(Islam) Khilafah Vs. Islam Wasathiyah, Sebuah Pertarungan Antara Al-Haq dan Al-Bathil

Oleh: Wiwing Noeraini

Muslimahnews.com, FOKUS – Perang antara al-Haq dan al-Bathil, pasti akan terus terjadi. Kebatilan bisa jadi akan menguasai manusia, sebagaimana yang terjadi saat ini. Tapi itu tak akan lama. Secara sunatullah, kebenaran (al-haq) itulah yang akan menang. Kebatilan pasti lenyap dan kebenaran akan tegak.

Demikianlah janji Allah SWT dalam firman-Nya: “Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya)”. (QS Al Anbiya [21] : 18)

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, firman-Nya, “Bal naqdzifu bilhaqqi ‘alal baathili.” (Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil) yaitu Kami menjelaskan kebenaran, lalu lunturlah kebatilan.

Untuk itu Dia berfirman, “FayadmaghuHuu fa idzaa Huwa zaaHiq.” (Lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap) yaitu hilang dan hancur.

Dari pemahaman tafsir ayat tersebut, maka jelaslah bahwa syarat hancurnya kebatilan adalah dengan menjelaskan kebenaran kepada umat manusia. Demikianlah yang dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Muhamad (Saw.) .

Ketika beliau (Saw.) diutus, maka risalah Islam –sebagai satu satunya kebenaran yang berasal dari Allah SWT– ditentang kaum jahiliah saat itu. Dengan dakwah yang diemban Nabi (Saw.) dan para sahabatnya, risalah Islam akhirnya diterima masyarakat Arab saat itu. Islam yang tadinya hanya dianut dan diyakini hanya segelintir orang, akhirnya diterima khalayak.

Baca juga:  Benarkah Khilafah Dinantikan?

Puncak kemenangan al-haq terjadi ketika Nabi Muhammad (Saw.) dan para sahabatnya berhasil menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah. Berhala-berhala di dalam dan di sekitar Kakbah pun dihancurkan, kekufuran dilenyapkan, kebatilan diluluhlantakkan, maka berbondong bondonglah umat manusia memeluk agama Islam. (lihat QS An Nashr ayat 1-3 ).

Rupanya, itu pula yang terjadi hari ini. Kebenaran Islam dan Khilafah yang didakwahkan para penyerunya dengan tak kenal lelah, akhirnya mendapat sambutan dari umat.

Pandemi Covid-19, di satu sisi adalah musibah, bencana bagi umat. Tapi di sisi lain, pandemi ini juga membawa berkah. Ketika berbagai aktivitas harus ter-lockdown, hingga akhirnya harus stay at home, maka aktivitas di dunia maya pun banyak mendapat perhatian umat, termasuk dakwah Islam kafah dan khilafah.

Dakwah ini telah mampu menyadarkan umat yang selama ini lelap dalam tidurnya dan terbuai mimpi, indahnya hidup dalam naungan sistem demokrasi sekuler yang menjanjikan kehidupan sejahtera.

Apalah daya, ketika terbangun, ternyata kehidupan buruk yang ada di depannya: Virus Covid-19 dengan ancaman penyakit yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawa dan kezaliman luar biasa dari sang penguasa yang menimpakan derita bertubi-tubi ke rakyatnya.

Umat pun secara perlahan namun pasti, mulai meyakini kebobrokan sistem kapitalisme dengan akidah sekulernya dan sistem politik demokrasinya. Umat pun semakin yakin bahwa bukan kapitalisme yang akan membawa kesejahteran dan kebahagiaan, melainkan Islam dengan semua aturan syariatnya.

Baca juga:  Editorial: Apa Dosa Khilafah?

Umat semakin paham, bahwa hanya dengan kembali kepada hukum Allah-lah semua problem bisa teratasi. Dan itu semua membutuhkan Khilafah. Karena hanya Khilafah, satu satunya institusi yang bisa menerapkan hukum Allah secara sempurna .

“Pertarungan antara al-Haq dan al-Bathil tak bisa dihindari… Bahkan perang pemikiran itu semakin tajam.

Tak terima, serangan pun dilancarkan. Mereka yang menyebut dirinya sebagai pengusung ajaran Islam moderat atau Islam wasathiyah, mulai mempropagandakan keburukan khilafah yang mereka sebut sebagai ideologi “khilafahisme”.

Bahkan, saking bencinya, mereka pun menyamakan khilafahisme ini dengan komunisme, dan menyebut keduanya sebagai ideologi berbahaya yang harus ditangkal.

Sungguh, apa yang mereka tuduhkan hakikatnya hendak membungkam kebenaran Islam. Mereka endak memadamkan cahaya (agama) Allah. Tapi mereka tak akan pernah mampu.

Allah SWT berfirman, Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (QS At-Taubah [9] : 32).

Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang merupakan bagian dari ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad (Saw.). Negara Khilafah adalah negara warisan Nabi Saw. saat beliau wafat. Para sahabat Nabi Saw. kemudian melanjutkan keberadaan Negara tersebut dan menjalankan semua aturannya.

Demikianlah, kemudian kekhilafahan ini diteruskan generasi-generasi setelahnya. Oleh karena itu, tuduhan Khilafah sebagai virus berbahaya di tengah pandemi Covid-19, jelas merupakan tuduhan keji yang dilontarkan ketika perang antara al-Haq dan al-Bathil ini semakin memuncak, dan al-Bathil semakin mendekati ajalnya.

Baca juga:  Editorial: Moderasi Kurikulum, Demi Siapa?

Mereka tak mampu menghalangi derasnya arus penerimaan umat akan wajibnya menegakkan Khilafah, hingga berbagai cara pun ditempuh untuk menghalanginya.

Sungguh, Islam wasathiyah adalah pemikiran yang batil, karena ajarannya yang selalu mengambil jalan tengah (wasath)sebagai solusi dalam segala masalah.

Ini artinya, Islam wasathiyah akan selalu berusaha mengompromikan Islam dengan pemikiran dan ideologi lain yang bertentangan dengannya. Bagaimana bisa ajaran islam yang mulia digabungkan dan dikompromikan dengan ajaran sosialisme komunisme dan kapitalisme?

Ideologi Islam adalah al-Haq,berasal dari Allah Sang Maha Pencipta. Sementara sosialisme komunisme dan kapitalisme adalah ideologi buatan manusia yang jelas kufur dan menyimpang dari Islam.

Allah SWT melarang dengan larangan yang keras terhadap perbuatan tersebut dengan mengatakan,

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (QS Al baqarah [2] :42)

Maka jelas, setiap upaya menggabungkan dan mengompromikan Islam dengan berbagai pemikiran dan ideologi kufur adalah penyesatan yang sangat berbahaya, menghalangi penerapan hukum hukum Allah secara sempurna, mengantarkan murka Allah, dan menimpakan keburukan dunia dan akhirat. Na’uudzubillahi min dzaalik.

Saatnya mengukuhkan ajaran Islam yang benar, mendakwahkan syariat Islam kaffah dalam naungan negara khilafah tanpa ada keraguan sedikit pun. Hingga Allah memenangkan agama ini, atau kita binasa karenanya. [MNews]

Bagaimana menurut Anda?

56 tanggapan untuk “(Islam) Khilafah Vs. Islam Wasathiyah, Sebuah Pertarungan Antara Al-Haq dan Al-Bathil

  • 28 Juli 2020 pada 07:50
    Permalink

    Allahu Akbar. Yang Haq takkan pernah bercampur dengan yang Bathil.

    Balas
  • 24 Juni 2020 pada 21:50
    Permalink

    BACK TO KHILAFAH dan kembali kpd jalanNYA hanya itu jalan yg benar.

    Balas
  • 21 Juni 2020 pada 16:59
    Permalink

    Semoga Allah menunjukkan yang benar itu adalah benar, supaya Qt bisa mengikuti kebenaran itu. Dan menunjukkan yang salah itu adalah salah supaya Qt bisa menjauhi dari kesalahan itu…

    Balas
    • 22 Juni 2020 pada 07:21
      Permalink

      Kebatilan pasti hancur…saatnya Islam memimpin dunia

      Balas
  • 21 Juni 2020 pada 06:31
    Permalink

    Yang Haq pasti akan menang.Sambutlah Khilafah..Allahuakbar

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 22:08
    Permalink

    Sampai kapanpun kebatilan dan kebanaran tak akan pernah berjalan beriringan. Pada akhirnya pun hanya kebenaran yang akan menang.

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 21:03
    Permalink

    Semoga khilafah segera tegak kembali, aamin

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 21:00
    Permalink

    Para kafir sll mencari cara agar islam tdk tegak.dg menyamakan khilafah dg komunis sungguh tuduhan yg sangat keji miga Allah tumbangkan sgra rezim ini agar khilafah tegak umat butuh syariah keadilan yg sangat ditunggu 2 umat

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 20:43
    Permalink

    Islam pasti akan berjaya kembali meskipun banyak yang menghalang2i, karena itu merupakan janji Allah

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 19:26
    Permalink

    Yang menang pasti yang hak, meski kebatilan tengah merajai… InsyaAllah tidak lama lagi!

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 18:25
    Permalink

    Perjuangan islam pasti akan menang

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 14:53
    Permalink

    Islam sj yg diambil

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 13:36
    Permalink

    Saatnya mengukuhkan ajaran Islam yang benar, mendakwahkan syariat Islam kaffah dalam naungan negara khilafah tanpa ada keraguan sedikit

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 13:06
    Permalink

    Segera tegak yang Hak dan segera runtuh yang Bathil, Islam tegak kembali

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 11:46
    Permalink

    Yg haq pasti menang yg bathil pasti kalah, khilafah ajaran Islam.

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 10:31
    Permalink

    Mari tetap semangat dalam mendakwahkan syariat Islam kaffah dalam naungan negara khilafah tanpa ada keraguan sedikit pun. Hingga Allah memenangkan agama ini, atau kita binasa karenanya. Allahu Akbar.

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 09:29
    Permalink

    Hanya Khilafah yg mampu meng-cover semuanya

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 08:38
    Permalink

    Islam wasathiyah akan selalu berusaha mengompromikan Islam dengan pemikiran dan ideologi lain yang bertentangan dengannya. Bagaimana bisa ajaran islam yang mulia digabungkan dan dikompromikan dengan ajaran sosialisme komunisme dan kapitalisme? (QS At-Taubah [9] : 32).

    Syarat hancurnya kebatilan adalah dengan menjelaskan kebenaran kepada umat manusia. Demikianlah yang dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Muhamad (Saw)

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 08:05
    Permalink

    Umat Islam kembali di pecah belah

    Balas
  • 20 Juni 2020 pada 04:30
    Permalink

    Hanya Allah yang dapat membolak-balikkan hati hamba-Nya. Istiqomahkan kami YaAllah, agar terus di jalanmu selamanya, menjadi pejuang agamamu yang menyadarkan kepada umat lainnya bahwa hanya islam dan khilafah sebagai sistem yang terbaik untuk dunia saat ini dan selamanya.

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 23:31
    Permalink

    Allohumma arinal haqo qarzuqna tibaah

    Balas
    • 20 Juni 2020 pada 18:36
      Permalink

      Khilafah ajaran Islam. Allahuakbar.

      Balas
  • 19 Juni 2020 pada 22:25
    Permalink

    Saatnya mengukuhkan ajaran Islam yang benar, mendakwahkan syariat Islam kaffah dalam naungan negara khilafah tanpa ada keraguan sedikit pun. Hingga Allah memenangkan agama ini, atau kita binasa karenanya.

    Balas
    • 20 Juni 2020 pada 16:56
      Permalink

      Tegakkan khilafah terapkan islam kaffah Allahu Akbar

      Balas
  • 19 Juni 2020 pada 22:03
    Permalink

    Karena pada akhirnya hanya ada 2 tempat berpulang, surga atau neraka

    Balas
    • 20 Juni 2020 pada 14:28
      Permalink

      Tidak pernah ada kompromi antara yang hak dan yang bathil seperti tidak ada tengah2 antara Surga dan Neraka..

      Balas
  • 19 Juni 2020 pada 21:58
    Permalink

    Sebaik-baik rancangan manusia, tetap rencana Allah yang lebih baik. Jangan menyerah dalam dakwah karena sudah pasti kebatilan akan kalah.

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 21:42
    Permalink

    Sungguh, apa yang mereka tuduhkan hakikatnya hendak membungkam kebenaran Islam. Mereka endak memadamkan cahaya (agama) Allah. Tapi mereka tak akan pernah mampu.

    Allah SWT berfirman, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (QS At-Taubah [9] : 32).

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 21:33
    Permalink

    MasyaAllah…. Smoga sistem kapitalis segera tumbang dan digantikan dgn sistem khilafah…. Aamiin

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 21:20
    Permalink

    Masya Allah.. Semoga lebih banyak umat tercerdaskan dgn pemahaman islam yg shahih. Aamiin

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 21:06
    Permalink

    Tidak ada kompromi dlm Islam,jika ada upaya untuk menghilangkan ide khilafah MK sdh pasti murka Allah yg akan dihadapi,naudzu Billah…

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 21:03
    Permalink

    Cahaya kegemilangan Islam sudah semakin terlihat Allahu Akbar

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 21:01
    Permalink

    In shaa Aĺlah,
    Umat sudah semakin teesadarkan dengan pemahaman yg benar tentang Islam. Meski musuh-musuh Islam terus mendiskreditkan syariah Islam

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 20:44
    Permalink

    Smg islam segera tegak

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 19:46
    Permalink

    MasyaAllah betul sekali

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 19:27
    Permalink

    Saatnya mengukuhkan ajaran Islam yang benar!

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 17:53
    Permalink

    Ya Allaah berilah kesabaran yg lebih banyak bagi kami dalam memperjuangkan Syari’atMu yang kaffah ini ya Allah.. Krn kami akan dihadap-hadapkan dengan sodara-sodara kami pengusung Islam wasathiyah… Berikanlah kami petunjukMu ya Rabbana..yg haq itu haq..yg bathil itu bathil.. Satukan dan kuatkan kami ya Rabbana…aamiin..

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 17:18
    Permalink

    Islam datangnya dari Allah dan tidak bisa dibelokkan dengan adanya kompromi

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 16:26
    Permalink

    Islam wasathiyah sengaja dibuat oleh musuh2 Islam utk menjauhkan umat dari Islam yg lurus. Produk pemikiran sekuler yg hrs dibuang jauh2

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 15:11
    Permalink

    Mereka akan selalu berupaya untuk memalingkan kaum muslimin dari Islam. Akan tetapi mereka tdk akan mendapatkan apa2 kecuali kegagalan.

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 14:37
    Permalink

    MasyaAllah semoga al haq segera hadir di tengah2 ummat islam

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 14:31
    Permalink

    Astagfirullah tidak henti hentinya mereka menyerang kaum muslimin dengan segala tuduhan-tuduhan busuk mereka.
    Namun mereka tidak sadar bahwa semakin mereka melakukan serangan busuk mereka maka umat akan semakin sadar bahwa siapa yang salah dan siapa yang benar..
    Semoga para pejuang agama ALLAH selalu Istiqomah mendakwahkan syariah dan khilafah…
    Sebab bagaimanapun cara mereka tetap kebenaran itulah yang akan menang dan yang bathil itulah yang akan lenyap….
    ALLAHU AKBAR….

    Balas
    • 20 Juni 2020 pada 13:36
      Permalink

      Saatnya mengukuhkan ajaran Islam yang benar, mendakwahkan syariat Islam kaffah dalam naungan negara khilafah tanpa ada keraguan sedikit

      Balas
  • 19 Juni 2020 pada 14:24
    Permalink

    Dengan konsekwensi apapun dakwah harus Terus berjalan…mengungkap kebathilan pada umat agar umat faham bahwa yang Kita butuhkan adalah kembali pada hukum Allah yaitu dengan tegaknya Khilafah

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 14:14
    Permalink

    Mereka mungkin bisa merusak bunga bunga yang bermekaran, namun takkan mampu menghentikan musim semi.

    Balas
    • 20 Juni 2020 pada 12:14
      Permalink

      Beragam cara , ide, program untuk menjauhkan ummat Islam dari Islam, termasuk Islam wasathiyah.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *