Soal Ajakan Jokowi Buka Fakultas bersama Pelaku Industri, Pengamat: Bukti Rezim Hendak Lepas Tangan

MuslimahNews.com, KOMENTAR POLITIK — Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak forum rektor perguruan tinggi bekerja sama dengan pelaku industri. Cara tersebut bisa dilakukan salah satunya dengan membuka fakultas.

“Jika ada kawasan industri terdekat, ajak segera bekerja sama buka fakultas, atau departemen, atau program studi yang karakter keilmuannya dekat dengan kawasan industri itu,” demikian ujar Jokowi saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Virtual Tahun 2020 yang disiarkan daring di Istana Bogor, Jawa Barat (liputan6.com, 4/7/2020).

Jokowi berpandangan pelaku industri tidak sebatas memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa. Namun, mereka dapat diperbantukan untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi.

Research and development di dunia industri dan sekaligus untuk pengembangan ilmu murni,” yakin Jokowi.

Menanggapi hal ini, pengamat sekaligus praktisi pendidikan tinggi, Nida Sa’adah, S.E., Ak., M.E.I. menyatakan bahwa pandangan presiden ini seakan solutif bagi dunia pendidikan, yakni agar lulusannya dapat segera diserap pasar kerja. Namun, lanjut Nida, ada beberapa hal yang perlu dikritisi lebih jauh.

“Pertama, di manakah sebetulnya penguasa memosisikan dirinya terhadap sistem pendidikan? Kedua, apa sebetulnya hakikat manusia menempuh jenjang pendidikan, sekadar untuk bekal mencari kerja?” tanya Ustazah Nida.

Baca juga:  Framing Kampus Terpapar Radikalisme, Waspadai Pecah Belah Umat

Di sinilah letak kritisnya. Menurut Ustazah Nida, ajakan penguasa kepada dunia industri itu bukan hanya menggambarkan penguasa lepas tangan dari tanggung jawabnya mengurus dunia pendidikan. Namun sekaligus menggambarkan betapa tidak pahamnya penguasa terhadap potensi strategis pendidikan tinggi.

“Pelaku industri, orientasi utamanya akan mengacu ke profit. Mustahil menuntut dalam rangka visi-misi pendidikan ke depan. Alhasil, orientasi pengelolaannya sudah pasti memberdayakan lulusan pendidikan tinggi dan mengembangkan riset untuk menghasilkan profit bagi perusahaan,” paparnya.

Pada akhirnya mengakibatkan potensi intelektual dan pengembangan keilmuan tidak dirancang untuk kepentingan masyarakat luas, apalagi melejitkan posisi negara.

“Jauh panggang dari api. Namun mungkin itu memang tidak begitu penting bagi penguasa yang memang tidak paham hakikat bernegara,” kritiknya.

Ustazah Nida pun memaparkan pendidikan visioner yang tak lain bersumber dari sistem pendidikan Islam, bahwa cara pandang pemerintah ini sungguh berbeda jauh dengan pengaturan dalam Islam. Potensi intelektual dan keilmuan dilejitkan untuk membangun dan meninggikan peradaban.

Dalam Islam, Ustazah menjelaskan, pengelolaan dan pendanaan pendidikan tinggi akan menjadi prioritas bagi Khilafah. Khilafah akan mengelola secara praktis pendidikan tinggi dalam rangka memenuhi aspirasi pendidikan masyarakat dan menghidupkan kembali generasi cemerlang.

Baca juga:  Kampus Dicap Terpapar Radikalisme oleh Said Aqil Siraj, Nida Saadah: Justru Kampus Bahaya karena Cengkeraman Korporasi dan Peradaban Sekuler Barat

“Khilafah juga akan menjamin pembangunan dan penelitian di negeri kaum muslimin. Khilafah akan melayani kebutuhan vital masyarakat melalui pemberdayaan intelektual,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Ustazah, Khilafah akan membangun lima jenis institusi pendidikan tinggi, yakni institut teknik, institut layanan sipil, universitas, pusat penelitian dan pengembangan, serta institut/akademi militer.

“Semua aset dan sumber daya dikelola negara, untuk melayani kebutuhan umat dan untuk melejitkan negara menjadi negara kuat dan terdepan memimpin peradaban,” pungkas Nida. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

6 tanggapan untuk “Soal Ajakan Jokowi Buka Fakultas bersama Pelaku Industri, Pengamat: Bukti Rezim Hendak Lepas Tangan

  • 13 Juli 2020 pada 04:28
    Permalink

    Sekuler kapitalistik telah menjual SDM untuk profit para kapitalis, plus DPR mendukungnya dlm bentuk UU, oligarki akut

    Balas
  • 11 Juli 2020 pada 17:49
    Permalink

    Islam solusi hakiki

    Balas
  • 11 Juli 2020 pada 11:07
    Permalink

    Subhanalllah…betapa agungnya sistem islam…satu-satunya solusi kehidupan manusia…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *