Syariat dan Hakikat

Oleh: Siti Nafidah Al-Anshory

MuslimahNews.com, TSAQAFAH — Islam tak pernah memisahkan antara syariat (aspek normatif) dan hakikat (aspek substantif). Karena hakikat justru akan terwujud dengan mengimplementasikan syariat.

Beragama hanya dengan berbicara soal hakikat hanya omong kosong belaka dan akan berujung pada pengabaian ajaran-ajaran agama (syariat Islam).

Contohnya, menolak hukum jihad, menolak kewajiban khilafah, anti terhadap penerapan hukum hudud dan jinayah, dsb.

Begitu pun beragama hanya dengan mengagungkan syariat tanpa memahami hakikat, hanya akan menjadi amal sia-sia dan dampaknya duniawiyah semata.

Contohnya, mendirikan lembaga-lembaga keuangan dan bisnis-bisnis syariat demi mengejar profit dan membuka lapangan kerja semata, berpuasa agar badan tak melar di mana-mana, bersedekah atau Shalat Dhuha dan tahajud agar dapat harta lebih melimpah dan ruang usaha lebar terbuka, dsb.

Sesungguhnya, Islam adalah din yang sempurna. Dan karakter Rahmatan lil ‘alamin yang menjadi hakikat keberadaan Islam hanya akan terwujud jika syariatnya ditegakkan secara keseluruhan.

Jadi jangan kerdilkan Islam yang mulia, dengan kebodohan akal pikir kita! [MNews]

Baca juga:  Islam Tidak Fleksibel atau Lunak, Tidak Pula Berevolusi atau Berubah

8 thoughts on “Syariat dan Hakikat

Tinggalkan Balasan