:03
      Permalink

      Bagaimanapun upaya memberantas narkoba dalam sistem saat ini tidak akan mampu karena sistemnya akan terus mendukung penyebarannya, yang mendatangkan keuntungan materi.

  • 20 Juli 2020 pada 22:23
    Permalink

    Satu-satunya solusi menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba adalah mengenyahkan sekularisme-kapitalisme dan menggantinya dengan sistem Islam dalam institusi Khilafah.

  • 20 Juli 2020 pada 22:11
    Permalink

    Ma syaa-a Allah sangat inspiratif.. Me-reminder kembali visi sebagai ibu tangguh dalam melahirkan generasi pemimpin ..

  • 20 Juli 2020 pada 19:58
    Permalink

    Negara akan tetap ambruk apa bila sistem yg digunakan sistem rusak yg hnya memerhatikan pemiliki modal bkn rakyatx maka saatnya kita menerapkan sistem islam yakni khilafah

  • 20 Juli 2020 pada 19:49
    Permalink

    Akibat penerapan sistem sekuler kapitalis saat ini.hancur sudah nasib generasi saat ini.sudah saatnya kembali kepada Syari’at Islam dalam naungan Daulah khilafah Islam.

  • 20 Juli 2020 pada 17:17
    Permalink

    Memang berat ujiannya mendidik anak2 dlm sistem saat ini. Kapitalisme biang kerusakan, semoga Islam segera tegak kembali. Hanya sistem Islam yg mampu melahirkan generasi bertaqwa.

  • 20 Juli 2020 pada 17:05
    Permalink

    Hanya sistem Islam yg bs menyelamatkan generasi yg rusak dan mjdkan mrk generasi pemimpin yg bertaqwa

  • 20 Juli 2020 pada 16:56
    Permalink

    Islam datang membawa keselamatan malah manusia sombong mencari keselamatan diluar islam.. nah sesat kan jadinya

  • 20 Juli 2020 pada 16:12
    Permalink

    Mustahil lahir generasi pemimpin manakala anak-anak dan remaja masa kini sudah dirusak racun narkoba. Mereka yang sudah diserang candu narkoba telah dibunuh masa depannya. Alih-alih menjadi pilar peradaban, mereka justru menjadi beban keluarga dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

  • 20 Juli 2020 pada 15:56
    Permalink

    Untuk menyelamatkan generasi saat ini hny satu yaitu kembali lg ke sistem islam dan mencampakkan sistem demokrasi…krn sistem demikrasi sdh gagal meriayah umat.

  • 20 Juli 2020 pada 15:14
    Permalink

    Seperti tidak ada jalan untuk menghadapi ancaman narkoba. Ternyata mmg sistem saat ini tidak punya niat untuk melawan narkoba

  • 20 Juli 2020 pada 15:13
    Permalink

    Satu-satunya solusi menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba adalah mengenyahkan sekularisme-kapitalisme dan menggantinya dengan sistem Islam dalam institusi Khilafah.

Tinggalkan Balasan