Dakwah Tidak Harus Menunggu “Ilmu Sundul Langit”

Oleh: KH. Hafidz Abdurrahman

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Suatu ketika Nabi bersabda,

بلغوا عني ولو أية

“Sampaikan dariku, meski (kamu hanya menguasai) satu ayat.” (HR Bukhari)

Tak hanya itu, Nabi juga mendoakan orang yang menyampaikan Islam, yang mendakwahkan Islam, meski ilmunya tidak banyak:

نَضَّرَ اللهُ امرأً سمِعَ منَّا شيئًا فبلَّغَهُ كما سمِعَهُ ، فرُبَّ مُبَلَّغٍ أوْعَى من سامِعٍ

“Semoga Allah menerangi wajah seseorang yang mendengarkan sesuatu dari kami, kemudian dia menyampaikan apa yang dia dengar. Boleh jadi, orang yang diberitahu lebih tahu ketimbang yang mendengar (menyampaikan dari Nabi).” (HR At-Tirmidzi)

Ini adalah doa Nabi untuk para pengemban dakwah, meski ilmunya tidak seberapa. Bahkan, boleh jadi mustami’ (pendengar)-nya lebih hebat daripada dirinya.

Maka, berdakwah tidak harus menunggu “ilmu sundul langit”. Seberapa pun ilmunya, dakwah tetap wajib sesuai dengan kadar ilmu yang dimiliki.

Ini tidak berarti boleh serampangan dan ngawur. Karena ada perintah lain, agar melakukan tatsabbut (pembuktian) terlebih dulu maklumat yang diterima sebelum disampaikan.

Misalnya, kutipan ayat, hadis, kitab, dan tentu hukum dan pemikirannya itu sendiri. Baru setelah itu disampaikan. Karena ini amanah ilmu dan agama dari Allah dan Rasul-Nya. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?
Baca juga:  Khilafah Belum Juga Tegak, Thalab An-Nushrah Metode Tidak Baik?

6 tanggapan untuk “Dakwah Tidak Harus Menunggu “Ilmu Sundul Langit”

  • 6 Juli 2020 pada 17:57
    Permalink

    malah ada ulama trafisional akan menyuruh membaca kitab kuning dulu, mengartikan dan menjelaskan posisi kedudukan tiap kalimat (mubtada, khobar atau lainnya), kalau belum bisa mereka bilang : “belum pantas untuk dakwah”

    Balas
  • 6 Juli 2020 pada 13:35
    Permalink

    Bismillah.. Moga selalu dimudahkn Allah dan tetap Istiqomah dlm dakwah.

    Balas
  • 5 Juli 2020 pada 19:21
    Permalink

    sampaikanlah walau satu ayat.

    Balas
  • 5 Juli 2020 pada 19:05
    Permalink

    sampaikanlah walau satu ayat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *