Umat Islam Tidak Butuh Moderasi

Oleh: Ustazah Sulistiawati Ummu Aisyah

MuslimahNews.com, TSAQAFAH — Kemenag telah menerbitkan revisi buku-buku panduan pendidikan agama Islam secara online. Buku-buku sebelumnya dianggap masih mengandung konten radikal. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut moderasi dalam pendidikan Agama.

Jadi muncul pertanyaan, mengapa penting bagi mereka untuk memoderasi ajaran Islam? Padahal materi pendidikan erat kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri.

Dalam pandangan Islam, tujuan pendidikan adalah pembentukan syakhsiyah (kepribadian) Islamiyah siswa. Ini tentu akan berpengaruh pada generasi. Sangat berbahaya jika ajaran Islam diubah atau bahkan dihapuskan. Generasi terancam tidak lagi mengenal syariat Islam secara utuh.

Moderasi ajaran Islam menjadikan Islam tidak seutuhnya dipahami. Hakikatnya adalah mengubah ajaran Islam itu sendiri. Seperti ajaran tentang jihad, maknanya adalah perang di jalan Allah.

و جاهدوا فى سبيل الله…

“…dan berjihad di jalan Allah…” (QS Al Baqarah: 218)

Lafaz “Al-Jihad” secara bahasa maknanya mengerahkan segala kemampuan (بذل وسعه). Pengertian secara syar’i Al-Jihad adalah perang (القتال). Sehingga Al-Jihad adalah mengerahkan segala kemampuan dalam perang di jalan Allah, baik secara langsung maupun memberikan bantuan berupa harta, pendapat, memperbanyak logistik, atau yang lainnya. (Taqiyuddin An Nabhani, Al Syakhshiyyah al Islamiyyah jilid 2, 147)

Imam Ath Thabari pun memaknai jaahaduu dalam ayat ini, dengan قاتلوا dan حاربوا (mereka berperang).

Baca juga:  Meninggalkan Dakwah dan Jihad Sebab Kebinasaan

Dilanjutkan oleh Imam Ath Thabari memaknai في سبيل الله adalah طريقته و دينه (jalan dan agama Allah). Juga Imama Al Khazin dan Imam Al Samarqandi memaknai dengan في طاعة الله (dalam ketaatan kepada Allah).

Lantas bagaimana bisa dengan alasan moderasi, jihad hanya diambil makna bahasanya semata? Kalaulah demikian, sah mengamalkan salat hanya aktivitas doa, karena الصلاة secara bahasa maknanya adalah الدعاء (doa)?

Tentu tidak sah salat hanya dengan doa. Begitu pula dengan jihad.

Berikutnya bisa kita bayangkan nasib generasi mendatang yang tidak lagi mengenal perang dalam Islam. Generasi semacam ini tidak siap memerangi penjajah yang masuk ke dalam negerinya. Sehingga musuh pun akan dianggap teman.

Berbahaya bukan? Bayangkan generasi didik semacam ini akan memimpin sebuah negara. Penjajah akan disambut, bukan malah diusir dan siap menghadapinya secara fisik.

Yang sering dijadikan dasar bagi moderasi adalah istilah ummatan wasathon. Dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 143, lafaz “ummatan wasathon” ditafsirkan Umat Islam Moderat. Tafsir ini tidak berdasar, baik secara lafaz maupun secara ma’tsur (berdasarkan hadis).

Allah SWT berfirman,

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS Al Baqarah: 143).

Baca juga:  Kewajiban Perang dalam Islam

Dalam tafsir Imam Ath Thabari dijelaskan:

: كذلك خصصناكم ففضلناكم على غيركم من أهل الأديان بأن جعلناكم أمة وسطا . وقد بينا أن الأمة هي القرن من الناس والصنف منهم وغيرهم .
وأما الوسط فإنه في كلام العرب : الخيار
يقال منه : فلان وسط الحسب في قومه : أي متوسط الحسب , إذا أرادوا بذلك الرفع في حسبه , وهو وسط في قومه وواسط .

“Demikian pula Kami (Allah) telah membedakan dan mengutamakan kalian (umat Muhammad) dari umat agama lain, menjadikan umat Muhammad sebagai yang terbaik (wasathon).”

Maka “wasthu” di sini, menurut kamus Arab adalah Al-khiyar (terbaik) dan Al-hasabu (pilihan). Jadi ia adalah pilihan di antara kaumnya. Yaitu pilihan terbaik, umat terbaik, dan sebagai wasith.

Secara ma’tsur, terdapat hadis yang dituliskan dalam tafsir Ath Thabari,

حدثنا سالم بن جنادة ويعقوب بن إبراهيم , قالا : ثنا حفص بن غياث , عن الأعمش , عن أبي صالح عن أبي سعيد , عن النبي صلى الله عليه وسلم في قوله : { وكذلك جعلناكم أمة وسطا } قال : ” عدولا

Rasulullah Saw. ketika menafsirkan وكذلك جعلناكم أمة وسطا, adalah umat yang adil. Ummatan wasathon yang dilekatkan dengan umat Islam justru adalah umat yang terbaik, umat yang berbeda dengan umat yang lain.

Baca juga:  Menolak Moderasi Makna Jihad; Jangan Samakan Jihad dengan Terorisme

Demikianlah ummatan wasathon, sama sekali tidak ada kaitannya dengan moderasi. Tuduhan radikal jika mempelajari Islam seutuhnya, sangat tidak berdasar.

Bahkan istilah radikal pun tidak menjadi istilah umat Islam. Sehingga tidak ada keperluan umat Islam harus merevisi atau menjadikan moderat ajarannya.

Langkah moderasi yang terstruktur dan masif ini, sama sekali tidak ada manfaatnya. Justru akan membawa umat ini semakin berpikiran sekuler radikal. Semakin ingin jauh dengan syariat Islam. Karena itu hendaknya dihentikan atau Allah SWT akan mengingatkan dengan cara-Nya.

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS Al Baqarah: 85)

Mengambil sebagian hukum Allah dan membuang sebagiannya adalah tindakan tercela. Tidak ada balasan bagi perbuatan ini selain kehinaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Kita berlindung kepada Allah dari perbuatan ini. Wallahu a’lam. [MNews]

42 thoughts on “Umat Islam Tidak Butuh Moderasi

  • 17 Juli 2020 pada 13:29
    Permalink

    Penguatan Sekularisme.!! harus dihentikan.

    Balas
  • 16 Juli 2020 pada 09:20
    Permalink

    Semakin dijauhkan dari ajaranya, kaum muslimin akan semakin dekat dengan ajaranya.. Biiznillah..

    Balas
  • 15 Juli 2020 pada 20:32
    Permalink

    Ketika salah satu ajaran islam d anggap radikal. lantas….Bagaimana dgn sistem yg jelas-jelas mentengsarakan umat yah?????
    Lets big think

    Balas
  • 15 Juli 2020 pada 18:39
    Permalink

    Umat Butuh Islam Kaffah dan Khilafah

    Balas
    • 17 Juli 2020 pada 17:42
      Permalink

      Aamiin semoga kita dijauhkan dr sifat yg suka mengambil sebagian hukum Allah dan meninggalkan yg sebagian…

      Balas
  • 15 Juli 2020 pada 11:32
    Permalink

    Umat Islam hanya butuh aturan Islam secara Kaffah dalam bingkai khilafah

    Balas
  • 15 Juli 2020 pada 07:37
    Permalink

    Umat Islam tak butuh moderasi, siapa kau berani menghilangkan ajaran islam

    Balas
  • 15 Juli 2020 pada 05:44
    Permalink

    Moderasi Islam akan selalu menjauhkan Islam dari esensinya

    Balas
    • 16 Juli 2020 pada 13:44
      Permalink

      Hukum islam tdk bisa berubah

      Balas
  • 14 Juli 2020 pada 21:03
    Permalink

    Moderasi Islam, bagian dari upaya utk menjauhkan kaum muslimin dari Islam Kaffah…

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 20:03
    Permalink

    Mereka ingin membuat makar melawan allah pencipta dan pengatur alam ini. Sayangnya usaha mereka hanya sia2 justru mendatangkan kemenangan islam lebih dekat lagi. Allahu akbar

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 19:57
    Permalink

    Moderasi adalah trik musuh islam menjauhkammn umat islam dari agama nya, menjadikan kaum muslimin sekulerisme. Melalui boneka boneka dan kaum munafik musuh2 islam melancarkan bernagai rencana nya. Karena mereka faham jika umat islam faham islam. Maka hancur lah kafir penjajah ini. Mereka tidak akan bisa lagi merampok dan mengintimidasi kaum muslimin sesuka hati mereka. Sungguh moderasi ini harus ditolak. Tindakan ini sangat keterlaluan akan memancing murka Allah SWT.

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 18:48
    Permalink

    Astaghfirullah, kok berani ya menghilangkan sebagian ajaran islam. Benar² kacau sistem saat ini

    #butuhkhilafah

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 14:34
    Permalink

    Harusnya aturan – aturan Allah diterapkan secara kaffah..ga boleh dipilah pilih sesuka hati manusia…

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 10:38
    Permalink

    yaa allah semakin jelas kerusakan sistem kapitalisme ini, semoga umat islam makin tersadar akan bobroknya sistem yg diemban sekarang dan segerakanlah sistem islam ditegakkan
    aamiin yaa allah

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 07:14
    Permalink

    Astagfirullah. Bagaimana nasib generasi kita kedepannya jika ajarannya saja di lupakan bahkan di anggap radikal.

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 06:30
    Permalink

    Astagfirullah, semoga Allah memberikan kita keistiqomahan dakwah, agar ajaran islam gk perlahan2 terkikis seperti ini 😭

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 23:01
    Permalink

    Hukum Islam itu sudah menyeluruh dan sempurna sesuai dengan fitrah manusia, jadi gk perlu deh merevisi islam, kita kan bukan tuhan :’)

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 22:43
    Permalink

    Langkah moderasi yang terstruktur dan masif ini, sama sekali tidak ada manfaatnya. Justru akan membawa umat ini semakin berpikiran sekuler radikal. Semakin ingin jauh dengan syariat Islam. Karena itu hendaknya dihentikan atau Allah SWT akan mengingatkan dengan cara-Nya.

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 21:52
    Permalink

    Moderasi islam cara Barat mengkaburkan islam…. Islam adalah agama yg sempurna yuk berganti ke sistem islam kaffah…..

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 21:51
    Permalink

    Islam itu bukanlah prasmanan pilih mana suka tp suka tdk suka yah itulah konsekuensi dr taqwa.. Allah tahu yg terbaik utk kita.. kt tahu nasib kt satu detik k depan sj blm tntu.. maka kt tak patut sombong. BerISLAMlah secara kaffah atau total jngan setengah2 yah

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 21:40
    Permalink

    subhanallah….
    semoga kita terllindung dari interpretasi yg salah tentang makna ummatan wasathan

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 21:35
    Permalink

    YaAllah.. yarohman… YaRohimmm.

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 21:32
    Permalink

    MasyaAllah.. Umat Islam hnya butuh khilafah

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 20:58
    Permalink

    Dalam pandangan Islam, tujuan pendidikan adalah pembentukan syakhsiyah (kepribadian) Islamiyah siswa. Ini tentu akan berpengaruh pada generasi. Sangat berbahaya jika ajaran Islam diubah atau bahkan dihapuskan. Generasi terancam tidak lagi mengenal syariat Islam secara utuh.

    Moderasi ajaran Islam menjadikan Islam tidak seutuhnya dipahami. Hakikatnya adalah mengubah ajaran Islam itu sendiri.

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 20:46
    Permalink

    Moderasi ajaran Islam upaya menjauhkan umat Islam dr ajarannya

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 20:37
    Permalink

    Naudzubillah jika saja generasi mendatang tidak lagi mengenal ajaran2 islam. Sekarang saja pelajaran mengenai agama islam disekolah sangat sangat terbatas apalagi harus digulingkan atau diganti naudzubillah

    Balas
    • 18 Juli 2020 pada 20:44
      Permalink

      Padahal dimasa keemasannya Islam berhasil mencetak generasi2 yang gemilang dengan

      Balas
  • 13 Juli 2020 pada 19:02
    Permalink

    Astaghfirullah mau d bikin sesat umat ini

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 18:36
    Permalink

    Umat islam hanya butuh khilafah untuk menuntaskan segala masalah..

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 17:13
    Permalink

    Islam adalah DIEN YANG SEMPURNA…gak perlu ditambah atau dikurangi.

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 16:20
    Permalink

    Dalam Islam jutuan Pendidikan adalah utk membentuk kepribadian Islam. Pola pikirnya Islam perasaannya jg Islam. Agar mrk bertaqwa. Sekarang mentri agama menjadikan Moderasi Islam dlm buku pelajaran sekolah. Yg akhirnya Islam tdk di terima utuh lg sm anak2. Sprt jihad. Rasul kt berjihad. Tp jihat punya aturan sendiri bukan sprt sekarang membunuhi anak2, perempuan org tua misalnya. Ini harus sehera di luruskan. Caranya kembali ke Islam sebagai Solusi seluruh permasalahan hidup

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 16:10
    Permalink

    Umat uslam hrs mengambil islam secara kaffah…menyeluruh secara totalitas

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 15:46
    Permalink

    Astaghfirullaah..sistem sekuler kapitalis telah mengkerdilkn islam

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 15:32
    Permalink

    Kapitalisme liberalisme hanya melahirkan para pejabat yang gerah dengan Islam Kaffah.. Digeser istilahnya menjadi radikal..

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 14:31
    Permalink

    Islam itu satuIslam Moderat adalah propganda barat

    Balas
  • 13 Juli 2020 pada 14:12
    Permalink

    Islam moderat adalah proyek Barat memecah belah umat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *